5.8.13

Maaf Ma, Pa...

Bismillahirrahmanirrahiim...

Saya melihat bapak - bapak tua di bandara. Bapak itu bekerja mengangkut barang dengan troli. Berlarian kesana kemari padahal sudah sepuh. Tubuhnya kurus kering, kulitnya keriput. Saya tiba - tiba jadi teringat orang tua saya. Keduanya sering saya tinggal semenjak lulus SMP sampai sekarang.

Tak bisa dipungkiri, walau sesekali saja saya bisa bertemu kedua orang tua, saya sadar mereka menua. Ubannya bertambah, keriputnya bertambah. Dititik ini, saya merasa seperti sayalah penyebab tubuh mereka semakin membungkuk. Kalau tidak karena saya harus makan bergizi dan sekolah di tempat yang bagus, orang tua saya tak perlu sibuk - sibuk pergi pagi pulang malam. Yang saya rasa tidak berubah cuma satu, cintanya dan doanya pada saya yang tak pernah putus. Sedurhaka apapun saya, cinta mereka tak pernah putus.

Dan saya, dengan gengsi saya yang setinggi gunung, cuma bisa bikin tulisan di blog. "Maaf Ma, Pa, lagi - lagi Shelly tidak pulang..." Sudah sampai disitu. Tanpa berani meminta maaf secara langsung. Mungkin cinta dan gengsi memang harus dipisah.
Share:

0 komentar: