17.5.13

Resep Tom Yam + Buku Gw + Sirsasana + Sedikit Basa Basi

Bismillahirrahmanirrahiim...

Hallo, Assalamualaikum! (*Ngintip dari balik tirai panggung). Iya, gw tau dosa gw apa… sebulan lebih gak nge-blog kan? Iya, maap. Tapi kangen kan? Kangen kan ama gw? #KaburDariTimpukanPopCorn 

Baiklah, kembali ke panggung. Gw punya beberapa alasan yang bisa dimaafkan kok… (*Ambil secarik kertas dari saku rok). Berikut adalah list alasan kenapa gw udah lama gak ngeblog (*membaca secari kertas) 
  1. Asli, internet rumah lama banget. Jadi males internetan.
  2. Kan gw lagi fokus in process nulis buku, udah 109 halaman loh! (*Senyum manis)
  3. Enggg… ada banyak buku bagus yg lagi gua baca dan belom kelar – kelar. Nanti diresensi deh bukunya apa aja (*Waduh, makin banyak utang ngeblog gw)
  4. Sibuk ngurus syuami (*Boong) 
  5. Sibuk bersihin rumah (*Boong) 
  6. Sibuk olah raga dan masak makanan sehat (*boong) 
  7. Sibuk ibadah (*Boong banget kuadrat) 
  8. Sibuk main game online (*Jujur) 
Ehem! Baiklah kita mulai ya, mulai dari Resep Tom Yam tanpa zat aditif buatan. Yang gak suka masak, mohon jangan di skip, siapa tau ngiler dan pingin coba. Ini dia penampakannya agan - agan... Minta cendolnya yah, jangan lupa disundul, no afgan, no ngiler...


Bahan :
  • Udang
  • Laos/lengkuas
  • Sereh
  • Jahe
  • Belimbing wuluh (*Sebenernya gak ada di resep asli Tom Yam, cuma gua suka asam dari belimbing wulu, so... gw seenaknya aja merusak resep asli. Tapikan yang penting enak!)
  • Cabe merah keriting
  • Cabe rawit merah
  • Bawang merah
  • Bawang Putih
  • terasi
  • kemiri
  • Jeruk nipis
  • Daun jeruk
  • Gula
  • Garam
Cara Membuat :
  • Bersihkan udang, cabut kepalanya dan kulit kerasnya, dan jangan dibuang! Simpan kepala dan kulit kerasnya untuk dibikin kaldu.
  • Didihkan air, lalu masukkan kepala dan kulit keras udang tadi. Kalau air udah mendidih, kecilkan aja apinya, semakin lama kaldu direbus, semakin baik. (*etapi jangan sampai airnya kering dan kalau bisa airnya jangan ditambah - tambah, ntar rasa kaldunya gak kuat.)
  • Ambil jahe, ukurannya dikira - kira ajalah ya, pakai feeling, kira - kira cukup memberi rasa pada sekian ukuran air yang direbus. Ambil batu sekepalan tangan. Hancurkan! Pukul sampai penyet! Masukkan kedalam rebusan.
  • Ambil Sereh, lakukan hal yang sama pada nasib yang menimpa jahe. Yang dipukul bagian putihnya aja ya, lalu buatlah simpul, diikat kayak ikat sepatu biar cantik dan gak berantakan. Masukkan ke dalam rebusan.
  • Ambil lengkuas, lakukan hal yang sama pada nasib jahe dan sereh. Masukkan ke dalam rebusan.
  • Ambil bawang merah dan bawang putih. Iya nasibnya sama kayak jahe dkk. Masukkan dalam rebusan.
  • Ambil daun jeruk, buang batangnya, remes dikit, masukkan ke dalam rebusan.
  • Ambil belimbing wuluh, potong jadi dua atau empat, masukkan ke dalam rebusan.
  • Tutup rebusan, supaya airnya gak cepet habis, dan rebus dengan api kecil. Selagi menunggu rebusan. Haluskan cabe keriting, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, terasi, dan kemiri. Terserah mau diblender atau digiling.
  • Udah? Mari kita cek rebusan. Iya, gw tau, rebusan tampak acak kadut, bukan? Tenang! Nanti bakal disaring kok, kita cuma butuh airnya! Kalau berhasil, tanda - tanda utamanya adalah AROMA yang muncul dari rebusan rempah - rempah murni dan kaldu udang. Uuuhhh... Wanginya bikin ngiler! Kalau gak wangi? Tunggu sampai wangi, bro! sabar... jahe, lengkuas, dan kawan - kawan sedang berusaha mengeluarkan kandungan terbaiknya untuk elo, bro!
  • Next step! Ambil jeruk nipis peras airnya di dalam rebusan, hati - hati kemasukan bijinya. Masukkan garam dan gula. Cobain, rasanya udah pas sesuai selera apa belom? Kalau belom tamboh lagi sesuai selera!
  • Ambil tempat merebus satu lagi, tuang minyak sedikit, lalu tumis bahan - bahan yang dihaluskan tadi (*cabe tadi itu loh). Takarannya sesuai selera juga. Klo suka pedes banget, cabenya yang banyak, klo enggak ya sedang aja.
  • Kalau tumisan bumbu halus udah wangi, ambil saringan, lalu saring air rebusan kaldu udang, masukkan kedalam tumisan bumbu halus. Nah, sekarang udah rapi kan? gak acak kadut. Aduk air, masukkan udang yang udah dikupas. Aduk - aduk...
  • Klo udang udah matang, matikan api. Kalau rasanya terlalu sepi, boleh kok serai ama belimbing wuluhnya dimasukin lagi ke rebusan akhir sebagai penghias. Kalau mau rame boleh juga pakai cumi. Gw gak pakai cumi karena takut overdosis kolesterol. ahahaha!
  • Sajikan dalam mangkuk dan sepiring nasi panas. Wuihhh! Sedaaap! Selamat mencoba!
Manfaat masakan ini? Rempah - rempahnya bisa meringankan bahkan mengobati flu, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Kandungan rempah - rempahnya memberi rasa nyaman di perut dan tenggorokan, dan melegakan pernafasan.

Efek samping ? Ketagihan pingin nambah terus.

Perkara update-an buku gw, so far sih, 109 halaman gw cukup puas. Dan dari hasil revisi Syuami, beliau lebih puas tulisan sekarang dibanding tulisan gua yang dulu banget. Tulisan itu ya, kalau kita merasa udah bagus, coba didiemin/diendapin seminggu, terus dibaca lagi. Dia akan menampakkan wujud aslinya! Sering nih gw beginiin semua tulisan gw, terus dia berubah wujud jadi jelek banget! Aaak! dan akhirnya buku gw gak jadi – jadi. Tapi seiring gw banyak baca buku – buku literatur kepenulisan dan berlatih nulis, nge-download Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan baca buku – buku yang gaya tulisannya gua suka, akhirnya kerasa sih tulisan gua udah ada peningkatan. Minimal gak separah dulu… hehehe… #GeErSendiri. Yang bikin gw kurang puas cuma satu. Masalah riset tulisan. Tapi sedang diupayakan… tapi kayaknya bisa lebih molor dari jadwal deadline... ihik!

Perkara Yoga, gua dan abang sudah menguasai sebuah gerakan baru. Nama Asananya (gerakannya) adalah Sirsasana. Bahasa Bugisnya, Hand Stand, bahasa Indonya, berdiri pake tangan. No HOAX, gan, berikut buktinya dari syuami ane, kalau ane agak malu difoto pose terbalik kayak gitu... (*muka tersipu), jadi diwakilkan syuami saya aja yah gan...


Bagaimana cara melakukan gerakan ini? GAMPANG! (*Disarankan dengan pendamping ya?)
  1. Cari tembok yang kokoh! Udah? Duduk diatas betis (duduk Virasana) di depan tembok. Liatin tembok dengan mesra. Tatap putihnya, ucapkan "Bantu akuh yah, tembok.... mau belajar bediri pakai tangan nih!"
  2. Condongkan tubuh ke depan, tempelkan siku ke alas, sejajar bahu, sedikit agak sempit dari lebar bahu. Kepalkan tangan membentuk tripod antara siku dan tangan.
  3. Buka kepalan tangan dan letakkan bagian belakang kepala ke dalam kepalan tangan.
  4. Angkat bokong ke atas, tekan siku ke alas. Lalu langkahkan kaki mendekat ke tubuh, nanti kita akan merasakan otot punggung mengencang dan kaki kita terangkat perlahan dengan sendirinya.
  5. Jaga agar beban tubuh pada siku, bukan pada kepala.
  6. Tempelkan tumit di tembok, lalu berusaha cari keseimbangan lepas dari tembok. Bernafaslah dengan normal.
  7. Turunkan kaki dengan cara menekuk lutut.
Manfaat gerakan ini? Mempermudah supply darah ke otak, membantu melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, dan menambah energi dalam tubuh. Selain itu gerakan ini juga mengaktifkan kelenjar otak dan gondok, memperkuat sistem saraf pusat, dan meredakan emosi. Jadi klo marah, jungkir balik aja. Stress? jungkir balik aja. Gw meminta syuami melakukan Asana ini ketika pusing ngerjain kerjaan kantor ikikikiki! abis itu beliau ceria.

JANGAN DILAKUKAN KALAU ANDA : Sedang menstruasi, hamil, gangguan mata berat, dan tekanan darah tinggi.

Selamat hari jum'at! Semoga kita semua jadi manusia yang lebih baik setiap harinya! Aamiin... Maaceh udah baca  blog ini, kalau punya blog juga, jangan lupa tinggalkan komen biar bisa saling mem-follow. Be Good! Be Better! :)
Share:

0 komentar: