3.3.17

The Ability yo Ruin the Moment

Bismillahirrahmanirrahiim...

It feels so good to hold his hand. Seriusan. Tiap jalan kemanapun, kalau tangan digenggam erat, meski tampaknya seperti diseret, rasanya adem. Semacam dipimpin dan dijaga dengan baik. Semacam, "Don't worry I will never let you go eventhough you are s***" oops language~

Dan, momen seperti itu pun sering rusak saat Abang mulai tanya, "Lha popok Medina mana?"

Ketinggalan. Entah di kasir. Entah di taksi. Dan gw langsung kalang kabut karna gw lah yang pegang belanjaan karena abang gendong Medina.

Kenapa gw selalu punya momen ceroboh di saat-saat romantis yang mana, kayaknya, bikin laki gw ilfil.

Kayak waktu itu medina tidur, pulas. Jadi kami makan coto berdua sambil ngobrol. Romantis. Lalu waktu gw motong daging pake sendok, kuahnya muncrat kena gw dan abang. Momen rusak seketika. I wonder why~

Atau, kalau bukan kecerobohan gw, maka gw sering merusak momen dengan salah ngomong.

I think I have this ability to... you know... ruin the moment?

Sometimes I do think that he is not for me. I don't know. His perfection makes me feel that I'm not fit in.
Share:

0 komentar: