13.5.12

Jam Bilang, "Sekarang 5:54 Pagi"

Bismillahirrahmanirrahiim...

Jam boleh sesuka hati mematok waktu. Kapan saja semua orang akan mempercayainya. Patokan yang tidak pernah salah. Seperti jam tangan dosenku kemarin. Tidak ada yang bisa menyalahkannya walau lebih cepat 5 atau 10 menit dari jamku. Lalu, salahkah jika kukatakan sekarang jam 12 siang? tidak. Disana, entah di belahan bumi yang bagian mana, sedang mengalami terik matahari tepat diatas kepalanya. Di tempatku, matahari baru saja menyapa dengan sinar lembut. Ntahlah kalau nanti siang dia marah dan menyengatku lagi.

Pagi ini aku terbangun oleh detik jam yang terdengar lebih keras dari biasanya dan lantunan ayat Al- Ashr dalam mimpi. Mendegupkan jantung. Tuhan mungkin menegur. Menegur aku. Satu titik ketidaksempurnaan kreasi Yang Maha Sempurna. Ah... aku lalai lagi. 


Aku yang masa bodoh dengan waktu. Contoh sederhana Tak menghargai 'telat'. Mungkin, aku sempat berprinsip, "waktu tak akan bisa mengaturku! biar aku yang mengaturnya!" Tapi kenyataan di Medan Perang sepertinya akulah yang selalu diatur. Seringkali kusadari, tapi tak pernah jera. Masa bodoh saja. Lebih tepatnya mungkin... "Pencinta Deadline"


Terkadang meski cuma bunyinya yang "tik, tok, tik, tok, tik, tok" membuatku terlamun lama. Bagaimana jika detik berikutnya aku tak bernafas. Hanya dalam satu ketukan aku ditarik mengawang - awang ke dunia yang tak pernah aku kenal sebelumnya.

Waktu egois? ya, mungkin benar, sangat egois. Waktu pulalah yang memisahkan sepasang suami istri yang saling mencinta bertahun - tahun bak merpati putih.Waktu yang mendewasakanku tanpa inginku dan seringkali tanpa kusadari. Waktu yang memutar bahagia jadi sedih dan sebaliknya. 


Seberapa hebatkah waktu, sampai Allah bersumpah pada waktu, bahwa kami manusia lalai...

NB : Ini juga karya gw tahun 2010 di blog lain. Tiba - tiba gw baca ulang. Lalu gw tiba - tiba sangat mencintai diri gw sendiri. Ternyata gw emang unique. <-- Narsis gak usah dibaca
Share:

0 komentar: