26.5.13

Menyepi

Bismillahirrahmanirrahiim...

Kenapa Nabi atau orang - orang yang sedang dalam pencarian diri, tingkat spiritual, atau sedang mencari Tuhan selalu suka menyepi? Beberapa mengistilahkan dengan bertapa, menyepi ke gua, meditasi, dan lain - lain.

Ide ini brilian. Jadilah gw mencoba menerapkannya dalam bentuk yg masih acak kadut. Dalam artian, gw mencoba menyepi. Sendiri kadang dengan musik, kadang dengan buku. Kadang dengan secangkir teh hangat. Kadang hanya dengan mendengarkan nafas yamg berhembus. Lalu tiba - tiba rasanya tersedot dalam lubang komtemplasi.

Dalam lubang kontemplasi ini, gw mencoba menenangkan, apa yang tinggal dan hidup dalam tubuh ini. Lalu menyusup lebih dalam, mencoba mabuk dalam diri sendiri sampai bisa merasakan sel - sel terkecil. Bahkan sempat sekejap rasanya keluar dari tubuh dan menyaksikan bagaimana gw tenang dan diam. Mistis sekali bukan? Hanya akan ada sekelumit orang yang memahami bahwa hal ini bisa dilakukan. Tuhan memang sungguh - sungguh menganugrahkan kemampuan macam itu pada setiap orang. Otak logis manusia modern lah yang mengenyahkannya.

Lalu gw dapat apa?
'Penglihatan' gw tentang apapun dalam hidup ini menjadi jelas. Kesalahan dan kelemahan jadi mudah diakui tanpa harus bersikap defensif. Inilah saat - saat dimana gw merasa mampu menunggangi emosi, bukan ditunggangi, seperti yang biasanya terjadi. Ego rasanya seperti debu, mudah ditiup dan enyahlah.

Efek samping lainnya, hati ini rasanya makin mudah mensyukuri. Hal - hal kecil yang sebenarnya harus disyukuri besar - besaran. Seperti, punya jari yang sehat while other people suffer 'Mata Ikan'. Perasaan senang karena dicintai dan mencintai. 

Dalam bising orang - orang yang mengejar dunia, bisikan semacam itu kecil sekali, bahkan nyaris tak terdengar, atau kalaupun terdengar ingin asanya dienyahkan saja.
Share:

0 komentar: