13.5.12

Eksekusi Tak Mematikan Cintaku

Bismillahirrahmanirrahiim...

Ketika mereka memberi kesempatan untukkku menghubungi seseorang, aku tak banyak memikirkan nama lain selain namamu. Dan memang hanya kau yang ingin kuhubungi. Kutahu kau tak akan pernah tabah, tapi kuyakin kaulah yang akan paling mengerti aku dan kutahu setelahnya kau akan berusaha kuat. Orang tuaku tak akan bisa menerima. Mereka pasti akan banyak bertanya tentan. Ta
Dan... seribu maaf... itupun hanya ingin kulontarkan untukmu. Biar kamu saja yang menyampaikan ke orang lain maafku nanti belakangan. Mungkin... setelah kau memaafkanku, sampaikan maafku kepada mereka.

Ketika mereka menyiksaku yang berkelibat dipikiranku hanyalah masa - masa bersamamu dalam pernikahan ini. Sungguh tak satu detikpun membuatku merasa sedih. Kekhawatiranku hanya berisi ketakutan membuatmu terluka. Aku takut membuatku terluka. Maka kali ini... aku pasti membuatmu terluka meski ini bukan inginku...

"Tuuutt... tuuuutttt...." nada ini hanya batas antara kita. aku tak sabar mendengar suaramu yang tlah lama tak kudengar. meski selalu menggema di detik - detik ku merindukanmu. Oh... cepatlah tebus nada ini, aku ingin mendengar suaramu...

Telpon diangkat. Banyak yang langsung ingin kulontarkan. semuanya yang terpendam, menumpuk 2 tahun ini dalam hatiku. seakan ingin kulontarkan semua. aku ingin bilang padamu berkali - kali betapa aku mencintaimu dan rindu yang mendebu di lantai dasar hatiku. semuanya leleh mencair ketika kau langsung menyapa.

"aku tahu itu kau..." sapamu langsung dan aku hanya bisa diam. "Aku mencintaimu, dan sangat merindukamu 2 tahun ini, aku hanya ingin tahu kabarmu... bagaimana disana..."
aku hanya terdiam tak bisa berkata apa - apa mataku panas, tak lama tangisku tumpah. Kutahan aku tak ingin kudengar. 

"Istriku... aku mencintaimu. Merindukanmu. Maaf. Besok eksekusiku..." Sipir disampingku langsung menarik gagang telpon yang kugenggam. hilang sudah suaranya. aku sempat mendengar isak tangis sedikit. itu lebih memilukanku dari pada siksaan di penjara ini. Selamat tinggal cintaku... sampai jumpa suatu hari nanti...

Besok eksekusi matiku. Aku tertangkap musuh. Aku tak mau membongkar rahasia apapun tentang negaraku. Besok aku mati... mungkin... tapi kupastikan cintaku tidak...

NB : Ini barangkali adalah draft cerpen pertama yang gw buat di blog gw yang lain duluuuu banget sebelum gw ngeblog disini. 26 April 2010. Waktu gw masih sangat - sangat muda. 
Share:

0 komentar: