22.9.14

Bangun Dong, Sayang! Let's Nyeker!

Bismillahirrahmanirrahiim...


Abang bangun pagi banget, matahari muncul juga belum, dan langsung memborbardir gw dengan morning kiss. Romantis? Iya, lu pada bilang romantis. Buat gw itu juga romantis sih, tapi ganggu. Ha-ha!

Ini weekend! Gw pingin tidur lebih lama. Secara kami udah sepakat, weekend bukan hari yang wajib buat gw masak atau ngerjain semua kerjaan domestik. Sama kayak pegawai lainnya dong, gw juga sebagai domestic-diva (*bahasa kerennya istri rumah tangga) punya hari libur buat ilangin penat. Abang pinter ya? Idenya Abang tuh yang ngasih gw hari libur.

Gw gak ngerti laki gw ini lagi kerasukan apaan, tapi Abang jadi gila olah raga gitu. Jadi gw pagi - pagi udah di ajak jalan santai keliling komplek.

"Knapa bang? Emang Dede gendutan ya?" tanya gw curiga. Siapa tau kan ini modus. Atau bahasa halus dari "Olah raga dong, yank! Kamu gendutan..."

"Enggak, sayang... Biar kita sehat aja. Abang pingin sehat terus untuk Dede..." Ouch, ada yang meleleh di hati gw.

Untung ini istrinya cinta banget sama Abang ya, Bang... Jadilah gw rela bangun pagi, pakai jaket kelinci kesayangan gw, dan gw siap menemani Abang jalan pagi.

"Loh? Gak pakai sendal, Bang?" tanya gw lagi. Heran. Soalnya abang udah meluncur aja ke jalanan komplek dengan kaki telanjang.

"Enggak, biar sehat kena batu - batu kecil..." jawab Abang.

Oh, yaudah. Untung gw cinta (*lagi). Jadi gw ikut kompakan gak pakai sandal. Sambil was - was dalam hati, "Duh kaki gw ntar pecah2 gmana?"

Jadilah kami berdua, jalan kaki keliling kompleks, nyeker, tanpa alas kaki. Kayak apa? Kayak ayam ilang. 

"Cepetan dikit jalannya, De, kalau santai gini gak ada yang kebakar, lho..." Ujar abang sambil mulai berlari - lari kecil.

Gw cuma bisa ngikik dalam hati sambil geleng - geleng kepala. Yang punya sesuatu untuk dibakar itu Dede apa Abang, Bang?

Pagi itu, hanya dengan jalan kaki, gw belajar banyak sebenarnya. Tiap rumah tangga ternyata punya cara masing2 memulai pagi. Ada yang nyiram bunga, bawa anaknya berjemur, bersihin mobil sambil nyetel musik keras - keras, baca koran, ada juga yang rumahnya udah wangi masakan. Ada yang nyeker sambil pacaran dengan modus olahraga, ya, Bang?

Kami lihat matahari terbit berdua. Ketawa untuk jokes spontan yang gak sengaja Abang atau gw cetuskan. Kami bahkan nungguin Alfamart di komplek buka buat beli Sari Roti.

Intinya itu pagi yang penting dan berkesan banget buat gw, ampe gw harus posting di blog ini. 

Tapi tetep aja sih, buat gw, wajah bahagia Abang itu gak ada duanya. Gw gak peduli ada lemak gw yang terbakar atau enggak pagi itu. Gw bahkan udah masa bodoh ama kaki gw yang bakal pecah - pecah. Semua itu kalau bayarannya wajah bahagia ama senyum Abang, gw rasa gw udah dapatin semuanya.
Share:

15.8.14

Abang, Istri Cilik, dan Kopi

Bismillahirrahmanirrahiim...

Abang pulang kantor dengan sekantong belanjaan dan mata berbinar. Dengan sorot mata seperti itu, gw tahu abang akan melakukan suatu eksperimen. Hampir 4 tahun gw menemukan ekspesi itu pada abang dengan kameranya. Gw yakin kali ini, binar mata itu untuk kopinya. 

Abang : "Jadi gini, Abang terinspirasi karna kita ngomongin Latte tadi siang..." *so excited*

Gw : *memperhatikan abang bicara dengan hati yang sudah tertawa terbahak2, tebakan gw benar adanya* "Hmmm... Jadi abang mau bikin buih di atas kopi yang bisa gambar pohon cemara atau hati itu ya?"

Abang : "Exactly! Abang pakai botol minum Dede untuk bikin susu yang berbuih yah sayang..." *langsung ngambil botol yg dimaksud tanpa persetujuan, dan langsung bereksperimen*

Gw : *sedikit was - was, tapi tetap mencoba tenang di meja makan*

Abang : *Mulai beraksi* "Ih, tumpah!"

Benerkan... Feeling istri probabilitas melesetnya cuma 5%

Gw : "Ada buihnya, bang?" *ih, kok gw jadi ikut penasaran*

Abang : *melongok ke botol* "Gak ada..."

Gw : "Coba pakai blender..." *nyumbang saran karna kasihan, nanti klo gw ketawain malah putus asa kan gak seru*

Abang : "Blendernya dimana ya, De?" *mondar mandir cari blender*

Gw : *Wah terpaksa turun tangan juga nih*

Lalu kami berdua asyik memblender susu sampai berbuih. Gw sendiri gak sadar ikut asyik dalam kegilaan ini. Lalu abang dengan gaya maksimal ala2 barista baru jadi kemaren subuh, udah siap bikin pohon cemara diatas kopi.

Hasilnya...

......

....

...

Cuma buih putih tak berbentuk ngapung di atas kopi tanpa estetika. 

Kasian abang. Eksperimennya gagal...

Gw : "U ruined my masterpiece, I brewed the coffee for at least 30 minutes, waiting for every drop of it!" *nepuk jidat*

Abang : "Coba campur caramel siapa tau enak!"

Ajaibnya, setelah dicampur caramel, rasanya jadi persis banget ama Caramel Macchiato punya Star****.

p.s : Jangan percaya, biasanya orang yang gagal eksperimen emang punya cara tersendiri untuk menghibur hati
Share:

13.8.14

Lack of Empathy

Bismillahirrahmanirrahiim...

Akhirnya hati dan pikiran gw sudah cukup gelisah dan yakin harus menuliskan ini. Setiap menulis, gw selalu bertanya pada batin gw sendiri. Tujuan gw menulis ini apa? Baikkah? Dan ketika gw diliputi perasaan yang sangat kuat, dengan ciri - ciri kepala gw penuh dengan suara yang bergema - gema, itu artinya gw harus menulis, disaat yang sama gw juga telah bersiap menerima pro dan kontra yang timbul dari isi kepala gw.

Gw sudah mulai jengah dengan masalah ini sejak membaca komentar - komentar di instagram Marshanda (*Semoga ini bukan hitungan ghibah). Gw yang bukan Marshanda saja rasanya benar - benar ingin menangis. FYI, gw bukan fansnya. Gw memfollow instagramnya murni karna gw merasa punya kesamaan. 

Sebagai anak yang orang tuanya juga berpisah, gw sedikit banyak tau, kondisi seperti itu tidak mudah. 

Orang mungkin bertanya, "Masa sih cuma karena orang tua berpisah, bisa sampai tertekan seperti itu?"

Percayalah, Anda tidak ingin mengalaminya. Dalam kasus gw, gw sampai tidak bisa belajar sama sekali pada malam sebelum Ujian Akhir Semester. Gw hanya duduk diam di meja belajar. Tidak merencanakan menangis, tapi air mata mengalir sendiri. Gw ingat menelungkupkan bingkai foto keluarga di meja belajar. Gw ingat betapa susahnya untuk melangkah, disaat tujuan kita berjalan malah bubar jalan. 

Bahkan ketika ujian berlangsung, kertas ujian gw kosong. Gw berfikir, tapi bukan memikirkan jawaban soal. Gw memikirkan 'Apa yang salah? Sampai harus begini?' Tanpa gw minta, kepala memutar setiap kenangan yang gw punya bersama keluarga gw yang utuh. Gw ingat gw menunduk. Air mata gw jatuh di tangan gw yang tak kunjung bergerak menulis apa pun.

Pulang ke kosan pun gw masih ingat. Gw mengunci pintu, memutar lagu rock keras- keras. Menenggelamkan wajah di bantal, lalu teriak. Satu teriakan, satu irisan di hati, satu pedih yang sulit digambarkan. Gw ingat gw tidak membuka pintu kamar gw untuk siapa pun berhari - hari. Gw bahkan tidak makan karena memang rasanya tidak lapar. Sampai - sampai adik kosan gw yang khawatir membelikan gw makanan. (*Pahalamu banyak, Dek...)

Gw percaya orang punya resistensi yang beda - beda dalam menghadapi masalah. Dan gw percaya, masalah seseorang, hanya orang itulah yang sanggup menghadapinya. Orang lain tidak akan sanggup meski masalah itu terlihat ringan, atau pernah menghadapi yang lebih berat. 

Bersyukurlah tidak diberi masalah yang sama karena mungkin Allah Tahu, kita tidak akan sanggup menghadapinya. Bukankah kita hanya diberi cobaan yang kita sanggup menghadapinya?

I'm not trying to be wise here. Gw hanya ingin mengajak orang berempati daripada menghakimi. Kalau memang tidak bisa berempati, atau memberi dukungan supaya dia kuat, minimal jangan komentar. Dia sudah cukup terpukul dengan masalahnya dan kita seperti terawa - tawa sambil menambah garam di lukanya.

Percayalah, itu tidak mudah. Melihat orang tua bertengkar saja sudah sangat memilukan, apalagi harus melihatnya berpisah? 

Meskipun tidak bisa disamakan dengan 'kehilangan', gw merasa kehilangan kedua orang tua gw waktu mereka berpisah. Kehilangan suasana, kehilangan sifat orang tua yang dulu. Karena setelah itu terjadi, orang tua akan berubah. Seperti kebanyakan orang yang melewati masalah, mereka belajar sesuatu dan mereka punya perspektif baru. Belum selesai kaget orang tua berpisah, sudah harus kaget lagi dengan perubahan sikap, dan harus siap kaget lagi kalau orang tua menemukan pasangan baru.

Gw pribadi butuh waktu kurang lebih 5 tahun untuk move on. Itu pun belum merasa move on sepenuhnya, tapi gw sudah bisa menerima, dan pada akhirnya melihat segalanya sebagai sesuatu yang baik.

Gw tidak menyalahkan pilihan orang tua gw karena gw yakin mereka sudah mempertimbangkan banyak, dan berusaha banyak.

Have a NICE NICE day!
Share:

11.8.14

Saya Dinas di Rumah


Bismillahirrahmanirrahiim...

Suatu hari yang gw lupa kapan tepatnya. Beberapa alumni sekolah gw dan abang mengadakan kumpul bareng alumni khusus Makassar. Abang memutuskan untuk datang, gw tentu saja ikut, tapi dengan perasaan gak enak.

Seperti yang sudah gw duga, ada acara memperkenalkan diri plus memperkenalkan karir. Wajar, SMA gw dan abang adalah SMA yang sangat menjunjung tinggi prestasi, karir dan pencapaian pribadi, apalagi yang kaitannya erat dengan pengabdian diri pada bangsa dan negara.

Microphone itu sampai di tangan gw. Sumpah detik itu gw pingin nangis. Karena kalau dibandingkan dengan semua alumni yang hadir disana, gw gak punya pencapaian apa - apa. Padahal, gw tahu gw cukup brilian, cukup cemerlang untuk meraih setara dengan apa yang mereka raih.Gw deg - deg-an. Tangan gemetaran.

Tapi tiba - tiba, gw terilhami sebuah kalimat. Bagi kebanyakan orang itu bukan prestasi, tapi hanya itulah satu - satunya prestasi yang gw banggakan.

"Nama saya Mershelly Syanel, Saya alumni angkatan XVI, Saya dinas di rumah, mendukung, mendampingi, Abang siswa Safruddin Alwi, supaya bisa mengabdi pada negara dengan baik, bersih, tanpa korupsi..."

Beberapa alumni tertawa, ada yang nyeletuk kagum, ada juga yang diam saja. Di sebelah gw, Abang siswa yang gw maksud menggenggam erat tangan gw. Pancaran matanya tulus menentramkan, membahagiakan, memberi kedamaian. I know, for these people, it's nothing, but for me, it is my greatest achievement... 

Gak ada yang keren dari kerjaan seorang istri rumah tangga, apalagi belum ada anak. Tapi, satu hal yang pasti. Tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan gw, sebaik gw. Gak akan ada, gw berani jamin itu.

Sampai di rumah, gw buka buku alumni gw. Gw buka profil gw. Gw tertengun melihat cita - cita yang gw tulis 'Mentri Keuangan & Ibu Rumah Tangga'. Gw tersenyum. Gw berhasil meraih keduanya, di rumah. Nyahahaha! :D

Klise? Tidak. Abang sudah terbiasa dengan gw di rumah. Gw sudah terbiasa di rumah mendukung Abang. Sebuah perubahan dengan gw bekerja, sudah pernah dicoba, dan hasilnya cukup membuat gw dan abang kaget karena peran gw jadi tidak seimbang. Lebih tepatnya, gw yang tidak bisa menyeimbangkan fungsi gw antara rumah dan kantor.

Tidak ada yang salah dengan karir, gw hanya tahu gw tidak bisa  dan tidak siap meninggalkan rumah, lalu membiarkan orang lain mengurus markas gw dan mengambil alih otoritas gw. Dan gw tahu, seikhlas apapun abang melepas gw untuk berkarir, beliau lebih ikhlas gw di rumah. Gw tahu itu meski abang selalu mengelak.

Gw gak tahu apa suatu hari gw akan menyesali pilihan gw ini. Sejujurnya gw masih takut. Karena tidak sedikit orang melemparkan pertanyaan "Klo Abang tiba - tiba knapa - knapa, lo gimana?"

Gw gak bisa jawab. Gw gak pernah membayangkan itu dan gak punya daya untuk sekedar membayangkan. Gw takut. Tapi gw percaya semua ini, semua ini tidak akan sia - sia. Yang gw pilih, mulia dan tidak salah. Gw juga tidak melakukan pekerjaan yang hina. Gw yakin akan ada jalan, apapun yang terjadi.

Selamat berhari senin :D

Share:

7.7.14

Pintu

Bismillahirrahmanirrahiim...

Kalau gw dipaksa memilih satu benda yang paling tidak gw sukai seumur hidup, jawabannya adalah pintu.

Gw telah menyimpan berbagai ingatan tentang pintu dari kecil. Mostly, ingatan buruk. 

Gw gak pernah menyangka bahwa, gw tiba - tiba akan menjadi sangat ketakutan ketika ingatan tentang pintu itu terkenang. 

Tubuh gemetaran. Kenangan masa kecil  berkelibatan. Gw bisa mendengar suara gw memanggil nama orang yang tidak peduli 'gw kecil' menangis. 

Lalu gw menangis, meringkuk memeluk lutut. Gw ingat gw terisak. Gw ingat mata gw terpejam rapat - rapat. Bahkan gw masih bisa rasakan sembilu di hati gw. 

Anda akan mengerti ketika Anda begitu ringkih, memanggil satu - satunya sandaran Anda. Namun, yang dipanggil, bahkan tidak menoleh.

Gw kecil, tersungkur di lantai. Menangis sambil bertanya - tanya dalam hati. "Apa salahku? Salahku apa?"

Gw belum memaafkan. Dan tidak akan pernah sanggup memaafkan. Memaafkan diri gw, berikut orang yang menorehkan image pintu seburuk itu di ingatan gw. 

Gw tidak akan pernah lupa. Tidak akan pernah lupa dan akan gw adukan luka itu pada Tuhan.

Karna tidak ada yang mengerti. Betapa perih luka yang disayat di hati seorang anak kecil. Dan orang bisa saja memanfaatkan kelemahan itu dengan seenak hatinya.

Hanya sedikit orang yang memahami, betapa rapuhnya hati seorang gadis kecil. Yang memberikan cinta dan rasa percaya tanpa syarat.

Tapi mungkin karna itu hanyalah hati seorang gadis kecil, dia jadi tidak peduli.

Share:

2.7.14

Separuh Aku

Bismillahirrahmanirrahiim...

Tiga tahun tujuh bulan. Relatif. Orang bisa bilang itu masih 'baru', ada yang bilang itu udah 'lama'. Gw? Gw kaget tiba - tiba udah hampir 4 tahun nikah. Hahaha! Beneran gak kerasa. Cepet banget waktu berlari #loh 

Kemaren abang pulang kantor telat, 5 menit sebelum buka. Padahal harusnya jam setengah 4 udah pulang. Hasilnya gw marah - marah. Abang belom sempat bernafas, gw udah ngomel.

Gw : "Bang, at least kalau sibuk banget, dan pulang telat, apa sih susahnya whatsapp 'plg tlt'? Ini istri jantung udah kayak apa coba? Dikira kenapa2."

Dan baru kali ini gw lihat orang (*baca : syuami) begitu bahagia dimarahi istrinya. Abang nunduk kayak anak kecil dimarahi ibunya, trus beliau nempel kayak upil sambil ngomong manja "Dede... Dede... Maafin abang..." (*Tapi beliau senyum2). 

Gw : "Apa nih nempel - nempel kayak upil?"
Abang : "Iyah, Abang upil basah..."

P.S : Tolong diabaikan, selera humor kami emang aneh, dan kadang cuma kami yang ngerti.

Sebenernya abang juga gitu, kalau gw pergi, sendiri, jarang banget sih, tapi sekalinya pergi, kalau sampai hp gw mati dan gak ada kabar, jangan harap gw bisa pulang dengan tenang dan gak kena introgasi. Dan pasti banget bisa ampe sepuluh sms ngantri di hp begitu hidup. 

Abang bilang, beliau takut gw knapa - knapa. Wajar sih, secara, gw emang rada aneh. Bisa tiba2 lupa nomer rumah. Tiba2 lupa nomer hp abang. Tiba2 lupa jalan lewat mana. Banyak lupanya. Gak percaya kan? Gw juga. Tapi memang sepertinya ada sesuatu yang nyangkut di otak gw sehingga kadang - kadang hal2 yang tersimpan permanen, susah untuk di recall. Pulang2, gw kena ceramah. 

Dan kemaren, gw baru tahu perasaan Abang, yang selama ini gw anggap 'khawatir berlebihan bin gak jelas'. Gantian dong, gw yang ceramahin.

Hampir empat tahun. Dan di empat tahun itu, masih sulit buat gw dan abang buat jauh. Gak perlu jauh macam Batam-Medan, atau Makassar-Medan. Di dalam rumah, beda ruangan aja, Abang udah kalang kabut nyariin gw. 

Pernah suatu kali gw lagi rajin bersihin rumah lantai bawah. Abang masih tidur waktu gw tinggal ngepel di bawah. Trus beliau bangun, turun nyariin gw. Sambil turun tangga, abang bilang, "Dede terlalu lama tidak bersama abang, so I want to check you out"

Ada lagi malah yang lebih lebay. Jaraknya itu satu ruangan. Gw di karpet, abang di atas tempat tidur. Itu juga gak bakal sanggup. Salah satu dari kami pasti akan segera mengalah dari tempat PW-nya dan menempel di tempat pasangan berada.

Abang masih rajin pulang kalau istirahat siang kantor. Awalnya gw pikir abang mau makan ama gw doang makannya pulang. Eh ternyata, gak makan alias puasa juga pulang doooong.

Ada lagi contoh yang lebih lebay. Di masjid pun. Ceramah taraweh pas tirai pembatas dibuka, Abang dari depan, lirik2 ke saf cewek buat nyari gw. Kayak anak muda naksir2an aja. Nanti dari safdepan beliau senyum2 mesem liat gw.

Itulah kenapa gw marah waktu abang gak kasih kabar pulang telat. Gw jadi mengerti judul lagu Noah yang 'Separuh Aku'. Gw jadi paham istilah 'Belahan Jiwa'. Dan lagunya dewa yang 'Separuh Nafas'. Tidak ada yang bisa tenang kalau separuh diri gw, belum kembali pulang.

Kadang gw bilang Abang itu syuami yang manja. Gak bisa ditinggal. Beneran gak bisa ditinggal. Karna dari awal nikah gw emang gak pernah 'ninggalin' abang. Gw selalu berusaha untuk ikut. Mungkin kebiasaan itu yang bikin gw dan abang sangat susah kalau harus sendiri - sendiri.

Gw pernah kerja. Abang bilang sih, beliau dukung. Karena memang dari tindakannya sangat mendukung. Tapi beliau gak sebahagia waktu gw tinggal di rumah. Gw tahu itu. Itu juga salah satu alasan gw pingin berhenti kerja (*Tapi abang gak percaya gw berhenti kerja gara - gara beliau. Abang kira, gw berhenti kerja karena tidak tabah menghadapi cobaan pekerjaan. Hahaha!)

Tapi intinya itu. Kemana pun Abang pergi, gw berusaha ikut untuk merepotkan sekaligus memberi support. Karena setelah gw lihat - lihat, Abang sebenernya hanya butuh gw 'hadir', meski hanya 'diam'. Abang tenang kalau gw disisinya.

Have a NICE NIE DAY!
Share:

29.6.14

Ramadhan ke-4

Bismillahirrahmanirrahiim...

Hari ini gw gak sengaja menjedukkan kepala ke kaki tempat tidur (*Loh kok bisa? Ya bisalah shelly gitu!) Dan abang langsung meraih gw dengan ekspresi menenangkan anak bayi yang nangis jejeritan.

Sebelum sholat tarawih yang pertama kemarin, gw salamin abang mohon maaf lahir batin.
Gw : "Abang... Sebelum puasa Dede mau mohon maaf lahir batin ya..."
Abang : "Harus tujuh kali... Tayang..."

What does it mean? Dosa gw banyak banget gitu ampe harus 7 kali minta maaf? (=.=)

Eh, besoknya ada yang kualat mecahin botol sirup ama matahin ulekan cabe. Nyeheehe... Makanya bang... Dede-nya jangan di-bully mulu...

Ini.. ramadhan ke-4 setelah nikah. Malu dong kalau gw belom bisa bangun sahur ama nyiapin makan sahur? Dibanding 3 tahun lalu, gw bisa dikatakan sudah ada kemajuan. Dalam hal masak contohnya. Dulu, awal nikah, sahur ama buka PASTI beli. Sekarang gw udh bisa masak sendiliiiiii :D

Bangun buat masak sahur itu salah satu tugas istri yang paling berat menurut gw. Berat karna masih pingin tidur. Berat karena 16 besar piala dunia disini jam 00.00 WITA booowwkkk!! Berat karena masak sendiri di lantai bawah while abang masih tidur - tidur unyu di atas. Tapi ajaibnya ramadhan kali ini gw lebih mudah buat bangun. Baru alaram pertama jg gw udah bangun (*mungkin karna baru awal - awal, hihihi...)

Tips sahur dengan mudah dan lapang dada ala istri cilik.
1) pasang alarm, begitu alarm hidup, langsung baca berita di hp, main facebook, atau main game terserah, yang penting otak kerja sampai ngantuknya ilang.
2) Wudhu + sholat malam + ngaji bentar
3) nah, dengan begini fisik dan otak sudah siap untuk dibawa masak.
4) Usahakan ikan udah dibumbuin malamnya (*Direndam di air jeruk nipis + garam). Sayur udah dipotong - potong (*Biar kesegarannya tahan lama, masukkan di kotak kedap udara). Bawang udah diiris - iris. Cabe udah di blender. Dan nasi udah dimasak. Jadi tinggal cemplung2, dan gak usah ribet2 kan?
5) Yang mudah di stok untuk sahur dan buka? 
- Bihun. Bisa digoreng bisa direbus. Dan bikinnya saaangat mudah!
- Sirup
- Kacang hijau
- Roti2an
- Telur
- Susu Kotak
- Buah

Oiya, satu lagi. Butuh keikhlasan + hati yang lapang + cinta yang berlimpah. Oh, sama otak yang super cerdas untuk merancang menu yang simple, enak, plus penuh gizi.

Klo dari sisi Abang juga ada yang berubah. Sekarang, gw gak perlu bangunin ampe 5 kali. Panggil sekali aja udah bangun, padahal dulu susaaaaah. Hahaha!

Sebelum Ramadhan, Sambil pegang tangan abang, gw tanya target ibadahnya apa. Gw juga ditanyain balik, dan jawaban kami gak muluk2.

Cuma pingin bisa sahur, bisa sholat 5 waktu on time, bisa lebih sering ke masjid deket rumah, biasakan sholat sunnah dhuha ama tahajud. Cuma itu doang. Tapi yang doang, ternyata cukup sulit juga. Mudah2an setelah 30 hari jadi benar - benar terbiasa.

Selamat menjalankan ibadah puasa semuanya~ mohon maaf lahir batin ya...


Share:

26.6.14

KUMAL

Bismillahirrahmanirrahiim...

Pada suatu hari,
"Dede, nanti bos Abang, Bu A, mau ketemu ama Dede, Dede dandan yang cantik ya..." Ujar abang via telpon.
"Emang selama ini Dede jelek ya, Bang?" Tanya gw kaget dan putus asa.
"Enggak, cuma kadang - kadang Dede kumal..." Ujar Abang polos, tajam dan terpercaya.

Did you hear that? KUMAL saudara - saudara, gw dibilang KUMAL. Dan sepanjang siang di telinga gw berdengung KUMAL, KUMAL, KUMAL, KUMAL...

Rasulullah SAW bersabda kepada Umar, “Maukah kuberitahukan sebaik-baik simpanan seseorang? Dia adalah wanita shalihah, yaitu jika suami memandangnya, dia menyenangkannya.”

Dari hadits Abdullah bin Salam, bahwa Rasulullah bersabda ”Sebaik-baik istri ialah istri yang menyenangkan kamu bila engkau memandang (nya), dan taat kepadamu bila engkau menyuruh (nya), serta menjaga dirinya dan harta bendamu di waktu engkau tidak berada bersamanya.”

Gw adalah istri yang sangaaat sensitif. Gw dapat menangkap teguran sehalus dan setipis apapun. Gw sangat peka dengan sindiran - sindiran tak kasat indra. 

Kalimat Abang bikin gw merenung sepanjang siang. Gw kalau bangun, cuma modal kuncir rambut, trus langsung bikinin abang sarapan. Cuci muka sikat gigi? Nanti dulu. Alesannya, nanti sarapannya telat.

Trus, gw masak ama bersihin rumah dari jam 8 ampe jam 12. Pas Abang pulang makan siang, otomatis gw udah bau bawang, cabe, ikan, ama debu. Rambut acakadut, masih dikuncir ala kadarnya. Baju juga pakai ala kadarnya yang udah pantas dijadiin kain pel. Gw gak pakai make up, males. Alasannya, gw kan gak kerja, di rumah doang, ngapain gw rempong make up- an segala?

Gw tiba - tiba ingat abang juga pernah ngomong, "Dede gak rajin dandan kayak dulu lagi..." (*Alasan gw : Dulu kan bukan Dede yang masak, nyuci, ama ngepel). Soalnya dulu masih nikah jarak jauh, masih sama - sama ngekos.

Gw ingat emak pernah nasehatin, "Bangun pagi, mandi, dandan! Gak keluar rumah tetap dandan! Biar suami enak pulang lihat istrinya cantik. Biar kerjaan cuma masak, dandan! Pakai baju yang bagus! Walau gak keluar rumah, tetap pakai baju yang bagus, hal kecil, tapi menyenangkan syuami..." Gw ingat pas emak ngomong gini, gw pasang tampang 'Maaak... Believe me, abang gak akan berpaling?

Kata siapa? Ansuransi dari mana? 

Sesetia - setianya Abang, menurut penelitian, lelaki dengan makhluk visual, pasti suka lihat yang cantik - cantik. Gw jadi kebayang kalau tiba - tiba di tengah jalan abang lihat cewek cantik, trus abang gumam dalam hati, "Ih, istriku sebenarnya lebih cantik, cuma KUMAL..." (*FYI, gw sekarang trauma dengar kata KUMAL)

I'd join Gerakan Istri Anti-Kumal sedunia.

Have a NICE NICE day!



Share:

"Cintailah dengan alay, dan sealay - alaynya..."

Bismillahirrahmanirrahiim...

Kebahagiaan gw akhir - akhir ini sangat sederhana. Sesederhana melihat abang senyum. Sesederhana gw sanggup menyelesaikan cucian, strikaan, dan piring kotor. Sesederhana nonton sinetron berdua ama abang, lihat timeline facebook berdua, dan nari - nari berdua.

Gw gak sedang menggombal, tapi dari semua itu, melihat abang senyum adalah kebahagiaan terbesar gw. Alay? Sepakat. Emak gw juga bilang, gw kalau mencintai memang alay. Sealay surat ulang tahun yang gw tulis untuk mama kelas 2 SMP. Sealay blog ini yang 95% isinya pasti ada Abangnya. Dalam hal mencintai, moto gw adalah "Cintailah dengan alay, dan sealay - alaynya..."

Pun sebaliknya, gw paling gak tahan klo lihat wajah abang kelipet. Bisa dibilang, klo mau bikin gw tertekan, lo cukup bikin syuami gw cemberut seharian di depan gw. Ugh, pingin sembunyi di lemari rasanya. Beneran! (*FYI, gw beneran masih muat sembunyi di lemari tertutup. Gak percaya? Ke rumah! Gw buktiin!)

Syukurlah, gw punya selera humor yang cukup baik. Gak percaya? Please, look at this picture...


Ini adalah hasil keusilan gw yang TERKINI. Dan sukses membuat abang + mertua + emak + adek + tante + ipar gw ngikik - ngikik.

Abang selalu pulang makan siang, kecuali lagi sangat sibuk. Abang pernah bilang, "Kalau lagi stress di kantor, Abang senang pulang atau nelpon dan dibikin ketawa ama Dede..."

Well, gak selalu sih... Kadang justru gwerasa bikin abang tambah stress karna kontrol kerja otak dan motorik gw yang gak sinkron. Gelas pecah? Hape pecah? Badan biru2 tapi gak jelas dan gak ingat asalnya dari mana. 
"Ini memar kenapa, De?" Tanya abang sambil menunjuk memar di lutut gw.
"Gak tau..." Kata gw sambil ikutan lihat lutut.
"Dede kayaknya perlu kaca spion atau lampu sen ya, supaya gak asal tubruk sana sini..." Kata abang sambil geleng - geleng.

Klo abang udah geleng - geleng, gw biasanya dengan kurang ajarnya ikut geleng - geleng, dan berujung pada joget  geleng - geleng, sampai abang ikutan ketawa dan ikutan joget geleng - geleng. Klo tetangga lihat, respon mereka pasti geleng - geleng dan bergumam "Pasangan gila..."

Gw bahagia klo sukses bikin abang ketawa. Dan kadang ada semacam adiksi tersendiri untuk membuat abang ketawa terus - menerus. Gw gak punya stock humor sbenernya, cuma datang aja tiba2 dan jadinya lucu, paling mentok ya, garing... Tapi itupun masih bisa ditertawakan.

Hal - hal serius di masa lalu pun, bisa ditertawakan di masa kini. Padahal dulu rasanya buat senyum aja sulit.

Gw harap, dengan membuat abang senyum/ketawa, letih dan beban hidup abang bisa sedikit terangkat dan Abang punya energi lebih untuk berjuang demi rumah tangga, agama, negara, bangsa, dan dunia... (*makin alay)
 



Share:

14.5.14

Resep Perkedel Jagung Non MSG

Bismillahirrahmanirrahiim...


Sesuai permintaan adik kamar gw di SMA Taruna Nusantara, berikut gw lampirkan resep perkedel jagung non MSG ala istri cilik. Resep ini diajarkan turun temurun oleh Mamak Mertua. Namun dalam prosesnya, diinovasi sedikit oleh gw. Nyahahaha! *alaaaahh nambahin lada doang gaya amat!*

Bahan :
- Jagung Manis
- Telur
- Tepung Terigu
- Daun Bawang
- Daun Sop
- Bawang Merah
- Bawang Putih
- Cabe keriting
- Garam
- Lada

Cara Pembuatan :
1) Niat dan Doa. Yakinkan bahwa Anda akan memasak dengan penuh cinta dan pasti enak. *toeeeeng*

2) Iris bawang merah, daun bawang, dan daun sop. Geprek bawang putih, lalu cincang. (*tips : Diamkan beberapa menit setelah digeprek, lalu cincang. Ini akan memaksimalkan zat anti kanker dalam bawang putih, loh!)

3) Siapkan wadah, iris - iris jagung dengan pisau atau boleh juga alat parut (*sesuaikan dengan selera). Kalau pakai pisau, niscaya akan dihasilkan butiran jagung yang agak besar dan akan lebih gurih waktu di goreng. Parutan menghasilkan tekstur jagung yang lembek seperti bubur.

4) Tambahkan telur dalam adonan.

5) Masukkan garam, irisan bawang merah, bawang putih, daun sop, daun bawang, cabe keriting dan sedikit lada. (*ntah knapa gw hobi mencampur lada dengan apa saja. Mungkin karna gw suka efek hangat dan ampuh mengobati radang tenggorokan. Boleh gak pakai lada kok)

6) Aduk sampai adonan tercampur sempurna. Barulah masukkan tepung terigu. Aduk lagi ampe adonan padat. Tambahkan sedikit air. Pokoknya bikin sampai adonan tidak terlalu padat, dan tidak terlalu cair.

7) Ambil adonan sesendok, goreng dalam minyak panas. Bentuk sesuai selera. Klo mau renyah, agak dipenyetin. Klo mau gemuk berisi, goreng agak bertumpuk.

Catatan : karena gak pakai msg, bawang dan daunnya boleh dibanyakin sesuai keinginan lidah. Adonan bisa dikulkasin loh! Dan digoreng pas laper aja! Enak anget -anget!

Sekian!!! :D


Share:

7.5.14

Aplikasi Favorit Istri Cilik

Bismillahirrahmanirrahiim...

1) Thumbstory

Ini adalah aplikasi untuk pencinta cerpen. Gw girang banget begitu tau ada aplikasi kayak gini. Kita bisa sharing cerpen dan punya temen sesama pencinta cerpen. Kadang juga Thumbstory ngadain lomba cerpen. Username gw di Thumbstory : mershellysyanel. Mohon di subscribe! Gw pernah menang sekali. Ini dia cerpen gw yang menang pas lomba Love and Hope : http://thumbstory.com/frontend/webview/7815 

2) Quora

Menurut gw ini adalah aplikasi yang sejuta kali lebih brilian daripada facebook dan twitter. Kinda geek, tapi keren. Socmed ini menawarkan pertayaan Apaaaa saja dan nanti bakal dijawab oleh berbagai kalangan, mulai dari yang expert sampai yang asal nimbrung tapi jawabannya classy. Pertanyaan tentang hormon cinta, trus benang - benang biru yang muncul ketika kita menutup mata pun ada loh! Cuma gw rada jiper kalau mau nanya di aplikasi ini. Soalnya bahasa inggris gw STD (*standar-red) bangettt~ Jadi gw gak terlalu aktif nanya. 

3) TanyaUstadz

Aplikasi ini berisi pertanyaan seputar permasalahan umat muslim. Bahkan tentang kesehatan juga ada loh! Dan jawabannya selalu disajikan berbagai hadis, dan ujung - ujungnya kembali pada hati nurani kita sendiri mau pilih jalan yang mana (*gw ngomong apa sih?) Yah, Anda - anda skalian bakal ngerti klo download sendiri aplikasinya. He!

4) AllWomenStalk

Aplikasi ini cewek bangets! Berbagai tips dari mulai kuku sampai film ampe relationship ada disini. Ditulis oleh berbagai penulis lepas mancanegara.

5) Movreak
Yang ini gw demen soalnya update banget soal jam tayang, harga tiket, bahkan sisa seats di bioskop - bioskop berbagai daerah. Daaaan, ada berbagai review film dari berbagai users. Sayang banget skarang udah jarang nonton... Hiks...

6) Blogger
Gak ada yang ngalahin ngeblok di komputer, apalagi yang layarnya segede iMac. Tapi apa daya dikala paket kuota internet dan waktu tak cukup memadai, aplikasi blogger menawarkan kemudahan ngeblog dengan jempol. Tapi sayangnya fitur dan tampilannya belum bagus - bagus amat. Masih kalah kalau mau dibandingin ama Tumblr. But I like you anyway, Blogger, meski postingan blog gw gak ter-justify dengan baik karna gak ada opsi justify.

7) Detikcom
Menawarkan berita terupdate dan tidak rakus makan quota. Gw paling suka kanal food, health ama wolipop. Meski kadang suka gatal juga pingin kepo detokhot. Hahaa!

8) Instagram
Udah jelas. Akun gw : mrs_safru

9) Facebook
Agak jarang tapi masihlah... Akun : Mershelly Syanel

10) Twitter
Since tiba-tiba followers gw ter-kick semua, gw jd males. Hahaha! Akun : Mrs_Safru

11) Period Tracker Lite
Tau kan ini buat apa? Ini buat cewek. Dengan fitur cukup lengkap dan tampilan sangat indah menurut gw untuk takaran FREE!

12) Al-Qur'an
Meski jarang dihidupin, gw merasa aman asal aplikasi ini ada di hp. Hahaha! (*setan lo, shell!) kayaknya ini aplikasi Qur'an satu satunya yang lengkap murottal ama terjemahannya. Dan untung suara penerjemahnya bagus.

13) Houzz
Ini aplikasi gambar - gambar interior rumah yang kereeeeen banget. Enak cuci mata disini.

14) Goodreads
Aplikasi buat hunting buku. Rating - ratingnya ama reviewnya manteplah.

15) Wally
Ini aplikasi semacam dompet digital, dan gw jatuh cinta ama tampilannya.

Ini versiku, apa versimu?!


Share:

6.5.14

Cinta

Bismillahirrahmanirrahiim...

Bicara tentang cinta emang gak ada 'finish'nya. Siapa sih yang gak pernah ngalamin jatuh cinta. Even Angsa Putih aja jatuh cinta, dengan cara yang mungkin berbeda dengan manusia. Tapi judulnya sama kan? Cinta.

Gw pribadi telah melihat, bertemu dan merasakan berbagai wujud cinta. Mulai dari yang cuma percik - percik doang ampe yang membara kayak kebakaran. Tapi dari semua cinta - cintaan itu, setelah gw ingat - ingat, mereka punya wajah dan karakteristik yang beda - beda.

Gw pernah berada pada tahap gak percaya cinta sama sekali. Ini terjadi waktu gw SD sampai awal SMP. Yang bikin gw berpikir demikian adalah pernikahan orang tua gw sendiri.

Awal SMP, gw suka ama abang kelas gw. Gw ingat waktu itu gw sangat tampak bodoh bin blo'on. Gw rela nangkring di halaman pas istirahat cuma buat ngelihat si Abang kelas. Tapi waktu itu gw jatuhnya kayak ngefans, bukan kayak jatuh cinta. Dan gw sama skali gak ada rasa pengen jadian. Gw ngefans soalnya mukanya abang kelas itu mirip sama tokoh cowok di komik kesukaan gw yang judulnya 'Love After School'.

Di SMP, (*sorry ya kalo kesannya sombong dan narsis), gw baru tahu kalau gw cukup memikat (*lempar bata). Karena cukup banyak yang nulis surat cinta diam - diam di laci meja gw, ada yang ngajak ketemuan pas pulang sekolah mau nembak, ada yang bela - belain bantuin gw piket kelas padahal bukan jadwalnya piket, ada yang rela bikinin tugas 'bikin sirup', macem - macem. Ada yang alim banget, saking alimnya rajin ngingetin gw sholat (*FYI, dulu gw sekolah siang, jadi zuhur ama ashar itu di sekolah). Bahkan ada yang ampe jatuh sakit karena gw tolak. Wooo!

SMA lebih parah, ada yang bikin perjanjian darah karena (katanya) cinta banget ama gw. Tapi ujung - ujungnya malah gw ketakutan dapat surat berdarah - darah dan nganggep dia agak stress sedikit, jadi dengan tanpa basa - basi ya gw tolak juga. Ada juga yang ampe bilang, Lebih baik mati dari pada gak ama gw. Bagi sebagian cewek, ini mungkin menggugah, dan membuat lo berpikir 'Gileee segitu cintanya dia ama gw'. Tapi bagi gw, itu justru bikin ilfil dan kabur terbirit - birit.

Tapi diantara semua cinta - cintaan itu, gw belum nemu orang yang gw cinta, tapi gw pingin hidup sampe mati ama dia. Gw belum pernah yakin 100% menyerahkan hidup gw pada seseorang, sampai gw ketemu Abang.

Somehow, abang, cuma sekali lihat, gw udah merasa yakin hidup gw aman kalau gw serahkan ama beliau. Entah kenapa. Dan seriusan nih, gw gak lagi sedang menggombal.

Dengan Abang, cinta bak roller coaster. Nano Nano. Ada waktunya gw sayang banget, cinta banget, tergila - gila banget. Ada saatnya gw sebel. Terutama kalau Abang gak meletakkan kaus kaki, baju kotor, dan sampah pada tempatnya. Terutama juga kalau gw dicuekin. 

Anehnya, cinta yang ini gak meletup - letup amat. Cinta yang ini santai, tenang, dan cenderung mendorong gw melakukan apa saja, yang penting Abang bisa senyum. (*Meski jatohnya sering kali malah sebaliknya, but at least I try). Cinta yang ini, agak menuntut, tapi memberikan timbal balik yang memukau. Cinta yang ini 'memaksa' gw untuk lebih dewasa dan lebih tau tanggung jawab. Dan baru di cinta macam inilah, gw melihat seorang pria bener - bener berkorban buat gw, tanpa perlu ngancam pakai mati segala ataupun darah.

Gw belum punya deskripsi yang lebih baik tentang cinta. Tapi apalah arti sebuah definisi, toh cinta bisa dirasakan tanpa perlu definisi... :)

Selamat malam! Selamat istirahat!
Share:

Yang Cilik Yang Belanja

Bismillahirrahmanirrahiim...

Klo beli sayur atau ikan dari orang yang naik motor lewat - lewat depan rumah gw agak gak nyaman buat nawar. Imanjinasi gw membayangkan orangtua kerja keras kayak gitu, trus anaknya pakai seragam SD sekolah jalan kaki (*khayalan gw). Sementara di waktu lainnya, gw memperkaya hyper**** dan carr***** tanpa menawar sama skali.


Kalau logika ini salah, ya gw pasrah, biar kata hati yang memberi arah...


Btw, td gw memuji bapak2 yg jualin pepayanya ke gw. Dia yakin pepaya itu manis. Dia bahkan membukatikannya dengan mencongkel pepaya itu dan nyuruh gw nyoba. Eh, beneran manis.


Gw : "Wuah! Hebat bapak ya bisa tau ini manis padahal belum dibuka..."

Bapak Pepaya : *nyengir* "Kan sudah lama jualan, jadi saya tahu..."


Kalau mertua gw tau gw ngobrol ama penjual sayur kayak gini, trus gak pakai bahasa atau logat makassar, beliau pasti ngetawain gw dan ngawasin takut2 gw ditipu.


Dulu mertua gw ngetawain gw karna gw nanya gini ama penjual ikan.

Gw : "Pak, beli ikan yang enak digoreng, saya gak tau namanya..."

Bapak Ikan : *Mengeluarkan semua koleksi ikannya yg mahal*

Mamak Mertu : *ngikik2 ketawa2*


Klo emak gw yang di medan tau, gw pasti diliatin dengan kening mengerinyit trus bilang, "Lo jangan bikin malu gw, ya!" Haduuuhhh... Sakit perut ngebayangin betapa kedua mamak2 gw khawatir akan tingkah polah gw.

Share:

5.5.14

Narsisme

Bismillahirrahmanirrahiim...

Gw pikir, gw ini keren dan nyentrik. Sementara menurut Abang, dulu gw emang keren, tapi sekarang udah agak gak keren gara - gara Abang udah tau busuk - busuknya gw. (*But that makes you love me MORE kan, syu? Indeed. Anggap saja jawabannya iya)

Abang paling tahu kalau gw orangnya narsis. Bukan narsis di foto, gw gak terlalu suka difoto. Gw gak merasa sepenuhnya nyaman berada di depan kamera, apalagi klo orang yang motoin (*memfotokan?).

Gw narsis dalam hal terlalu mencintai diri sendiri. Gw sangat tahu persis apa yang membuat gw nyaman dan tidak nyaman. Gw bahkan siap untuk tidak disukai demi melakukan hal yang membuat gw nyaman. Dan gw tidak suka dipaksa.

Lho kok tiba - tiba jadi ngomongin ini? Pasalnya, orang - orang lagi pada heboh nyari kebahagian. Padahal menurut gw dari pada jauh - jauh nyari kebahagiaan, knapa gak memulai gaya hidup narsistik? Mencintai diri sendiri. Bersyukur punya wajah bulat tanpa peduli betapa seksinya wajah bentuk hati. Bersyukur punya tubuh 158cm tanpa peduli betapa kerennya tinggi 170cm.

Dan berhentilaaahh... Berhentilaaaahhhh melakukan sesuatu yang bikin senang orang lain. Oh come on, gw bukan topeng minyet (*sengaja salah ketik)

Dan dengan mencintai diri sendiri, orang akan tergopoh - gopoh minta dicintai...

Share:

Episode Galaaau...

Bismillahirrahmanirrahiim...

"The real test of true love is having all the things go wrong but there is always special way to love in spite of all the wrong things that may happen..." -unknown-


Dulu sebelum nekat kuliah jauh di Bandung, emak gw bilang, "Originalitas harus tetap terjaga..." Maksudnya apa? Maksudnya sudah jelas. 

Kata orang, cewek klo tidur ama cowok, pasti bunting. Sekarang, gw yakin kalimat itu gak sepenuhnya benar. Soalnya gw udah puluhan ribu kali tidur ama abang dan gw belum bunting - bunting juga. Ha!

Hasil pemeriksaan membuktikan bahwa, ada yang amburadul dengan sistem kerja reproduksi gw yang menyebabkan hamil jadi sulit. Gw sebenarnya gak kasihan ama diri gw sendiri, yang gw kasihani, justru syuami gw yang udah nemani gw hampir 4 tahun dengan setia.

If you love someone dearly, Anda pasti pingiiiin banget bikin orang yang Anda cintai bahagia. Iya nggak? Sama. Gw tahu pasti apa yang Abang pingin. Gw tahu matanya yang berbinar - binar lihat anak kecil. Gw tau betapa pinginnya Abang punya anak, saking tahunya, gw sampe gak bisa napas rasanya kalau lihat abang berbinar - binar pingin, tapi gw belum bisa kasih. Gw rasanya pingin membiarkan Abang melakukan apa saja asal Abang bisa dapat apa yang Abang mau.

Sedih yang gw rasain bukan soal gw bisa atau gak bisa punya anak. Sedih yang gw rasain justru karna gw ngerasa gak atau belum bisa kasih orang yang paling gw cintai sedunia ini apa yang dia pingin. 

Kalau dirunut dari belakang sampai kedepan, gak ada yang gw pingin, gak dikasih sama Tuhan. Hampir 90% keinginan gw dikabulin. Sampai gw gak punya keberanian sama sekali untuk nuduh Tuhan gak adil karena gw belum hamil - hamil juga. 

Tapi, katanya, manusia gak akan berhenti diuji. Katanya juga cinta sejati diuji. Apapun itu, gw cuma mau syuami gw dapat apa yang dia mau. 

Cheers! :')

Share:

Tentang Makassar

Bismillahirrahmanirrahiim...

Lebih baik kita gak usah membahas dosa gw yang udah jarang dan lama gak ngeblog. Karena kalau mau dibahas juga alasan gw tetep sama. Koneksi internet gw gak 24 jam. Klo pun 24 jam maka kecepatan internet paling poll adalah secepat siput yg berlari (*garing), (*semoga abang membaca rintihan hati istrinya)

Udah 5 bulan gw di Makassar. Berikut adalah review kota Makassar versi gw :
1. Makassar kotanya HOT! Panaaaasss! Klo lagi musim hujan ya hujanna gila-gilaan. Giliran kering ya... Jemuran jam 11 pagi juga udah kering.

2. Bahasa dan logat makassar itu masih agak2 gimanaaa gitu di telinga gw. Mengingat selama ini gw telah menjelajah jawa dan sumatra, lalu tiba - tiba dicekokin logat timur. Telinga gw agak gimanaaa gitu ya~ geli - geli asik. Tapi tetep aja gw masih berbahasa indonesia. Gw gak mau bisa logat tertentu! Hahaha!

3. Disini asoynya gw gak perlu ke pasar dongs. Ikan sayur semua lewat menghampiri gw naik sepeda pagi - pagi. Dan harganya tentu jauh lebih asoy daripada di Batam. Enak kan? Gak perlu ke pasar~

4. Disini cukup banyak mall dan yah... Meski belum bisa dibandingkan dengan paris van java Bandung, gw sangat puaslah dengan mall disini dari pada mall di Batam. Ekekeke...

5. Disini ada tempat belanja alat elektronik dan prabot rumah tangga yang terkenal murah. Namanya Alaska. Tokonya rameeee banget. Gak senin gak selasa gak rabu gak weekend rame.

6. Masyarakatna gak kudet - kudet amat kok. Angkot aja pake LCD, men! Dan sepertinya disini mallnya berkasta. Orang2 kasta tinggi ada di mall ini, kasta menengah ada di mall ini, kasta sudra ada di mall itu. Nyahaha~

7. Asli gw gak nyangka disini banyak bule! Dan bulenya bisa ngomong "Sudah tidak apa - apa!" Hampir Kopi gw tumpah saking terharunya,

8. Disini gw pakai listrik pulsa. Ntah knapa rasanya disini listrik mahal banget. Udah gitu sering jeglek. Di Batam perasaan listriknya kapasitas lebih tinggi, gak pernah jeglek, AC idup seenak dengkul paling mahal Rp.250.000-an. Disini Rp, 300.000-an aja udah eman2 make AC. Mungkin TDL-nya lebih tinggi (*sotoyisme*)

9. Disini alhamdulillah setelah numpang hampir 3 bulanan di tempat saudara. Akhirnya beli rumah sendiri. (*elus - elus rumah). Dan karna udah bokek buat beli rumah, awal ditempati ini rumah kosyong melompong. Hahaha! Klo teriak bisa menggema. "Tidaaak! Aaaak! Aak! Ak!"

10. Setelah membandingkan harga - harga supermarket, yang paling murah adalah belanja di HERO Mall Ratu Indah. Sayangnya jauuuuuhh...

11. Disini nonton mahaaal. Klo dulu ama Abang seminggu bisa nonton 3 kali, maka disini, sebulan sekali aja udah syukur... Ada yang monopoli bioskop sihhh... Blitzzz cpetan dong hadir di Makassar~

12. Kota ini somehow mengingatkan gw pada Medan.

13. Mantan mobil gw di Batam disini dijadiin taksi. Huaaa!! Taksi Yaris.

14. Disini Gramedia bertebaran. Dengan porsi yang sama gedenya dengan gramedia PVJ Bandung. Nyummy!

15. Gw belum banyak nemu tempat - tempat unik. Kayak kafe yang ada toko bukunya. Atau yang jual barang antik atau loakan. Beluuum... Beluumm...

16. Kuliner? Gw gak terlalu hobi kuliner soalnya makanan jenis apapun di lidah gw itu statusnya cuma dua. Enak dan enak sekali. Jadi selama judulnya masih ada makanan, gw survive.

17. Sedihnya sih ya jauhlah dari emak di Medan. Dulu sih gw jauh gak pernah masalah. Kangen juga gak lebai. Tapi makin - makin kesini... Kok kayaknya... Ninggalin orang tua, jauh, agak gimanaaa gitu... Cemas - cemas nyelekit.

18. Disini gw khatam dance Rivernya AKB48. Udah capek2 gw rekam, pake sepatu boots, pake rok pendek sobek - sobek. Sayang, gak boleh di upload ke youtube ama abang. Boleh sih, tapi di private katanya, ya elah sama ajalaaah... Padahal keren banget ("-.-)

19. Disini gw ikut arisan keluarga abang sebulan sekali. Wow! Wow! Bayangkan seorang Mershelly Syanel yang totally ANSOS ikut arisan! Nyahaha! Kutu aja ketawa guling - guling klo sampai tau.

20. Kabar gw? Tenang gw baik2 saja alhamdulillah. Masih belom hamil. Masih tetap kecil. Masih tetap ceroboh. Makin sering gak sengaja mecahin piring ama kelebihan bayar karu kredit.

Sekian! Update blog dari gw! Salam kecil!


Share:

2.3.14

Pertama Kalinya Menang Lomba Nulis

Bismillahirrahmanirrahiim...




Gw selalu tanya sama Abang, gw ini berbakat nulis atau enggak. Karena rasanya percuma gw belajar nulis mati2an kalau ternyata gw gak berbakat disana. Dan Abang selalu jawab, gw berbakat, cuma selalu kehilangan motivasi di tengah jalan. 


Agak gak percaya sih ama opini Abang. Ya, namanya juga syuami sendiri, jelek ya juga dibilang cantik.


Jadi suatu hari, mungkin karena beliau udah bosan ditanyain "Bang, Dede berbakat gak sih?" Akhirnya beliau bilang, "Ikutin lomba biar Dede tau, Dede berbakat atau enggak..."


Dan inilah dia! Alhamdulillah! Cerpen gw terpilih sebagai pemenang kompetisi nulis Thumbstory. 


Motivasi gw ikutan lomba terjawab. Rasanya seperti ada yang mengakui kalau gw 'ada bakat'. Dan rasanya gw udah mencapai piramida tertinggi Mashlow, yaitu bagian aktualisasi diri *lebay*


Gw mau berterimakasih pada *gaya gw kayak dapet piala Oscar* :

1. Syuami yang selalu support cita2 nulis gw. Donatur buku2. Donatur kritikan. Donatur cinta *Hatchiauuuu*

2. Emak gw tercinta, Kedua Bapak gw. Emak gw terutama, yang udh duluan nyadar bakat anaknya dr kecil, cuma anaknya gak percaya.

3. Mershelly Syanel. Thank you for always be 'you'.


Hadiah rencananya digunakan untuk traktir Abang ngopi :D

Share:

Rumah Kita

Bismillahirrahmanirrahiim...


Gw ingat, dua setengah tahun yang lalu, gw nangis di depan ember cucian baju. Gw nangis karena gak tabah menjalani hidup sama Abang. Awal nikah dulu, kami tinggal dikosan kecil. Gw nangis karena PMS, plus kepanasan, plus tangan gw luka karena ngucek celana jeans, plus jemuran penuh karena dipakai rame - rame, plus gw kesel banget masak sop ayam di pemanas air dan rasanya gak enak, plus ibu kosan gw teriak2 supaya jangan boros air ama listrik.*Hiperbolis*

Sebenernya kondisi gw gak parah2 amat. Karena menurut survei, kalau Lo bisa tidur dibawah atap, masih punya baju, masih bisa makan, dan masih punya tempat tidur, Lo lebih kaya dari 75% populasi dunia. Ya itu tadi gw bilang, gw 'kecil' dan tidak tabah. *alesan*

Gw ingat, abis gw nangis di depan ember cucian, gw ganti tempat nangis di tempat tidur. Abang, seperti biasa, menyempatkan diri pulang makan siang, sekalian memastikan istri ciliknya masih hidup.

Abang kaget melihat gw tersungkur di atas tempat tidur, bersimbah air mata, ingus dan iler. Abang gak nanya gw nangis kenapa. Kayaknya Abang bisa baca pikiran gw. Abang cuma ngelus - ngelus kepala gw sambil bilang, "I know, it's not easy for you... Tapi Abang janji, suatu hari, Abang akan usahakan Dede rumah yang bagus... Tapi sekarang Dede sabar yah, Sayang ya..." 

Hati gw rasanya ditabrak truk trontron (*Itu loh, truk peti kemas yang gede). Gw egois. Padahal klo gw lihat Abang, Abang saat itu basah kuyup keringatan, panas terik jalan kaki bawain gw ikan bakar sebagai ganti sop ayam gw yang gak enak. Dan abang gak kayak gw, tersungkur berbalut air mata, ingus, dan iler. Abang tetap senyum... Kemana janji bullshit gw yang bunyinya, "Kita susah seneng sama2 yah, Bang..."? Dude, I left him behind...

Akhirnya, gw ngerti maksud hadist ini : 
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”
(QS. An Nuur (24) : 32

Dan sekarang, dua setengah tahun setelahnya, Abang penuhi janjinya. Sebuah rumah yang dipilih berdua. Yang dengan bangga bisa dibilang 'Rumah Kita'. 

Gw gak bisa bayangin klo syuami gw bukan Abang. Mungkin klo bukan Abang, pas gw bersimbah air mata, ingus, dan iler, di tempat tidur itu, gw mungkin udah langsung dibuang ke tong sampah terdekat.

Alhamdulillah doang rasanya gak cukup, dan gw gak tahu harus ngapain. Gw cuma bisa nulis, dan berharap orang tergerak untuk lebih bersyukur lagi ama hidup. 
Share:

5.2.14

Finally! A good Internet Connection Here!

Bismillahirrahmanirrahiim...

Lama ya? (*Pasang tampang lugu)
Halo, dunia blogger apa kabar? Gw baik, dan akhirnya bisa nemuin koneksi internet yang gak butuh kesabaran. Tapi ini gak berarti gw bakal lancar ngeblog, karena hidup tengah mengombang - ambingkan gw ke berbagai daerah.

Tiba - tiba gw resign kerja, trus tiba - tiba Abang mutasi ke Makassar, trus tiba - tiba beli rumah dengan nekat, sebulan tinggal di rumah saudara, Abang tiba - tiba tugas di pulau terpencil bernama Selayar, lalu tiba - tiba gw balik ke Medan lagi jadi anak Mami, dan tiba - tiba yang lain. 

Setahun ini, hidup rasanya kayak akrobat, menegangkan, tapi masih bisa dinikmati, Dan pasti pertanyaan yang gak pernah absen dari benak pemirsa, sudah hamilkah istri cilik? BELUM. Sudah isi kah? Sudah, isi gulai daging buatan Mama. Enak. Banget. Gilaaak. *Ngences*

Kesehatan gw lagi di titik terburuk. Belum setahun kayaknya ada deh gw 6 kali sakit, 3 kali ke dokter. Kulit gw lagi gak keren. Badan gw lemah. Berat badan cuma 45. Masa bisa - bisanya batuk ampe dua-tiga bulan gak sembuh - sembuh. Ya, perlu diakui, gw stop yoga, stop makan sehat, jadi ya beginilah akibatnya...

Akhir - akhir ini lagi seneng baca PDF tentang cara menulis fiksi ama self-healing. Mulai deh, obsesi aneh - aneh. Kebanyakan teori, praktekinnya susaaaaaaahhh. Apalagi hidup dikelilingi, spesies karnivora yang kalau makan daging bisa bikin ngileeeeerrrrr.... kuliner Medan juga bikin ngilerrrrr... gua optimis menaikkan berat badan beberapa kilo disini!

Gak banyak sih yang mau gua tulis. Udahan. Da!
Share:

10.1.14

Asyik! Mobilnya laku!

Bismillahirrahmanirrahiim...

Ini sebenarnya adalah kejadian yang sangat bersejarah dalam hidup gw. Bukan hanya sekedar masalah laku trus dapat duit cash! Fresh from di oven. Ini menyangkut kepercayaan gw pada do’a. Kok bisa? Simak selengkapnya dengan terus membaca. Ok?

Di postingan sebelumnya, Gw udah cerita kan? Alotnya/Ribetny/Sulitya ngeluarin mobil dari Batam dan memutuskan untuk menjual. FYI, waktu efektif kami jual mobil itu Cuma 2 minggu. Dan asli itu bikin gw stress berat sampai pilek, asma, ama batuk sebulan gak sembuh – sembuh. (*Ok, ini lebay).

Muai dari kisah gw dulu ya, akhirnya setelah memahami kondisi pasar, gw diskusi sama Abang sampai akhirnya menetapkan harga akhir. Waktu kami tinggal seminggu. Psikologi udah dalam posisi pesimis tingkat akut. Malamnya gw gak bisa tidur. Gw pasang iklan dimana – mana dengan harga baru. Paginya, gw cuci mobil (*Tumben*) gw elus – elus sambil komat kamit baca mantra. Abis nyuci, gw bilang ma Abang “Bang, hari ini mobilnya pasti laku”.

Gw jeleknya, adalah orang yang pesimis ama doa. Entah karna gw sadar gw banyak dosa, trus jadi PeDe doa gw gak bakal terabul. Atau karna gw punya doa yang belum dikabulin, trus gw jadi pesimis. Ga ngerti. 

Tapi hari itu beda, dititik kepasrahan gw, gw sholat dhuha (*tumben... tumben banget...) dan semoga ini bukan Riya’ ya. Abis sholat, gw berdoa, mohon dengan sungguh – sungguh, kayaknya ini doa yang paling sungguh – sungguh yang gw panjatkan di Tahun 2013. Gw sebutin semua sifat Allah, ampe gw ungkit – ungkit janji Allah untuk orang yang berdoa.  (*Inilah contoh hamba yang gak tau diri ya…). Gw juga berdoa supaya orang banyak yang jatuh cinta ama tuh mobil dan tertarik mebeli.

And you know what?
Siangnya...
Mobil laku.
Hari itu juga.
Sampai orang pada rebutan beli itu mobil.
Ampe bermohon - mohon mobilnya jangan dijual ke yang lain...
Tanpa berkurang dari harga jual sedikit pun.
Wow.
Allah beneran ngabulin.
Gw ampe terbengong – bengong.
Ngerasa berdosa.
Ngerasa bodoh, bisa – bisanya gw gak percaya ama doa...  

Jual mobil gak gampang. Ada yang nelpon, secercah harapan muncul. Gak jadi. Ada yang nelpon, janjian ketemu, ampe abang nungguin seharian, eh orangnya gak jadi datang. Ada yang nawarnya afgan. Ada yang protes sana – sini, tapi ngebet pingin beli juga. Macem – macem. Tapi seriusan, banyak banget hikmah yang gw pelajari  dari sini, ,baik sebagai pembeli, mau pun penjual. Antara lain sebagai berikut :
  • Gw belajar ‘Research Market’ yang lebih real disbanding buku teori pas dibangku kuliah. Yang ini, gw gak bermaksud rasis ya, tapi gw salut sama pembeli Chinese. Loh kenapa? Mereka paham banget kondisi pasar, kondisi mobil, sampai harga pasaran. Mereka bahkan kasih tips macem – macem seperti resiko ‘Plat V’, itu gw baru tau dari mereka. Asuransi bisa dicairkan, itu juga gw tau dari mereka. Dan hebatnya, hanya dengan melihat STNK mereka udah tau kualitas mobil macam apa. Kalau udah suka ama tuh mobil, mereka gak segan – segan muji, tapi klo ada jeleknya ya ngatainnya sadis juga (*Intinya sih mereka pedagang yang akan mengatakan apa adanya kondisi barang). Mereka juga umumnya langsung sebut harga dan bilang “Kalau mau segitu, saya langsung ambil, sudah ada cash-nya!” Beuh!!! Luar biasa!
  • Makelar is everywhere. Siap menempel kapan saja tanpa diminta dan mengambil keuntugan berkisar Rp. 500.000 – Rp.2.000.000
  • Jual Online di TokoBagus, Berniaga, FJB kaskus atau FB somehow menurut gw gak bisa disepelekan. Malah gw berani bilang lebih bagus dari pada surat kabar. Yah, biar pun akhirnya pembeli mobil gw, kawan sendiri, tapi pembeli serius lain yang sampe rebutan, itu pada dari TokoBagus.

Share:

Pindah? Mobil Gimana?

Bismillahirrahmnirrahim...

Judul diatas adalah hal yang paling bikin sel - sel dendrit di otak gw galau dan saling nyetrum. Soalnya beli mobil baru di batam itu kondisinya menyedihkan, dan itu baru gw ketahui setelah mau jual mobil. Pas beli, pemahaman gw Cuma sebatas, “Oh, Batam kan FTZ, jadi asik nih dapat mobil lebih murah, klo mau dikeluarin tinggal nambah pajak dikit kan?”. Salaaaaaaah besaaaaarr! Kondisinya seperti ini :
  1. Mobilnya FTZ. Dan kalau mau dikeluarin dari Batam, maka akan dikenakan bea cukai plus PPN, belum lagi biaya transportnya dari Batam – Makassar.
  2. Mobilnya masih punya sisa kredit, which is means kalau mau keluarin mobil, akan lebih bijak untuk dilunasin dulu. Kenapa? Ada yang bilang bisa kok tanpa harus lunas. Iya, tapi ntar waktu lunasin cek fisik mobilnya lagi di Samsat gimana? Di freight lagi dari Makassar ke Batam? Lo kira murah? *Emosi*
  3. Pelunasan kredit lebih cepat, kena biaya penalty.
  4. Dan terakhir gw baru tau kalau : TERNYATA plat dengan huruf awal dua huruf di belakang diawali dengan huruf 'V'. Mutlak ga bisa keluar Batam. Jadi gak semua mobil Batam bisa keluar batam.
Alternatif pemecahan masalah :
1. Mobilnya dibawa ke makassar.
Kendala : 
Setelah dihitung, biaya bawa mobil keluar adalah sebagai berikut (*Catatan : Gw pakai harga kisaran soalnya waktu survei dapat beraneka macam variasi harga dari yang murah ampe mahal):

  • Freight Batam - Makassar : Rp. 10.500.000 – 20.500.000
  • Cukai : Rp. 1.650.000
  • Surat Jalan Kepolisisan : Rp. 450.000
Berarti, Total terburuk adalah Rp. 22.600.000. Itu belom PPN ya?!! Lo ingat itu PPN adalah 10% dari harga beli mobil. Jd klo harga mobilnya Rp.180.000.000 makan PPN kena sekitar Rp. 18.000.000 ditamba yang Rp. 22.600.000 jadi totalnya Rp 40.600.000. Udah? Gimana rasanya? Pingin terjun bebas dari bukit kan?

2. Mobilnya dijual.
Kendala :

  •  Butuh waktu cukup lama, kecuali berani jual di bawah harga pasar.
  •  Jual mobil dengan over credit itu suuuulit. Apalagi dengan DP gede!
Sudah jelas kan? Alternatif nomer 2 lebih mudah secara kantong. Dan ini adalah anjuran untuk semua orang yang mau beli mobil di Batam :

  1.  Klo gak seumur hidup menetap di Batam, akan lebih bijak klo beli mobil cash. Banyak kok mobil batam yg low price. 
  2. Kalau gw boleh kasih saran lagi, dengan catatan ‘gak seumur idup menetap di Batam’, mending beli mobil second.
  3. Jual di tokobagus.com pasarnya lebih luas. Trust me!
Share: