29.8.13

I Remember That Day

Bismillahirrahmanirrahiim...

I remember that day... When doctor said my baby is died. I remember i didn't cry. No, not yet. I see my husband face, sad, it hurts me so much. He stopped recording videos, confused. I felt like being robbed, shocked.

I remember that day... I was in the cab. He holded my hand, then i cried, in silence. My heart's broken. Thinking that i lost her. Thinking that i wouldn't see her. Thinking that i made my husband sad or maybe dissapointed?

I remember that day... The doctor said i'll be ok. But, Is she'll be ok? I don't know. I'm afraid she'll mad at me someday...

I remember that day, red and white... I told everyone i'm ok. I don't feel hurt. I smile, but my heart.

I saw her couple times in my dreams, i'm happy. People said i don't have to believe 'dreams'. I don't care, i see you in  my dreams. Hugging me and kissing me. I told her, she is perfect. I told her i miss her so much. I told her not to forget me. I kept asking her to apologize me. 

You're gold, kid... 
I miss you so bad...





Share:

13.8.13

Being a Teacher

Bismillahirrahmanirrahiim...

Gw sering bilang hampir dimana - mana tentang cita - cita yang satu ini, jadi Dosen, jadi Pengajar, jadi Guru. Cita - cita ini muncul dadakan macam ilham yang tiba - tiba muncul di kepala Archimedes sampai tiba - tiba teriak Eureka! di kamar mandi dalam keadaan telanjang dan hanya memakai Hiero. 

Waktu itu kelas 3 SMA, dan gw mengetuai dua tim mata pelajaran, Ekonomi dan Geografi. Sebagai senior, gw punya semacam kewajiban moral untuk 'ngajar' adik kelas dalam rangka regenerasi calon  peserta olimpiade Ekonomi. Ada semacam rasa senang yang gak bisa digambarkan waktu tau kalau adik - adik paham apa yang gw ajarkan. Gw juga diliputi rasa berhasil yang ajaib waktu adik kelas gw berhasil meraih emas di Olimpiade Ekonomi. Gw gak mengatakan emas itu diperoleh karena hasil didikan gw, gw hanya merasa bangga karena ikut 'mengantar'-nya kesana. Sejak saat itu, meski gak diucapin, dalam hati gw sungguhan ingin jadi Pengajar.

Ada suatu kejadian dimana orang tua kurang setuju dengan cita - cita gw. Balik dari SMA TN, gw ditanya cita - cita gw apa, dengan jujur, gw bilang "Jadi Ibu Rumah Tangga sama Guru". Seketika Mama gw menangis. Gw ngerti sih, karena sebelumnya, waktu ditanyai cita - cita gw apa, gw selalu jawab pingin jadi menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Cita - cita gw 'dinilai' turun derajat, karena pingin jadi Guru. But that's OK. Gw ralat ke Mama kalau yang gw maksud adalah jadi Dosen setelah pensiun jadi Mentri Perekonomian, sambil fokus jadi Ibu Rumah Tangga. Mama lumayan lega. Gw ikutan lega, tapi mau diredam kayak apa juga, keinginan jadi Pengajar itu seperti menggema - gema dalam hati. Gak bisa hilang.

Setelah banyak hal yang terjadi, salah satunya Mama menikah lagi dengan seorang Dosen (*Nah Lo!), yang mana sangat mendukung gw jadi dosen atau guru (*Nah Lo Lagi!), Mama gw seketika jadi setuju - setuju aja gw jadi guru atau dosen. Malah mendukung. Di bagian ini, gw pingin nangis rasanya. Kenapa? Karena ternyata, cita - cita yang menggema - gema di hati itu, yang gak pernah terucap itu, yang gak pernah jadi bagian dari doa setelah solat itu, dikabulkan Allah. Gw dapat izin jadi guru, setelah sebelumnya gw dapat izin juga jadi Istri Rumah Tangga di usia 20 tahun. Kesimpulannya, dua cita - cita gw yang awalnya gak mungkin diizinin, dengan cara yang 'entah bagaimana' hanya Allah yang tau, dikabulkan.

Akhirnya gw ngelamar jadi guru, karena untuk jadi dosen, minimal harus S-2. Ini adalah surat lamaran gw yang pertama setelah satu tahun lulus. Sejujurnya gw gak PD, karena gak punya Akta-IV, atau gelar kependidikan (*Semacam lisensi untuk mengajar). Tapi demi cita - cita yang menggema di hati itu, gw kirim juga lamaran itu via email. Dan eh, dipanggil audisi interview.

Karena sekolahnya bertaraf 'National-Plus', bahasa pengantarnya bilingual, Inggris - Indonesia. Yang interview kepala Sekolah ama Bule yang kerja jadi penasehat di sekolah itu (*Sengaja gak nyebutin nama, takut terlacak). Waktu interview, gw dipuji habis - habisan, tapi bukannya Ge-Er, gw malah ngerasa ini adalah 'bahasa halus' kalau gw ditolak . Gw juga disuruh Demo Teaching pake bahasa inggris. Dengan blo'onnya, gw gambar sebuah rumah dan sebuah perusahaan, lalu berceritalah gw tentang siklus ekonomi. Eh, mereka malah senang karena gw menggambar, gw ingat kepala sekolahnya bilang, "The children would be happy learning Economics from picture, very good!".

Gak disangka, gambar yang gw anggap aneh itu, berhasil meloloskan gw jadi guru. Alhamdulillah. Gw juga udah ngerasain tanda tangan kontrak kerja, ngajar di depan beraneka jenis anak - anak dari SMP, SMA, sampai SMK, punya meja kerja sendiri, punya teman kantor, ditegur bos, dapat alat tulis, de el el. Hihihihi...

Orang tua gw juga turut bahagia, mertua gw juga. Dan yang gak kalah bahagia adalah syuami gw tercinta. Abang mendukung gw secara penuh dan lebih dari sekedar kata - kata. Abang yang melatih gw interview. Abang pura - pura jadi interviewer dan gw latihan menjawab pertanyaan. Abang juga yang ikut sibuk nyariin baju yang cocok buat dipakai interview. Abang juga yang beliin gw baju batik, kemeja putih, celana dan sepatu untuk 'ngantor'. Abang juga rela bangun lebih pagi untuk ngantar gw ke sekolah. Abang juga ikutan stress bantuin gw inget - inget pelajaran ekonomi akuntansi. Bahkan Abang dan Mamak mertua gw menjahitkan celana kerja untuk gw pas liburan lebaran kemarin di Kendari. FYI, mertua gw adalah penjahit profesional, hahaha!

Dimana lagi hendak kucari, pria sepertimu, Syu...
Syuami yang mendukung segala cita - cita istrinya...
Syuami yang selalu berusaha menyediakan apa yang diinginkan istrinya...
Syuami yang selalu sabar atas segala kurang istrinya...
Terimakasih, syu... terimakasyih... I love you so much!

Inilah gw dengan Bio baru, A Philomath Domestic Diva! Married a wonderful man, Safruddin Alwi at 20th, can't live without him. Teaching Economics and Accounting. Alumnae of Taruna Nusantara Senior High School. Telkom Institute of Management's Bachelor of Business Management. I love reading spirituality books, healthy life and science-fiction. A dimple on my right cheek, Belo' eyes, and very thick eyebrows.

Alhamdulillah, memang sulit mendustakan nikmat-Mu...
Share:

5.8.13

Maaf Ma, Pa...

Bismillahirrahmanirrahiim...

Saya melihat bapak - bapak tua di bandara. Bapak itu bekerja mengangkut barang dengan troli. Berlarian kesana kemari padahal sudah sepuh. Tubuhnya kurus kering, kulitnya keriput. Saya tiba - tiba jadi teringat orang tua saya. Keduanya sering saya tinggal semenjak lulus SMP sampai sekarang.

Tak bisa dipungkiri, walau sesekali saja saya bisa bertemu kedua orang tua, saya sadar mereka menua. Ubannya bertambah, keriputnya bertambah. Dititik ini, saya merasa seperti sayalah penyebab tubuh mereka semakin membungkuk. Kalau tidak karena saya harus makan bergizi dan sekolah di tempat yang bagus, orang tua saya tak perlu sibuk - sibuk pergi pagi pulang malam. Yang saya rasa tidak berubah cuma satu, cintanya dan doanya pada saya yang tak pernah putus. Sedurhaka apapun saya, cinta mereka tak pernah putus.

Dan saya, dengan gengsi saya yang setinggi gunung, cuma bisa bikin tulisan di blog. "Maaf Ma, Pa, lagi - lagi Shelly tidak pulang..." Sudah sampai disitu. Tanpa berani meminta maaf secara langsung. Mungkin cinta dan gengsi memang harus dipisah.
Share:

20.7.13

Ramadhan Bersama Syuami

Bismillahirrahmanirrahiim...

Ini adalah puasa kami yang ketiga. Dan sahur bersama Abang suasananya masih selalu sama. Yang bangun duluan sudah pastilah gw, klo pun yang bangun duluan itu Abang, maka hampir bisa dipastikan cuma buat ngomong "Dede, udah jam 4 kita belom sahur..." Ini adalah bentuk kalimat sopan untuk "Dede bangun duluan..."

Syukurlah membangunkan Abang sahur gak sesulit membangunkan adek gw, si Kepin. Hanya dengan diteriakin sekali, "Sayang.... Bangun...", maka bangunlah Abang. Tergopoh - gopoh ke ruang tengah, lalu tersungkur kembali di karpet sampai melihat gw makan, lalu beliau ngiler, lalu ikut makan bersama gw.

Lucu ngelihat tingkah polah Abang klo lagi baru bangun sahur. Persis kayak anak kecil. Udah gitu Abang juga gak bisa makan banyak nasi kalau sahur. Lucunya, sahur pake nasi kagak bisa, tapi sahur pake durian Abang bisa. Keren kan?!

Berhubung ramadhan ini gw males masak, jadi kita lebih banyak hunting lauk di luar. Biasanya biar gak kalap, gw netapin budget buat beli lauk 30-50 rebu. Tambah 50 rebu lagi buat jaga - jaga klo tiba - tiba, Abang nempelin gw dan bisik - bisik, "Dede, Abang mau itu, boleh?" Kayak anak kecil juga, lucu abis.

Ngomongin soal Tarawih, syuami gw rajinnya dapat jempol. Gw yg udah kendor semangat tarawihnya, jadi gak mau kalah ikutan tarawih itu ya... Karna Sponsornya Abang (*mudah - mudahan niat gw sholat gak menyimpang). Padahal Abang gak pernah maksa gw tarawih. Mungkin ini juga salah satu alasan kenapa nikah itu menyempurnakan separuh agama. Jadi berlomba - lomba gini siapa yang tekun sholatnya. Kekekeke!

Rutinitas buka puasa kami juga ada. Abang selalu bantu gw nyiapin makanan di piring. Trus Abang juga udah ngerti apa kesukaan gw buat ngabuburit. Apa itu? Nyetel film spongebob. Lalu kami berdua tertawa - tawa ampe buka puasa tiba. (*Asli yg ini jangan dicontoh, mending buka channel tau'siyah). Trus kadang habis sholat maghrib, kami tertidur berdua di ruang musholla sampai adzan Isya, lalu kami kaget dan tergopoh - gopoh ke Masjid. Lucunya, sebelum tidur, karna di ruang musholla gak ada bantal, maka abang dengan romantis akan ngomong gini "I give you my hand..." Sambil ngasih tangannya untuk jadi senderan kepala gw.

Berhubung kampung kami satu di Padang dan satu di Kendari, satu digunung dan satunya lagi di tepi pantai, maka menentukan lokasi pulang kampung adalah hal yang sulit. Karna alasan tertentu kami belum pernah ke Padang sejak nikah, Insya Allah secepatnya. Tahun ini kami pulang kampung ke Kendari, Raha, lewat jalur Singapore karna lebih murah. Abang ampe bela - belain bikinin gw paspor. Jadi klo ditanya, gw bikin paspor buat apa, jawaban gw "Pulang Kampung".

Sekian. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga ibadah puasa kita diterima, Mohon maaf lahir dan batin... :)
Share:

15.7.13

23

Bismillahirrahmanirrahiim...

Sejujurnya gw ngeri liat angka 23. Gilak, udah 23 aja. Belom juga sempat ngapa - ngapain!

Jam 12 kurang 15 menitan, Emak gw nelpon, ngucapin selamat ulang tahun. Trus syuami gw, yg udah tidur pules, jadi bangun gara - gara merasa dikalahin ngucapin 'Selamat Ulang Tahun' pertama kali. 

Pas 12 teng! Syuami gw mulai pidato ulang tahun gw diatas tempat tidur. Ah, gw paling gak suka sebenernya, detik - detik dimana gw terharu, tapi sok - sok nahan nangis. Di tenggorokan kayak ada batu nyangkut rasanya. Nangislah gw akhirnya...

Pidato itu dimulai dengan...
"Ya ampuunn Abang lagi meluk wanita berusia 23 tahun..."
Sisa pidatonya selebihnya gw lupa, yang gw inget, saking terharunya gw nangis...

Oh, ada bangian abang bilang gini, "Never get older, Dede... Tapi mau dewasa ataupun enggak, I love you, anyway..." Plus kecup di kening. Terharu gw, akhirnya abang menyerah kalah ama 'ketidakdewasaan' gw yang sepertinya permanen.

Senenglah gw...

Sebenernya Abang mau kasih kue, tapi gw gak mau. Dua tahun ini ulang tahun, beli kue gede - gede cuman dimakan berdua sampe enek. Diganti dengan hal lain yang lebih mahal. Hahahaa! Hadiah paling keren yang dikasih seorang syuami ke istrinya, menurut gw... 

Untuk itu, terimakasyih syu... Isyu baik deh... Mudah - mudahan isyu masyuk syurga ya... Jangan lupa tarik Dede ke syurga klo tiba - tiba dede tercemplung ke neraka... Aamiin...

Apa itu hadiah dari abang?

Rahasia. Mau tau aja~

23. Hari itu sempat gw mematut agak lama di cermin. Mencari tanda - tanda penuaan. Gak ketemu! Fyuuuh~ alhamdulillah... Yang ketemu malah jerawat satu, gede! It means... Gw masih dalam masa puber, alhamdulillah.

23. Gw bingung mau kasih tema apa buat umur ini. Mau ngejar apa nih gw umur segini?
Share:

Ambivalen

Bismillahirrahmanirrahiim...

Aneh gak sih kalau ada cukup banyak hal yang gak disukai dari diri sendiri? Sialnya, gw gitu. Entah mengapa. Dan repotnya, merubah hal yang gak disukai itu gak semudah ngupil atau balikin telapak tangan.

Aneh gak sih klo dari cukup banyak hal yang gak disukai itu, gw masih tetep cinta ama diri gw sendiri? Dilihat di kamus, 'Ambivalen' namanya. Ketika cinta dan benci terbungkus sekaligus dalam satu objek yang sama.

Sementara untuk cinta, sepanjang hayat dikandung badan, definisi gw selalu berubah - ubah tentang yang satu itu.

Definisi 5 tahun silam?
Cinta adalah dongeng, dia sejatinya karakter fiktif yang dipuja - puja dan terlalu diagungkan berlebihan oleh pujangga, dan korban rasa berbunga - bunga.

Definisi 3 tahun silam beda lagi, definisi sekarang juga beda lagi. Tapi gw gak mau kasih tau, yang ini disimpan dulu saja untuk nanti - nanti.

Sudah ah, aneh pagi - pagi bulan puasa ngomongin cinta. Ntar batal~
Share:

11.7.13

Audit Resolusi 20-23 Tahun

Bismillahirrahmanirrahiim...

"Ini fotonya agak gak nyambung ama judul gapapalah yaaa..."

Audit resolusi 20-22adalah sebuah langkah untuk melihat keberhasilah resolusi yang telah disusun selama rentang usia 20 sampai 22 tahun. 

1. Aspek Pengelolaan Emosi
20 : Gw nyata/frontal/terang2an/ekspresif banget tentang apa yg gw rasain. Bisa dilihat di twitter, di facebook, bahkan blog. Kalau marah ya gw marah ampe bernada tinggi, klo gak suka ya gw bilang langsung to the point gak suka. Menurut gw pribadi, ini adalah usia dimana emosi gw masih dalam tahap Barbar! Hahahha!

21-22 : Gw bisa dikatakan telah sukses meredam semua keinginan untuk mempublikasikan emosi negatif ke sosial media. Bukan karna gw menganggap itu gak baik, tapi lebih ke gengsi dong keadaan gak stabil bin labil gw dilihat orang. Titik baliknya adalah saat ada masyarakat yang protes ama status2 gw yg bikin mood mereka jelek. Nyahahaha~ Tapi ini tetap aja usia dimana ngeluh dan ngedongkol itu nomor satu. 

23 : Insya Allah di umur 23 nanti, gw pingin lebih 'samar' lagi ama emosi gw. Kayak intel2 itu loh. Jadi klo lagi marah, orang gak tau gw lagi marah. Lagi seneng, orang juga gak tau gw lagi seneng. Ini gw kasih judul 'Emosi Ninja' soalnya pergerakannya cenderung gesit dan tak tampak. Hakhakhak! Atau minimal klo emang belom sanggup kayak gitu, gw pingin klo marah ya nangis aja gitu, gak usah teriak ngamuk2 banting piring~ Klo seneng ya anteng aja gitu, bersyukur dalam hati, gak usah lompat2 gak jelas kayak biasanya~

2. Aspek Manajemen Kesehatan
20 : Ini adalah masa terkelam sejarah perkesehatanan dalam hidup kayaknya. Tidur selalu lewat tengah malam, insom, indomie makanan pokok, teh+kopi udah jadi ganti mutlaknya air putih, makan selalu telat, kadang cuma sehari sekali. Gilak!

21-22 : Umur 21 masih agak ngeyel, tapi pas 22 Udah nyobain vegetarian sebulan, foodcombining sebulan, makan ala rasulullah (ini menurut gw sulit terutama dari segi 'porsi' dan adab), memporsikan sayur dan buah jauh lebih banyak, udah nyobain yoga, skipping, ampe nari2 gak jelas. Gw juga banyak memborong buku2 berbau kesehatan. This is good. Hasilnya juga nyata banget kerasa di badan.

23. I WOULD DEFINITELY CHOOSE HEALTHY LIFE! Bukan apa - apa, tapi kerasa banget di kulit, di badan, di pergerakan, klo apa yang dimakan bagus, semua yang dilakuin jadi enak. Jadi karna umur 22 masih labil coba2 berbagai alternatif, 23 gw sudah menetapkan olahraga yoga + konsumsi buah sayur lebih banyak, + meminimalisir daging, memperbanyak air putih, dan puasa adalah rencana hidup sehat gw yang baru. 

3. Aspek Spiritual dan Religi.
Gw belum memahami betul sih perbedaan spiritual dan religi, tapi sempet baca dikit klo spiritual itu lebih ke kepekaan hati/jiwa terhadap lingkungan, filosofi hidup, perenungan batin yang dalam, dll. Sementara religi lebih ke ibadah kita dalam lingkup agama.

20 : Asli, ini pas mau nulis kata pertama, gw terdiam beberapa detik. Gw gak bisa menilai spiritual religi gw. Hahaha! Yang jelas gw inget pada fase ini gw sempat coba jadi 'netral' trus belajar banyak agama. Gw ingat gw bookmark semua jenis kitab online. Eh ujung2nya balik ke Islam juga, karena sudah cari alasan untuk tidak memilih islam, tapi tidak ktemu2. #apasih. Spiritual gw belum menggali sama sekali.

21-22 : Spiritual mulai jalan sedikit demi sedikit. Lewat mencoba meditasi ala yoga, biar perasaan lebih kebuka, tapi ditengah jalan gw malah ngerasa aneh sendiri, emang sholat gw kenapa? Kok gak mempan bikin hati gw kebuka? Harusnya pake sholat kan bisa menurut para ulama. Jadi kesimpulannya, ada yang salah di sholat gw yang harus diperbaiki, kurang khusyuk mungkin... Disisi lain gw mulai meluangkan diri utuk berpikir lebih dalam ke kejadian2 kecil, dan memperbanyak baca quotes bagus biar mata hati lebih tajam terasah.

23 : Lebih kenceng. Udah gitu aja.

Udah segitu dulu deh~

Share:

3.7.13

Rencana 23

Bismillahirrahmanirrahiim...

I've read enough about everything... Sekarang tinggal menentukan sikap. Gak lama lagi insya Allah kalau dikasih umur, gw bakal ulang tahun yang ke 23. Di umur 23, gw cuma pingin jadi pribadi yang lebih bijak. Berhubung ini udah h-10, jadi udah harus dari sekarang nih belajar bijaknya...

1. Belajar Optimis. Selalu, gak peduli gimana pun dunia ini bikin down. Gw nonton monster University. Itu monsternya yg kecil bulat ijo, punya sikap optimis yg gak ada matinya. Padahal udah berkali2 dikatain orang kalau dia itu "Gak Mampu". Tapi gak ada seorang pun yg berhasil bikin dia gak PD... :) optimis ini otomatis membawa seseorang ke pikiran - pikiran yang positif ya... Jadi bagus deh! 

2. Ngeluh = gak penting banget = gak ada gunanya = gak nyelesaiin masalah. Yang ada malah ngasih energi negatif ke sekitar. Kalau dirunut dari awal nikah, gw sih merasa kadar 'ngeluh' gw udah jauh berkurang ya. Soalnya tiap mau ngeluh, gw langsung gigit bibir bawah biar gak jadi ngomong. Trus klo ngeluhnya dalam hati alias ngedongkol, gw langsung alihin ama dengerin musik.

3. Kematangan Spiritual dan Berusaha lebih dekat sama Tuhan. Gak bisa dipungkiri ya, mau sesempurna apa pun hidup gw, bakal selalu ada lubang kosong buat diisi cinta dari Yang Maha Pengasih. Ini rasa butuh yang mutlak. Cuma kenapa kedekatan ini gak bisa 'kenceng', i believe permasalahannya ada di gw ya. Jadi gw harus nemuin cara gimana ritual ini jadi makin 'kena'.

4. Rajin, rajin, rajin. Prestasi kemalasan gw masih nomer wahid! Yang mana kalau gak segera gw musnahkan di umur 23... Kayaknya... Bakal bahaya... Jadi... Gw harus cepat nemuin cara biar gak males...

5. Hidup lebih sehat. Udah lebih males - malesan nih gaya hidup sehatnya. Soalnya suka gak tahan liat Abang makan enak bener. Apa aja dilahap. Gw mana tahan ngiler. Padahal prinsip gw, apa yang mau dimasukin ke perut itu dipikir -pikir dulu. Klo kira2 gak ada gizinya gak gw makan.

6. Makin jago masak, makin jago ngurus rumah, ngurus syuami, dan diri sendiri.

Itu dulu kali ya? Ntar banyak2 malah gak ada yg terealisasikan. 
Share:

28.6.13

Lawakan Baru

Bismilahirrahmanurrahiim...

Semenjak lihat video perwakilan FPI siram air ke dosen UI, gw ama syuami jadi punya lawakan baru.

Sekarang klo kami lagi ngobrol yang agak seriusan dikit trus rada beda pendapat cooling downnya nyari gelas trus ngomong "Anda diem! Anda jangan bicara!" Lalu kontan kami berdua bakal terkekeh - kekeh seketika.

See? Tontonan tertentu memberi efek tertentu pada dua bocah lucu, imut, polos macam kami... ;)

Share:

27.6.13

Lebih dari Cukup

Bismillahirrahmanirrahiim...


Gw sedang nemenin syuami tugas di Tanjung Pinang. Nginap di hotel, libur dari tugas nyapu, ngepel, masak, de el - el. Hidup impian gw banget kan ini? Berleha - leha tanpa ada yang ganggu. Tugas gw murni cuma nemenin syuami, tiap hari kerjaan gw cuma nonton, internetan, tidur, makan, buang air, ketawa - ketawa ama syuami pas pulang kerja. Seminggu lebih gw di hotel. Guess what? Gw kangen ama kerjaan Rumah Tangga gw. Gila ya? Kerjaan - kerjaan yang paling gw amit - amitin itu ternyata bisa bikin kangen. Rutinitas semacam nyiapin sarapan sambil pakai head set, sambil nyanyi dan joget - joget. Masak sambil maskeran sambil nyuci. Nyapu - ngepel sambil nulis *Iya gw beneran bisa nyapu sambil nulis, bayangin!* Gw juga kangen nyiram bunga gw. Trus curhat gak jelas ama sebuah tanaman gelas kaca di dapur gw.

Suatu hari gw terbangun sangat pagi sekitar jam stengah empat dan memutuskan untuk bayar utang puasa yang totalnya 14 biji itu. Gw berusaha setenang mungkin supaya syuami gw gak kebangun. Kasian juga beliau lagi sakit, dan gak memungkinkan bagi gw membuat ramuan nenek sihir a.k.a ramuan herbal ampuh penyembuh buat syuami gw di hotel macam ini. Eh, tiba - tiba syuami gw kebangun. Duduk. Lalu ngigau kayaknya, setengah sadar "Dede Kemana?" Dan baru bisa tidur lagi kalau udah gw samperin dan gw elus - elus kepalanya *details... details... Ini adalah bukti pertama kalau syuami gw gak bisa ditinggal.

Hal konyol lainnya adalah suatu hari di rumah kami, gw udah tidur pulas. Lalu tiba - tiba syuami gw nyolek agak kenceng. Gw kaget dan kesadaran gw langsung full 100% gw tanya kenapa? Di kepala gw, udah ngebayangin ada maling atau apaaaaaa... Eh, abangnya malah nunjuk - nunjuk lampu. Gw bingung ada apa dengan lampu? Trus dia malah kode nyuruh diem "Ssssstttt..." Karna penasaran gw tanyain itu kenapa. Abang malah bilang... "Gapapa". Asli kepala gw udah pusing itu ya karena bangun dadakan kaget. Endingnya gak ada apa - apaa. Paginya gw introgasi, dan Abang cuma bilang, "Abang juga bingung ngapain abang tunjuk - tunjuk lampu, Abang lupa mimpi apa, tapi abis itu Abang malu sendiri... hehehehe..." Adegan berikutnya, gw melorot dan garuk - garuk lantai sambil nangis. Ini adalah bukti kalau syuami gw teryata memiliki bakat 'Gak Jelas' yang mana sama menyedihkannya dengan sifat 'Ceroboh' gw.

Gw kagum banget ama karekter keibuannya Esme yang di Twilight itu loh. Gw bilang ama Abang klo gw pingin bisa seanggun itu. Abang cuma komen sebaris "Dede sih galak..." Sakit. Asli ya itu komen bikin sakit. Akhirnya gw memutuskan untuk kembali mencintai karakter keibuannya Sandra Bullock di Blind Side, yang galak, tapi cool. Ya... gw rasa itu tipikal karakter yang pas buat gw. 

Anyway, ijazah gw udah nyampe. Gw galau antara ngelamar kerja apa enggak. Klo kerja pun gw pinginnya jadi dosen atau guru. Alasannya? Suka aja. Lagian tujuan gw kerja cuma satu, gw pingin dapat gaji, hasil jerih payah gua sendiri, buat bisa hadiahin abang sesuatu. Abisnya hampir tiga tahun ini, hadiah buat abang selalu gua beli pakai duit abang sendiri. Kocak kan itu namanya? Gw beliin hadiah, yang asal muasalnya duit abang sendiri. Kesannya gw cuma perantara perubahan wujud dari duit menjadi suatu benda. 

Sejujurnya gw awalnya emang agak tertekan ama tuntutan orang - orang sekitar. "Sarjana tapi gak jadi apa - apa..." Itu kalimat awalnya bikin sakit. Tapi kalau dipikir - pikir... gw memang gak pernah milh hidup seperti yang kebanyakan orang pilih. Itu bukan gaya gw. Gw unik. Bodo amat mau unik dalam artian negatif atau positif. Gw gak bakal dengerin apa kata orang. Biar aja 'hati' gw yang manggil gw mau jadi apa. Jadi penjaga kebun binatang (Zookeeper) sekelas Taman Safari pun gw mau, kalau itu emang panggilan hati gw. Atau jadi volunteer tanpa gaji pun gw mau kalau emang itu juga panggilan hati gw. Gw gak hidup untuk memenuhi keinginan orang. Gw hidup untuk cari tau tugas apa yang Tuhan titahkan pada gw, ampe gw ditakdirkan untuk lahir.

Abang gak pernah maksa gw kerja. Abang pernah nanya satu hal, "Apa yang Abang kasih ke Dede kurang? Kalau kurang, Abang yang akan cari tambahannya, itu kewajiban Abang, kalau pun Dede kerja, pastikan itu untuk kesenangan Dede sendiri...". Mata gw langsung panas denger Abang ngomong gitu. Terharu Gilaaak... Gw beruntung. Untungnya juga gw tau diri ya, jadi pada saat itu gw jawab, "Lebih dari cukup..."
Share:

28.5.13

Feel so Good to Hit the Ground

Bismillahirrahmanirrahiim...

Gw sedang melihat - lihat apartementtheraphy.com sampai ketika tiba - tiba hati gw meredup. Lalu perasaan asing menyelusup. Berubah mellow, padahal, musik yang gw setel itu musik rock. Asli, semacam SUM41, Avril, MxPx, yang gw sendiri juga bingung knapa bisa kembali ke aliran musik ini setelah sekian lama berdamai dengan musik katagori 'tenang'.

Semoga ini bukan tahap kemunduran ya...

Gw akhir - akhir ini bisa dibilang latihan batin kali ya. Kena ceramah sana - sini. Reaksi pertama gw? Tentu saja defensif. Gw masih manusiawi kan? Gak ada orang yang suka disalahkan.

But then, gw bilang ama diri gw sendiri. Cobalah untuk diem, dan dengerin aja. Iya, kuping panas, tapi ya dengerin aja. Mungkin ada benarnya. Mungkin ada bagusnya. Mungkin memang benar apa yang dituduhkan.

Mulut  ingin menyela dan membela, gw katupkan rapat - rapat supaya tak mengeluarkan sepatah kata pun. Karna kalau dipikir - pikir, gak ada gunanya juga  gw defensif, ya kan? Toh mereka gak bakal tepuk tangan. Yang ada ngatain gw keras kepala.

Oh dan gw dapat pengalaman baru juga nih. Gimana rasanya ngomong baik - baik, tapi dibalas sebaliknya. Asli, sakiiiiiiittt, men! Itu hati kayaknya dibikin rempeyek! Tau rempeyek kan? Gw gak tau. Asal nyebut aja, enak aja nyebutnya pakai lidah. Yek! Yek! iYyyyeekk!

Trusss apa lagi yaa? 
Oiya, gw ngerasain tuh ya, yang namanya bangun pagi trus kerja, trus selesai kerja jam 5 sore. Wedeh, ketara banget ya, otak jarang dipakai ngitung, jari jarang mencet kalkulator. Hikmahnya? Yang namanya 'kerjaan' sesederhana apapun pasti butuh kerja keras. Kerja keras untuk... Bekerja dengan baik. Rrrr... Gw dibikin bingung ama kalimat gw sendiri.

Keasyikan nulis nih, ampe lupa kenapa tadi mendadak melow. Baguslah. Menulis emang terapi paling ampuh buat gw. Dan satu lagi kabar baik, pola hidup sehat gw mulai menunjukkan hasilnya. Alhamdulillah... 

Share:

26.5.13

Menyepi

Bismillahirrahmanirrahiim...

Kenapa Nabi atau orang - orang yang sedang dalam pencarian diri, tingkat spiritual, atau sedang mencari Tuhan selalu suka menyepi? Beberapa mengistilahkan dengan bertapa, menyepi ke gua, meditasi, dan lain - lain.

Ide ini brilian. Jadilah gw mencoba menerapkannya dalam bentuk yg masih acak kadut. Dalam artian, gw mencoba menyepi. Sendiri kadang dengan musik, kadang dengan buku. Kadang dengan secangkir teh hangat. Kadang hanya dengan mendengarkan nafas yamg berhembus. Lalu tiba - tiba rasanya tersedot dalam lubang komtemplasi.

Dalam lubang kontemplasi ini, gw mencoba menenangkan, apa yang tinggal dan hidup dalam tubuh ini. Lalu menyusup lebih dalam, mencoba mabuk dalam diri sendiri sampai bisa merasakan sel - sel terkecil. Bahkan sempat sekejap rasanya keluar dari tubuh dan menyaksikan bagaimana gw tenang dan diam. Mistis sekali bukan? Hanya akan ada sekelumit orang yang memahami bahwa hal ini bisa dilakukan. Tuhan memang sungguh - sungguh menganugrahkan kemampuan macam itu pada setiap orang. Otak logis manusia modern lah yang mengenyahkannya.

Lalu gw dapat apa?
'Penglihatan' gw tentang apapun dalam hidup ini menjadi jelas. Kesalahan dan kelemahan jadi mudah diakui tanpa harus bersikap defensif. Inilah saat - saat dimana gw merasa mampu menunggangi emosi, bukan ditunggangi, seperti yang biasanya terjadi. Ego rasanya seperti debu, mudah ditiup dan enyahlah.

Efek samping lainnya, hati ini rasanya makin mudah mensyukuri. Hal - hal kecil yang sebenarnya harus disyukuri besar - besaran. Seperti, punya jari yang sehat while other people suffer 'Mata Ikan'. Perasaan senang karena dicintai dan mencintai. 

Dalam bising orang - orang yang mengejar dunia, bisikan semacam itu kecil sekali, bahkan nyaris tak terdengar, atau kalaupun terdengar ingin asanya dienyahkan saja.
Share:

Kotak - Kotak Manusia

Bismillahirrahmanirrahiim...

Dari kecil sampai sekarang, gw selalu melihat kotak - kotak. Kotak - kotak itu menggolongkan orang - orang. Satu kotak agama, satu kotak ras, satu kotak bahasa, satu kotak tingkat pendidikan, dan berbagai kotak - kotak lainnya. 

Di dalam kotak itu, ada kotak lagi yang lain. Kotak agama Islam, kotak agama Hindu, Kotak suku Minang, kotak suku Jawa, kotak lulusan SMA, Kotak Lulusan Perguruan Tinggi, dan lain - lain.

Lalu kotak yg paling kecil lagi. Dalam kotak Islam misalnya, akan ada kotak Muhammadiyah, kotak NU, dan kotak - kotak lain yang tak ku ketahui namanya.

Gw tak suka hidup dalam kotak - kotak. Berkali - kali kepalaku geram sendiri "Mengapa kita tak melebur saja?" Lalu sebuah jawaban keluar dari mulut seseorang yg mengaku sangat memahami "Bhinneka Tunggal Ika". Dia bilang, "Kotak kita paling baik, paling benar, paling tepat"

Gw tak suka dikotak - kotakkan. Biarlah kotak itu ada, tapi gw tak mau melihatnya. 
Share:

17.5.13

Resep Tom Yam + Buku Gw + Sirsasana + Sedikit Basa Basi

Bismillahirrahmanirrahiim...

Hallo, Assalamualaikum! (*Ngintip dari balik tirai panggung). Iya, gw tau dosa gw apa… sebulan lebih gak nge-blog kan? Iya, maap. Tapi kangen kan? Kangen kan ama gw? #KaburDariTimpukanPopCorn 

Baiklah, kembali ke panggung. Gw punya beberapa alasan yang bisa dimaafkan kok… (*Ambil secarik kertas dari saku rok). Berikut adalah list alasan kenapa gw udah lama gak ngeblog (*membaca secari kertas) 
  1. Asli, internet rumah lama banget. Jadi males internetan.
  2. Kan gw lagi fokus in process nulis buku, udah 109 halaman loh! (*Senyum manis)
  3. Enggg… ada banyak buku bagus yg lagi gua baca dan belom kelar – kelar. Nanti diresensi deh bukunya apa aja (*Waduh, makin banyak utang ngeblog gw)
  4. Sibuk ngurus syuami (*Boong) 
  5. Sibuk bersihin rumah (*Boong) 
  6. Sibuk olah raga dan masak makanan sehat (*boong) 
  7. Sibuk ibadah (*Boong banget kuadrat) 
  8. Sibuk main game online (*Jujur) 
Ehem! Baiklah kita mulai ya, mulai dari Resep Tom Yam tanpa zat aditif buatan. Yang gak suka masak, mohon jangan di skip, siapa tau ngiler dan pingin coba. Ini dia penampakannya agan - agan... Minta cendolnya yah, jangan lupa disundul, no afgan, no ngiler...


Bahan :
  • Udang
  • Laos/lengkuas
  • Sereh
  • Jahe
  • Belimbing wuluh (*Sebenernya gak ada di resep asli Tom Yam, cuma gua suka asam dari belimbing wulu, so... gw seenaknya aja merusak resep asli. Tapikan yang penting enak!)
  • Cabe merah keriting
  • Cabe rawit merah
  • Bawang merah
  • Bawang Putih
  • terasi
  • kemiri
  • Jeruk nipis
  • Daun jeruk
  • Gula
  • Garam
Cara Membuat :
  • Bersihkan udang, cabut kepalanya dan kulit kerasnya, dan jangan dibuang! Simpan kepala dan kulit kerasnya untuk dibikin kaldu.
  • Didihkan air, lalu masukkan kepala dan kulit keras udang tadi. Kalau air udah mendidih, kecilkan aja apinya, semakin lama kaldu direbus, semakin baik. (*etapi jangan sampai airnya kering dan kalau bisa airnya jangan ditambah - tambah, ntar rasa kaldunya gak kuat.)
  • Ambil jahe, ukurannya dikira - kira ajalah ya, pakai feeling, kira - kira cukup memberi rasa pada sekian ukuran air yang direbus. Ambil batu sekepalan tangan. Hancurkan! Pukul sampai penyet! Masukkan kedalam rebusan.
  • Ambil Sereh, lakukan hal yang sama pada nasib yang menimpa jahe. Yang dipukul bagian putihnya aja ya, lalu buatlah simpul, diikat kayak ikat sepatu biar cantik dan gak berantakan. Masukkan ke dalam rebusan.
  • Ambil lengkuas, lakukan hal yang sama pada nasib jahe dan sereh. Masukkan ke dalam rebusan.
  • Ambil bawang merah dan bawang putih. Iya nasibnya sama kayak jahe dkk. Masukkan dalam rebusan.
  • Ambil daun jeruk, buang batangnya, remes dikit, masukkan ke dalam rebusan.
  • Ambil belimbing wuluh, potong jadi dua atau empat, masukkan ke dalam rebusan.
  • Tutup rebusan, supaya airnya gak cepet habis, dan rebus dengan api kecil. Selagi menunggu rebusan. Haluskan cabe keriting, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, terasi, dan kemiri. Terserah mau diblender atau digiling.
  • Udah? Mari kita cek rebusan. Iya, gw tau, rebusan tampak acak kadut, bukan? Tenang! Nanti bakal disaring kok, kita cuma butuh airnya! Kalau berhasil, tanda - tanda utamanya adalah AROMA yang muncul dari rebusan rempah - rempah murni dan kaldu udang. Uuuhhh... Wanginya bikin ngiler! Kalau gak wangi? Tunggu sampai wangi, bro! sabar... jahe, lengkuas, dan kawan - kawan sedang berusaha mengeluarkan kandungan terbaiknya untuk elo, bro!
  • Next step! Ambil jeruk nipis peras airnya di dalam rebusan, hati - hati kemasukan bijinya. Masukkan garam dan gula. Cobain, rasanya udah pas sesuai selera apa belom? Kalau belom tamboh lagi sesuai selera!
  • Ambil tempat merebus satu lagi, tuang minyak sedikit, lalu tumis bahan - bahan yang dihaluskan tadi (*cabe tadi itu loh). Takarannya sesuai selera juga. Klo suka pedes banget, cabenya yang banyak, klo enggak ya sedang aja.
  • Kalau tumisan bumbu halus udah wangi, ambil saringan, lalu saring air rebusan kaldu udang, masukkan kedalam tumisan bumbu halus. Nah, sekarang udah rapi kan? gak acak kadut. Aduk air, masukkan udang yang udah dikupas. Aduk - aduk...
  • Klo udang udah matang, matikan api. Kalau rasanya terlalu sepi, boleh kok serai ama belimbing wuluhnya dimasukin lagi ke rebusan akhir sebagai penghias. Kalau mau rame boleh juga pakai cumi. Gw gak pakai cumi karena takut overdosis kolesterol. ahahaha!
  • Sajikan dalam mangkuk dan sepiring nasi panas. Wuihhh! Sedaaap! Selamat mencoba!
Manfaat masakan ini? Rempah - rempahnya bisa meringankan bahkan mengobati flu, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Kandungan rempah - rempahnya memberi rasa nyaman di perut dan tenggorokan, dan melegakan pernafasan.

Efek samping ? Ketagihan pingin nambah terus.

Perkara update-an buku gw, so far sih, 109 halaman gw cukup puas. Dan dari hasil revisi Syuami, beliau lebih puas tulisan sekarang dibanding tulisan gua yang dulu banget. Tulisan itu ya, kalau kita merasa udah bagus, coba didiemin/diendapin seminggu, terus dibaca lagi. Dia akan menampakkan wujud aslinya! Sering nih gw beginiin semua tulisan gw, terus dia berubah wujud jadi jelek banget! Aaak! dan akhirnya buku gw gak jadi – jadi. Tapi seiring gw banyak baca buku – buku literatur kepenulisan dan berlatih nulis, nge-download Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan baca buku – buku yang gaya tulisannya gua suka, akhirnya kerasa sih tulisan gua udah ada peningkatan. Minimal gak separah dulu… hehehe… #GeErSendiri. Yang bikin gw kurang puas cuma satu. Masalah riset tulisan. Tapi sedang diupayakan… tapi kayaknya bisa lebih molor dari jadwal deadline... ihik!

Perkara Yoga, gua dan abang sudah menguasai sebuah gerakan baru. Nama Asananya (gerakannya) adalah Sirsasana. Bahasa Bugisnya, Hand Stand, bahasa Indonya, berdiri pake tangan. No HOAX, gan, berikut buktinya dari syuami ane, kalau ane agak malu difoto pose terbalik kayak gitu... (*muka tersipu), jadi diwakilkan syuami saya aja yah gan...


Bagaimana cara melakukan gerakan ini? GAMPANG! (*Disarankan dengan pendamping ya?)
  1. Cari tembok yang kokoh! Udah? Duduk diatas betis (duduk Virasana) di depan tembok. Liatin tembok dengan mesra. Tatap putihnya, ucapkan "Bantu akuh yah, tembok.... mau belajar bediri pakai tangan nih!"
  2. Condongkan tubuh ke depan, tempelkan siku ke alas, sejajar bahu, sedikit agak sempit dari lebar bahu. Kepalkan tangan membentuk tripod antara siku dan tangan.
  3. Buka kepalan tangan dan letakkan bagian belakang kepala ke dalam kepalan tangan.
  4. Angkat bokong ke atas, tekan siku ke alas. Lalu langkahkan kaki mendekat ke tubuh, nanti kita akan merasakan otot punggung mengencang dan kaki kita terangkat perlahan dengan sendirinya.
  5. Jaga agar beban tubuh pada siku, bukan pada kepala.
  6. Tempelkan tumit di tembok, lalu berusaha cari keseimbangan lepas dari tembok. Bernafaslah dengan normal.
  7. Turunkan kaki dengan cara menekuk lutut.
Manfaat gerakan ini? Mempermudah supply darah ke otak, membantu melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, dan menambah energi dalam tubuh. Selain itu gerakan ini juga mengaktifkan kelenjar otak dan gondok, memperkuat sistem saraf pusat, dan meredakan emosi. Jadi klo marah, jungkir balik aja. Stress? jungkir balik aja. Gw meminta syuami melakukan Asana ini ketika pusing ngerjain kerjaan kantor ikikikiki! abis itu beliau ceria.

JANGAN DILAKUKAN KALAU ANDA : Sedang menstruasi, hamil, gangguan mata berat, dan tekanan darah tinggi.

Selamat hari jum'at! Semoga kita semua jadi manusia yang lebih baik setiap harinya! Aamiin... Maaceh udah baca  blog ini, kalau punya blog juga, jangan lupa tinggalkan komen biar bisa saling mem-follow. Be Good! Be Better! :)
Share:

15.4.13

Syuami Doing the Crow Pose!

Bismillahirrahmanirrahiim...

Meski tugas dinas di luar kota sebulan penuh, abang nyempatin buat pulang seminggu sekali. Jadi gw hari jum'at kmaren jemput abang ke pelabuhan bermodalkan nekat dan percaya diri... :D Dan pada kesempatan yang sangat langka... I saw the burning sky... so beautiful... sayang banget, mataharinya gak ketangkep kamera. Padahal mataharinya keren!


Kalimat pertama yang abang bilang begitu sampai di mobil adalah, "I miss you so much, istri cilik...". Heartwarming banget dengering kata - kata macam itu dari orang yang kita cintai. Lalu kami pulang sambil terkagum - kagum ama langit yang indah banget sore itu. Sekaligus bikin niat buat hunting foto di spot yang sama waktu abang selesai dinas.

Sesampainya di rumah, syuami bantuin gua masak makan malam. Abang cerita banyak tentang keajaibannya makan 'Gado - Gado'. Abang sangat anti sayur. Tapi beliau lagi ngerti banget, istrinya lagi getol jadi nutrisionis. Entah karena memang pingin bikin gua bahagia, atau memang sudah ada kesadaran sendiri, atau karena udah enek terlalu banyak gw cuci otaknya dengan segala teori terkait nutrisi dan hidup sehat. Gw gak tau. Yang jelas, denger abang berusaha makan sayur, berkat gw, adalah sebuah prestasi tersendiri.

Jadi di dapur kami bercerita banyak. Tentang kerupuk yang dimasak dan rasanya bener - bener enak karena membangkitkan memori masa kecil. Tentang keadaan orang tua abang yang bikin gw terenyuh. We talked a lot ampe gak kerasa tiba - tiba gw nangis. Entah karena motong bawang, atau karena keinget orang tua, udah gak bisa dibedain lagi. Hahaha... but then he hugged me gently. Saying 'thank you' and kissing my head. Gw gak tau knapa abang bilang terima kasih, tapi gw iyain aja. Ahahaha...

Beberapa minggu yang lalu juga abang nemenin gw masak. Tangan gw keiris pisau. Trus gw teriak. Trus beliau spontan narik tangan gw dan di isep. It was so sweet... tapi tetep aja nyut nyut sakit jarinya kerasa. Trus karena udah terlalu banyak luka melepuh bekas minyak di tangan dan kaki gw (*Jangan tanya gimana cerita itu minyak bisa nyiprat ampe kaki, i have NO idea, tapi emang abang bilang gw masak punya gaya akrobat tersendiri, jadi mungkin itu alasannya). Akhirnya abang memutuskan, kalau mau masak yang meletup - letup, gw harus panggil abang dan biar abang yang masukin. Akhirnya, masak lele sore itu, abang yang masukin ikannya. Dan... abang kena ciprat minyak... tapi mungkin kulitnya terlalu tebal sehingga... minyak panas tersebut tak memberi efek sama sekali. Huwaaaaooo!!! terbuat dari apa nih syuami gw!

Besoknya, gw cuma masak telor rebus, sama sambel ijo. Telurnya di balado. Itu doang soalnya belom belanja. Gw cuma makan buah. Ikut makan dikit - dikit dari abang. Abang makannya lahap banget. Abang bilang sambelnya enak banget ampe abang keringatan. Rasanya gw pingin sujud syukur, bakat ke-padang-padang-an gw masih ada ternyata...

Besoknya lagi, kami Yoga berdua. And you know what? Syuami udah bisa Crow Pose. FYI, Crow Pose itu penampakannya kayak gini :

Gak ada foto asli sebagai bukti karena waktu itu abang pakai baju super minim. Gw gak mau mengumbar aurat syuami gw (*Hahaha... abaikan...). Ntar lain kali gw pasang barang buktinya. Gw udah lebih dulu belajar yoga dari pada syuami. Tapi malah abang yang bisa pose ini duluan... *Nangis*.

Ini penampakan syuami nyuci mobil :

Setelahnya beliau menyempatkan diri baca hasil tulisan gw untuk buku gw nanti. Beliau kadang cekikikan sendiri baca tulisan gw. Keingat - ingat memori awal - awal banget dulu. Soalnya bukunya adaptasi dari kehidupan kami berdua... Dan gw dapat respon berupa pujian. Beliau bilang tulisannya sudah bagus gak kayak dulu. Informasi tambahan, dulu gw penah dikritik abis - abisan ampe gw gak mau nulis lagi. Hahahaha... Menyenangkan punya orang yang bisa memahami dan turut serta mendukung passion gw. Thanks a lot, syu...

Sebagai penutup, gw tampilkan gambar dan quotes berikut :

Makasih buat yang udah baca... have a nice day... :)
Share:

8.4.13

Akhirnya Bisa Nge-Blog Lagi, Ampun!!!

Bismillahirrahmanirrahiim...

Udah lama gak nulis di blog ini... Fyuuuuhhh... (*Tiup - tiup debu, nyingkirin sarang laba - laba). Gw punya alasan yang bisa dimaafkan kok kenapa udah sedemikian lama gak nulis. Mari kita salahkan salah satu provider internet yang gak bisa narik kabel ke rumah baru kami.


Yeaaa... kami pindah rumah ke rumah yang lebih mungil nan imut nan lucu. Gw suka banget sama rumah yang baru ini. Ukurannya 'pas' buat kami berdua. Jumlah lantainya gak bikin capek buat nyapu ama ngepel. Semua saluran airnya juga berfungsi dengan baik dan sudah dicat ulang. Rumah ini juga dilengkapi jendela besar yang membuat gw selalu ingin 'melongok' keluar untuk menghirup udara segar fresh from nature. Halaman rumah juga ditumbuhi tanaman - tanaman kecil yang imut - imut. Dan bonusnya, ada sebuah tanaman kecil di dekat tempat cuci piring yang selalu nemenin gua di dapur. Gak tau ya kenapa? tapi gua menganggap meletakkan tanaman disitu itu ide brilian! Dan yang lebih penting, kamar mandi yang bersih, bebas kerak, jamur, dan lumut adalah kriteria pertama gua memilih rumah ini. Ya, Kamar Mandi adalah wajah keseluruhan rumah.

Lokasinya juga deket ama Masjid. Ini merupakan sebuah keuntungan karena dengan dekatnya jarak rumah dengan Masjid, gw bisa lebih tau diri kalau mau dengerin musik kenceng - kenceng dan paling bagusnya lagi sih, gw bisa lebih akurat tau jam sholat. Nyehehehe... Semoga seiring berjalannya waktu, setan - setan dalam tubuh gua segera terevakuasi ke tempat dimana setan semestinya berada... aamiin...

Selain sibuk menata dan menyusun segala prabot di rumah ini supaya nyaman untuk ditinggali (*sehingga tidak sempat menulis blog, ehem...), gw juga menetapkan beberapa aturan baru berbasis kedisiplinan. Which is sejauh ini alhamdulillah telah terlaksana dengan baik. Perubahan yang bagus dan abang juga sangat suka dengan aturan - aturan baru itu. Semoga aturan baru berbasis kedisiplinan ini bisa dijalankan oleh seluruh penghuni rumah dengan baik...

Dan... gw baru dibeliin buku yang menarik oleh syuami. Isinya tentang ya... healthy life gitu... bagus buat nambah paradigma baru gw tentang kesehatan. Sesuai ama cita - cita baru gw yang pingin jadi nutrisionis keluarga.


Dan ini adalah foto narsis terbaru...


Dan ini adalah... kompilasi sayuran terbaik yang mampu gw buat tanpa penyedap rasa. Asli ini enak... Karena bagi gw masih sangat sulit untuk membuat makanan enak tanpa penyedap rasa, makanya masakan yang satu ini jadi sebuah prestasi gemilang...


Dan oh ya... gw sedang dalam misi menyelesaikan buku gw dalam 60 hari, terhitung dari hari ini. Mumpung abang lagi dinas luar kota selama sebulan, artinya gw bisa lebih fokus menulis, tanpa rayuan dan gombalan dari syuami tercinta. Seperti yang telah kita ketahui bersama, udah dua tahun yang lalu gw rencanain nulis buku, tapi bukunya belom jadi - jadi. Sejujurnya, selain karena krisis ketekunan alias 'malas', dan sibuk menjadi istri, tentunya, gw juga merasa tulisan gw belom cukup memuaskan untuk diterbitkan menjadi sebuah buku. Udah nulis beberapa lembar, beberapa hari kemudian gw merasa tulisan gw jelek. Jelek banget! Trus gw putus asa dan merasa gak berbakat! Nah! sekarang udah sedikit PeDe karena udah belajar cukup banyak tentang tulis menulis.

Berikut rencana gw :
  1. Gw berencana akan menuntaskan buku tersebut dalam waktu 60 hari. Terhitung dari sekarang 08/04/13 dan insya Allah akan selesai pada 08/06/13
  2. Insya Allah gw akan update perkembangannya via blog ini
  3. Minimal 200 halaman
Sekian dari gw. Makan sehat, Membuka diri untuk belajar apapun, Olah raga teratur, Bernafas yang baik, tertawa selalu, berusaha ibadah on time dan... selamat hari senin... :)
Share:

Es Krim

Bismillahirrahmanirrahiim...

Abang : "Dede tolong pegangin es krim abang ya... Abang nyetir dulu"
Gw      : *Pegang es krim 2 skop*
Gak beberapa lama kemudian
Gw      : "Abang, es krimnya leleh, Dede makan ya?", alasan supaya bisa makan 2 es krim.
Abang : "Boleh tayang... gak leleh juga boleh..."
Gw      : *Gak merasa berdosa*
Share:

22.3.13

Quotes of The Day

Bismillahirrahmanirrahiim...

"And I also never blame anyone else for the way that my life unfolded. It was just so.. a lesson to be learned..." - Nadya Hutagalung 

"It starts with the small actions that I do at home, and then they start to do this, and then my friend start to do it, and then the community, and then the schools, and then the people that I work with... and affect great changes among your family, community and also yourself..." - Nadya Hutagalung
Share:

Diary Sirsak

Bismillahirrahmanirrahiim...


Namaku Sirsak. Kucing rumahan berdarah gak jelas. Buyutku bangsawan Anggora yang menikah dengan Pangeran Persia. Nenekku berdarah campuran menikah dengan saudara jauh yang juga Bangsawan Anggora. Ibuku yang agak lain sejarahnya, memilih menikah dengan kucing pribumi asli asal Indonesia. Pernikahan ini tentu saja memicu kontroversi di Istana. Akhirnya ibuku lebih memilih memperjuangkan cintanya. Ikut bersama ayah berkelana di jalanan sampai akhirnya dipungut manusia dan tinggal di Rumah. Alhamdulillah kasta kami naik satu tingkat. Semoga saja jodohku bukan seekor kucing hutan, ya...

Kenapa namaku sirsak? Itu sepenuhnya salahku. Bukan salah majikanku. Pasalnya ketika pemberian nama seperti Monica, Si Manis, Si Bening, Stephy, dan Sarah, aku hanya diam. Pas dibilang "Sirsak", aku mengeong keras. Bukan karena aku suka dengan nama 'Sirsak', dalam bahasa kucing teriakanku pada saat itu artinya "Gila nih orang kagak kreatip kasih nama". Namun majikanku salah mengartikan. Aku dikira setuju dan sepakat. Di dukung dengan warnaku yang mirip buah Sirsak katanya. 

Kucing lain bilang, aku manis dan cantik. Di komplek perumahan ini, aku adalah kucing idola. Tapi aku tidak sembarang memilih pria. Kata majikanku, "Pria yang salah cuma bikin patah hati". Oh ya, nama majikanku, Putri. Dia juga cewek idola di komplek. Wajahnya cantik. Rambutnya hitam bergelombang panjang. Matanya biru. Kulitnya putih bengkuang. Putri merawatku dengan baik. Aku tidur bersamanya di kamarnya.

Di suatu malam, aku melihat Putri menangis. Entah karena apa. Di malam yang lain, aku melihatnya tertawa dan senyum - senyum sendiri. Di malam yang lainya lagi, aku melihat putri marah - marah dan membanting sebuah bingkai foto. Fotonya bersama seorang pria. Pecahan kaca berpencar di mana - mana. Bi Inah yang membersihkan saja sampai ikutan terluka kakinya. 

Semenjak peristiwa 'Bingkai foto pecah' putri tak pernah lagi keluar malam. Tak pernah lagi tersenyum. Tak pernah tertawa. Tak pernah bertelpon ria. Tapi dia juga tampak seperti manusia tanpa jiwa. Aku kasihan, tapi tak tau harus berbuat apa. Putri kelelahan menangis sampai ketiduran. Kuendus pipinya. Ini merupakan kecupan selamat tidur ala kucing. Ada selembar kertas di tangannya.

"Buatku cinta sudah mati... Pembunuhnya bukan dia, bukan juga pria - pria sebelumnya. Cintaku bunuh diri... Memilih mati daripada jatuh cinta lagi..."

Share:

14.3.13

Fotografi & Olahraga

Bismillahirrahmanirrahiim...


Abang menang lomba fotografi BPK. Hadiahnya pocket camera Nikon P310. Hadiah itu dihadiahin lagi ke gw, alhamdulillah. Semenjak itu, gw memutuskan untuk ikut menekuni hobi abang juga, hobi fotografi, cuma divisinya berbeda, gw ambil divisi kamera saku. Beruntung syuami udah cukup handal dengan segala teori - teori fotografi, udah sering menang lomba juga, bisa di cek di http://www.soulinartphotography.com jadi gw bisa belajar gratis! yaaaayy!!

Jadi di suatu pagi yang cerah abis sholat subuh, kami berdua pergi ke Ocarina buat ngejar sunrise. Sayang, Ocarina-nya baru buka jam 9, kami sempet kena toak ama satpam karena masuk dengan cara menerobos, hahaha! Akhirnya kami cari spot lain yang gak perlu masuk ke Ocarinanya. Dan ini adalah foto perdana gw yang menurut abang terbaik.




Syuami bilang ini gambarnya jodoh banget. Pas burungnya lagi disana, pas mataharinya lagi disana, dan untuk ukuran pemula berkamera saku, foto ini udah bangus banget! yeeeyy!!

Abis dari Ocarina kami pergi ke lapangan Engku Putri buat olah raga. Olah raga apa? Jalan kaki. Karena kami berdua bagaikan dua onggok daging yang sama skali tidak pernah terjamah oleh pembakaran lemak, maka jalan kaki adalah pilihan paling aman. Siapa tau suatu hari nanti bisa lari 12 keliling lagi sperti di TN :D duluuuuuuuuuu banget...

Dan foto berikut adalh foto yang bikin patah hati. Can you spot a green bottle? Gw lihat detik - detik orang itu ngelempar botol ke laut. Tapi gak berani negur. Next time, semoga gw punya keberanian yang cukup untuk negur.

Dan sepertinya ini akan menjadi kegiatan rutin kalau liburan. Cari spot foto trus langsung lanjut olah raga. Sekali menyelam tenggelam. Hobi tersalurkan, lemak terbakar, cinta bertambah. Nyahahaha...
Share:

6.3.13

Gone With The Wind

 Bismillahirrahmanirrahiim...













"Jangan sampai ngantuk!" wanita itu mengingatkan sang supir yang tidak lain adalah suaminya. Kalimat seru yang cempreng seperti kaleng rombeng. Sang suami menjawab dengan segaris senyum dan pandangan sayang. 

Tak lama, wanita itu tertidur, padahal perjalanan masih sangat panjang. Sang Suami melirik istrinya, lalu tertawa kecil melihat orang yang memperingatkan malah termakan oleh peringatannya sendiri. Diusapnya kening istrinya, dikecup sayang. Sang istri menggeliat sedikit, tapi tidurnya masih berlanjut.

Matahari sudah mau mengucap 'dadah'. Silaunya membangunkan Sang istri. Ia lalu mengusap - ngusap matanya, kantuknya mendadak hilang, terpesona pemandangan indah yang ada di depan mata. Pantai dan matahari terbenam. Ia bergembira dan menari - nari disana seperti orang gila. Minta difoto, tapi paling protes kalau hasilnya jelek. Yang diprotes, sang fotografer, yang tidak lain adalah suaminya juga. Lagi - lagi hanya menanggapi dengan segaris senyum dan kecup sayang di kepala.

WebRep
currentVote
noRating
noWeight
Share:

18.2.13

Kisah Dua Kutu Kecil

Bismillahirrahmanirrahiim...

Hasil candid temen abang pas family gathering
Akhirnya syuami memutuskan kabur dari 'Tugas Dinas Luar Penting', untuk pulang dan merawat gw yang sakit. Gw udah bilang, gw bisa sendiri, dan abang gak perlu pulang tapi abang tetep khawatir karena gw sakit udah 5 harian. Malah abang yang 'memakasa' gw untuk tidak melarang pulang. Awalnya sih gw cuma sakit tenggorokan, trus tiba - tiba jadi pilek, trus tiba - tiba jadi asma, sampai demam menggigil 39 derajat. Muka udah kayak kepiting rebus.

Sesampainya abang di rumah, abang langsung nemenin gw tiduran di karpet depan TV. Belom ganti baju. Sejujurnya, abang gak ngobatin gw. Beliau cuma nyium - nyium kening (padahal gw 3 harian tuh gak mandi, rambut lepek, badan lengket, muka kucel), elus - elus rambut, pijit - pijit punggung, nemenin ngobrol, bikin gw ketawa, jadiin gw guling, but you know what? gw langsung sembuh. Gak sampe sejam dari abang datang, panas gw turun, asma gw ilang, dan gw udah bisa jalan. Alhamdulillah...

Pas mau maghrib, gw langsung berusaha buat 'agak cakep', gw cuci muka ama sikat gigi. Tau gw cuci muka, abang ngomong dari luar kamar mandi, "Dede kayak gitu, abang tetep cinta kok sayang... gak usah dipaksa, kan masih sakit...". Gileee... maut juga nih gombalannya... tapi gw tetep cuci muka. Hahahaha... Akhirnya, abang ketularan, dan beliau jadi pilek sekarang... duh!

Besoknya, kami berdua kembali berleha - leha di karpet depan TV. Nonton DVD "A Walk to Remember". Harusnya gw nangis kan ya? But Abang ruined all the romantic scenes! Tiap ada bagian yang hampir sukses bikin gw terharu, abang ngelawak. Sialnya lawakannya works for me dan gw jadi ikut ketawa deh. Rusak semuanya! rusak! but then, malamnya sebelum tidur, gw bilang ama abang, "Makasyih abang sudah pulang buat dede..."

Besoknya, kami berdua kembali menggila karena sudah merasa 'sok sehat'. Padahal berdua juga masih sama - sama sibuk narik ingus. Kami nge-mall mau nonton. Langsung 2 ronde. Django ama rectoverso. Awalnya beli tiket film rectoerso dulu jam 18.45. Tapi karena masih lama, gw ngasih ide gila ke abang, buat nonton 2 film, pergilah abang beli tiket lagi buat nonton Django jam 16.45. Tiket itu terbeli tanpa rasa berdosa.

Singkat cerita, seru bangetlah itu film Django meski agak hina, darah dimana - mana, dan bagian tubuh terlarang banyak diekspos. Kami lupa waktu. Gw yang ngerasa agak janggal, pas filmnya hampir habis nanya jam ke abang. "Jam berapa, sayang?", "Oh, jam stengah tujuh kok, masih sempet sholat maghrib". Pas filmnya habis dan lampu menyala, abang bilang, "Dek, ternyata jam stengah delapan, abang salah liat", abang ngomong dengan tatapan penuh rasa bersalah, takut gw marah, sambil nunduk - nunduk, menunggu gw ngamuk. Mulailah gw ngomel, sambil kami berdua jalan cepat ke musholla. "Abang gimana sih... bla... blaa... blaa...", dan abang cuma bilang, "Sorry... abang gak akan melakukan pembelaan abang tau abang salah...", Seketika itu gw ketawa, wajah syuami gw kayak anak SD dimarahin gurunya karena nyolong rautan pensil. 

Selesai sholat, kami baru sadar hal konyol berikutnya di depan mata. Tiket rectoverso yang kami beli, udah mulai 45 menit. Tiket itu hangus begitu saja. Sia - sia. Akhirnya kami beli tiket lagi deeeeeeeehhh... Tapi gw seneng, ada abang tertawa - tawa disisi gw, gw seneng... :)
Share:

13.2.13

Memang Harus Kamu

Bismillahirrahmanirrahiim...


Ini udah yang kesekian kalinya, gw dirundung rasa sangat bersyukur, punya dia dalam hidup gw. Klo gw dikaasih kehidupan lagi, gw cuma mau orang ini yang ada disisi gw... 

Orang yang selalu nyanyi lagu-nya Tangga, "Memang Harus Kamu" di mobil bersama gw, 
"Syukurlah aku temukanmu...
Penunjuk mata anginku...
Menuju utara ataupun tenggara...
Bersamamu ku percaya...
Syukurlah kali ini cinta berjalan dengan mudahnya...
Mungkin saja kamu...
Mungkin hanya kamu...
Mungkin memang harus kamu, jodohku..."
Share:

7.2.13

Bertolak Belakang

Bismillahirrahmanirrahiim...


1. Tingkat kewaspadaan
Gw ceroboh
Abang penuh kehati - hatian

2. Selera furniture
Gw suka acakadut dengan penuh warna, klo dipaksa normal, gw pilih gaya modern dengan serba putih.
Abang suka elemen kayu, modern dengan warna hitam

3. Fashion
Gw suka rok mini, flat boots, sepatu olah raga, baju bahan lace, sweeter/kardigan rajut, t-shirt gambar cewek
Abang suka fashion yang elegan, sepatu olah raga, crocs, polo shirt, tas kamera, kemeja

4. Makanan
Gw bisa makan apa aja yang halal dan tidak menjijikkan. Buat gw makanan itu dua, enak dan enak sekali.
Abang gak suka sayur, pencinta Jco, muffin, dan semua makanan makasar plus jeruk nipis

5. Hobi
Gw mendedikasikan diri gw sebagai gamer mmorpg sejati, baca, nulis, dan melamun
Abang mendedikasikan dirinya pada fotografi dan gw semata... hahaha!

6. Kadar keseriusan akan sesuatu
Gw tengah - tengah, masih bisa bercanda, masih bisa ketawa
Abang sangat serius, sangat mudah ditebak klo lagi mikirin sesuatu

7. Terorganisir atau spontan?
Gw spontan
Abang super terorganisir, tapi klo udah bareng - bareng ama gw, semunya jadi acakadut.

8. Selera Musik
Gw lebih mengutamakan lirik, dan musik aliran apa aja
Abang lebih mengutamakan musik dari pada lirik dan pencinta jazz

9. Perbedaan menonjol lainnya
Gw bergerak sangat cepat dan lincah kayak kutu
Abang sebaliknya (Hahahahaa!)

10. Film
Gw suka Drama rumah tangga, animasi pixar dan Action
Abang suka action , animasi pixar dan tertular gw suka drama rumahtangga
WebRep
Share:

Quiz About Myself

Bismillahirrahmanirrahiim...

1. When do you feel your best? 
(a) In the morning 
(b) During the afternoon and early evening 
(c) Late at night

2. You usually walk 
(a) fairly fast, with long steps 
(b) fairly fast, but with short, quick steps 
(c) less fast, head up, looking the world in the face 
(d) less fast, head down 
(e) very slowly

3. When talking to people, you 
(a) stand with your arms folded 
(b) have one or both your hands on your hips 
(c) touch or push the person to whom you are talking 
(d) play with your ear, touch your chin, or smooth your hair

4. When relaxing, you sit with 
(a) your knees bent and your legs neatly side by side 
(b) your legs crossed 
(c) your legs stretched out or straight 
(d) with one leg curled under you

5. When something really amuses you, you react with 
(a) a big, appreciative laugh 
(b) a laugh, but not a loud one 
(c) a quiet chuckle 
(d) a sheepish smile

6. When you go to a party or social gathering, you 
(a) make a loud entrance so everyone notices you 
(b) make a quiet entrance, looking around for someone you know 
(c) make quietest possible entrance and try to stay unnoticed

7. You are working hard, concentrating hard. You are interrupted. You: 
(a) welcome the break 
(b) feel extremely irritated 
(c) vary between these two extremes

8. Which of the following colors do you like most? 
(a) red or orange 
(b) black 
(c) yellow or light blue 
(d) green 
(e) dark blue or purple 
(f) white 
(g) brown or gray

9. When you are in bed at night, in those last few moments before going to sleep, you lie: 
(a) stretched out on your back 
(b) stretched out face down on your stomach 
(c) on your side, slightly curled 
(d) with your head on one arm 
(e) with your head under the covers

10. You often dream that you are 
(a) falling 
(b) fighting or struggling 
(c) searching for something or somebody 
(d) flying or floating 
(e) You usually have a dreamless sleep 
(f) You're dreams are always pleasant

POINTS:

1. 
(a) 2 
(b) 4 
(c) 6

2. 
(a) 6 
(b) 4 
(c) 7 
(d) 2 
(e) 1

3. 
(a) 4 
(b) 5 
(c) 7 
(d) 6

4. 
(a) 4 
(b) 6 
(c) 2 
(d) 1

5. 
(a) 6 
(b) 4 
(c) 3 
(d) 2

6. 
(a) 6 
(b) 4 
(c) 2

7. 
(a) 6 
(b) 2 
(c) 4

8. 
(a) 6 
(b) 7 
(c) 5 
(d) 4 
(e) 3 
(f) 2 
(g) 1

9. 
(a) 7 
(b) 6 
(c) 4 
(d) 2 
(e) 1

10. 
(a) 4 
(b) 2 
(c) 3 
(d) 5 
(e) 6 
(f) 1

Add the total number of points.

OVER 60 POINTS: 
Others see you as someone they should "handle with care." You are seen as vain, self-centered, and extremely dominant.Others may admire you and and wish they could be more like you, but they don't always trust you and hesitate to become too deeply involved with you.

FROM 51 TO 60 POINTS: 
Your friends see you as an exciting, highly volatile, rather impulsive personality; a natural leader, quick to make decisions (though not always the right ones). They see you as bold and venturesome, someone who will try anything once; someone who takes a chance and enjoys an adventure. They enjoy being in your company because of the excitement you radiate.


FROM 41 TO 50 POINTS: 
Others see you as fresh, lively, charming, amusing, practical,and always interesting; someone who is constantly the center of attention, but sufficiently well-balanced not to let it go to your head. They see you also as kind, considerate, and understanding; someone who will cheer them up and help them out.


FROM 31 TO 40 POINTS: 
Other people see you as sensible, cautious, careful, and practical. They see you as clever, gifted, or talented, but modest. Not a person who makes friends too quickly or too easily, but someone who is extremely loyal to the friends you do make and who expects the same loyalty in return. Those who really get to know you realize that it takes a lot to shake your trust in your friends, but, equally, that it takes you a long time to get over it if that trust is broken.

FROM 21 TO 30 POINTS: 
Your friends see you as painstaking and fussy. They see you as very, very cautious and extremely careful, a slow and steady plodder. It would really surprise them if you ever did something impulsively or on the spur of the moment. They expect you to examine everything carefully from every side and then,usually decide against it. They think this reaction on your part is caused partly by your careful nature and partly by laziness.

UNDER 21 POINTS: 
People think you are shy, nervous, and indecisive, someone who needs to be looked after, who always wants someone else to make the decisions and who doesn't want to get involved with anyone or anything. They see you as a worrier, who sees problems that don't exist. Some people think you're boring. Only the people who know you well know that you aren't.


WebRep

currentVote


noRating
noWeight
Share: