26.8.12

8 Things Which Strengthen The Marriage

Bismillahirrahmanirrahiim...

Source : Click image
8 Things Which Strengthen The Marriage IN SHA ALLAH:

1) Good Attitude - A Muslim must always have a positive attitude toward life. We say, "Al Hamdulillah" (Praise be to Allah) for whatever He gives us (or doesn't give us).

2) Help - Our prophet, peace be upon him, stressed the importance of men helping their wives and Allah tells us the importance of women being mates and helpers to their husbands. This is a real "win-win" situation, if we just follow it.

3) Trust - Muslims, men and women are ordered to be trustworthy and follow the example of our prophet, peace be upon him, as the "Trustworthy".

4) Respect - You get respect, when you give respect. This is mandatory for all Muslims toward all people, how much more toward the spouse?

5) Joy - Our prophet, peace be upon him, used to entertain his wife, Ayesha and she used to play and race with him. She said, "I used to out-run him, but then when I got heavy he used to outrun me". He told us to play with our wives.

6) Forgiveness - Clearly, this is one of the most important aspects of Islam. Whoever does not forgive - will not be forgiven. This comes from Allah, Himself. We must learn to forgive each other's mistakes so we won't it against us.

7) Time - Spend time, alone - together. Go for walks. Take a bus ride. Visit a friend or someone who is ill (you get big rewards for that). Fast together on Mondays & Thursdays if you can. Make hajj - this is a great way to get a "new start" on life. Trust me.

8) Worship - connection with Allah through ritual of prayer, petition and peace while moving together in the salat is something a non-Muslim can never really appreciate. Our prophet, peace be upon him, used to lead his wife in salat, even though he lived connected to the mosque. He told us not to make our homes like grave yards. We should offer some of our sunnah prayers at home. A sister gains the most rewards at home, in her room, behind a screen.

Share:

13.8.12

Happy Birthday iSyuami! (Bonus : Video)

Bismillahirrahmanirrahiim...


9 Agustus 2012. 28 tahun. Syuami tercinta sudah 3 kali merayakan ulang tahun bersama gw. 

Kali pertama waktu lagi heboh - hebohnya merencanakan hidup bersama alias nikah setelah kenal kurang lebih tiga bulanan. Kejutannya kue ulang tahun yang dibeli pake duit mahasiswa semester 5. Betapa besarnya cinta gw? Merelakan jatah hidup sebulan termasuk duit fotokopian kuliah demi kue ulang tahun untukmu, Syuami... Plus! hadiah album foto yang gw buat dengan tangan sendiri sampai kena luka bakar karena nekat memberi aksen kertas terbakar pada mahakarya gw. Bermodalkan ingatan prakarya kelas 6 SD, gw dengan bangga mengatakan itu adalah kerajinan tangan terbaik gw sepanjang masa. Andai Guru prakarya gw melihat, beliau pasti menangis haru. Gak nyangka anak didik yang tangannya terkenal 'berbakat merusak keindahan' ini berhasil membuat sesuatu yang 'indah'.

Kali kedua waktu udah resmi jadi suami istri sekitar 8 bulanan, waktu itu momennya sedang berduka karena kami baru kehilangan buah hati tercinta di bulan yang sama, dan gw sedang dalam masa pemulihan kuret. Tapi alhamdulillah ulang tahun syuami pada saat itu tetap dirayakan dengan sederhana dan penuh suka cita. Sepotong kue kucil yang diramaikan dengan kehadiran beberapa Durian Cake di sekelilingnya membuat suasana ulang tahun Syuami pada saat itu bau durian. Sangat berkesan! 

Kali ketiga beberapa hari yang lalu. Dirayakan berdua saja di rumah. Dengan semangkuk Kari Ayam buatan gw sebagai menu buka puasa dan sebuah kue ulang tahun setelah Syuami pulang tarawih. Lebih mantap lagi ditemani Wine Halal alias sirup rasa anggur yang kami perlakukan mewah pada gelas cantik seperti minum Wine beneran. Dituang sedikit dan dinikmati sepenuh hati setiap tetesnya sambil tertawa - tawa. 

Kue ulang tahun ini punya cerita sendiri. Sengaja gw gak ngucapin jam 12 malam. Gw yang berbakat insomnia, udah mati - matian berusaha bisa tidur lelap jam 10. Atau minimal gw bisa terlihat tertidur bablas sampai sahur supaya terkesan lupa. Pas sahur tiba, gw masih cuek - cuek aja. Muka syuami sedikit sedih, tapi terlihat masih ngarep pingin dapat kejutan. Sebagai hadiah pembuka, hari itu gw men-supir-kan diri. Sengaja membuat syuami merasa Se-Raja mungkin. Pulang ngantar Syuami ke  kantor, gw pontang panting nyuci mobil, belanja bahan bikin kari ayam, dan beli kue ulang tahun. 

Sampai di rumah, gw bingung kue mau ditaruh dimana. Takut ketauan dan gak surprise. Akhirnya ide gila muncul. Kue itu gw sembunyikan didalam tumpukan baju dalam lemari. Gak mungkin ketahuan. Setelah itu gw jemput Abang ke kantor, buka puasa dengan kari Ayam yang rasanya lumayan... hehehe... Gw ucapin selamat ulang tahun dan minta maaf karena gak nyiapin kejutan apa - apa. Gw berusaha meyakinkan syuami bahwa Kari Ayam adalah kejutan penutup. Tidak ada kejutan lain. Syuami bilang beliau udah senang dimasakin.

Akhirnya pergilah Syuami-yang-Malang-Karena-Ulang-Tahun-Tanpa-Kejutan itu ke Masjid buat sholat tarawih. Gw gak ikut karena lagi berpartisipasi dalam Palang Merah Bulanan. Buru - buru gw matiin semua lampu rumah supaya mirip korslet dadakan. Di kamar yang merangkap surga dunia, gw siapin kue ulang tahun beserta lilin yang belum dinyalakan. Sambil menunggu Syuami pulang, gw main game. 

Pintu di ketuk. Gw lompat dari kursi buru - buru nyalain lilin, menutup pintu kamar dan bukain pintu.
"Korslet lagi nih, Syu..." ujarku mengadu super bohong. Susah payah menutup mulut supaya gak senyum dan terlihat wajar.
"Waduh, gimana ya? Apa abang panggil tukang aja?" Kata Abang sambil masuk. Melihat semburat lilin ulang tahun dari kamar Abang tersenyum lebar. Abang langsung masuk kamar menghampiri kue ulang tahunnya. Gw lihat muka abang sangat bahagia. Bahagiaaaaa sekali. Akhirnya dengan suara cempreng-adanya gw menyanyikan lagu selamat ulang tahun...

Terimakasyih sudah memutuskan untuk menua bersama Dede, syu... Selamat Ulang Tahun... I Love You...


Share: