5.5.14

Narsisme

Bismillahirrahmanirrahiim...

Gw pikir, gw ini keren dan nyentrik. Sementara menurut Abang, dulu gw emang keren, tapi sekarang udah agak gak keren gara - gara Abang udah tau busuk - busuknya gw. (*But that makes you love me MORE kan, syu? Indeed. Anggap saja jawabannya iya)

Abang paling tahu kalau gw orangnya narsis. Bukan narsis di foto, gw gak terlalu suka difoto. Gw gak merasa sepenuhnya nyaman berada di depan kamera, apalagi klo orang yang motoin (*memfotokan?).

Gw narsis dalam hal terlalu mencintai diri sendiri. Gw sangat tahu persis apa yang membuat gw nyaman dan tidak nyaman. Gw bahkan siap untuk tidak disukai demi melakukan hal yang membuat gw nyaman. Dan gw tidak suka dipaksa.

Lho kok tiba - tiba jadi ngomongin ini? Pasalnya, orang - orang lagi pada heboh nyari kebahagian. Padahal menurut gw dari pada jauh - jauh nyari kebahagiaan, knapa gak memulai gaya hidup narsistik? Mencintai diri sendiri. Bersyukur punya wajah bulat tanpa peduli betapa seksinya wajah bentuk hati. Bersyukur punya tubuh 158cm tanpa peduli betapa kerennya tinggi 170cm.

Dan berhentilaaahh... Berhentilaaaahhhh melakukan sesuatu yang bikin senang orang lain. Oh come on, gw bukan topeng minyet (*sengaja salah ketik)

Dan dengan mencintai diri sendiri, orang akan tergopoh - gopoh minta dicintai...

Share:

0 komentar: