22.9.15

Surat Untuk Douccy

Bismillahirrahmanirrahiim...


Masih lekat diingatan saya, kamu melompat menghampiri saya di toko hewan itu. Detik itu, yang saya tahu kamu akan jadi teman saya. Jadi tanpa ragu, saya memilihmu. Tubuhmu masih sangat kecil waktu itu. Saya lah orang pertama yang kamu gigit. Saya lah orang pertama yang kebasahan pipis dan kotoranmu. 

Douccy, sungguh saya hanya berharap kamu tidak kesakitan. Ketika melihat kandangmu, yang saya bayangkan adalah rasa takutmu. Sedih sekali membayangkan kamu dalam ketakutan atau mungkin dalam bahaya sementara saya tidak tahu. Saya merasa tidak maksimal menjagamu.

Douccy, maafkan saya...

Kamu telah melakukan banyak. Kamu menemani saya di waktu-waktu sulit yang saya sendiri tidak tahu bagaimana harus melewatinya. Saya ingat kamu mengendus saya ketika saya tidur, menghampiri saya ketika yoga, memperhatikan saya ketika sholat, mengejar saya ketika hanya iseng ingin bermain.

Saya tidak menyangka kehilanganmu membuat saya sesedih ini.

Buat saya, kamu tidak akan pernah terganti. Kamu akan saya kenang sepanjang hidup saya. Saya akan ajarkan persahabatan seperti yang kita punya ke anak-anak saya nanti. 

Mungkin benar kata Mama, tugasmu sudah selesai. Terimakasih untuk banyak hal, Douccy... Saya masih tetap berharap kamu kembali. Tapi yang terpenting, kamu tidak kesakitan.

Saya sayang kamu, Douccy... Sayang sekali... Dan saya tidak menyangka punya koneksi sedalam ini dengan seekor kelinci. Sebuah kehormatan kamu hadir dalam hidup saya. Sungguh, kamu salah satu kebahagiaan yang saya punya...

"22/09/15 we lost our precious Douccy the rabbit. Dugaan gw dirusak oleh manusia karena kadang rusak dengan cara kasar, dan tidak ada jejak darah. Dugaan Abang dirusak oleh binatang, karena bukan diambil dari pintu. Sekarang, gw cm berharap semoga Douccy tidak kesakitan. Dimana pun dia berada.


We open the cage everyday, I wish you could come back, Douccy... You helped us through the tougher times, how could we forget?"
Share:

0 komentar: