29.5.12

Mari Menanggung Bersama Beban Itu

Bismillahirrahmanirrahiim...


Hari itu gw sebenernya senang, gak ada masalah. Tapi waktu malam datang, dan gw tengah memeluk syuami gw bersiap tidur. Gw tiba - tiba merasa kehilangan seseorang. Tiba - tiba gw sangat merindukan seseorang. Tiba - tiba gw sangat ingin tau keadaannya. Tiba - tiba gw ingin tahu apa yang sedang dilakukannya. Tiba - tiba gw rindu belaian hangatnya...

Di mata yang terpejam gw nangis, dan entah mengapa abang bisa sadar. Padahal gw udah berusaha nangis sehening mungkin tanpa suara. Lalu syuami memeluk gw, erat dan hangat. Tanpa kata, tapi sepertinya syuami tau apa yang membuat gw sedih begitu tiba - tiba malam itu. Gw ingat pelukan itu dan gw suka pelukan itu. Itu adalah pelukan yang membuat gw merasa dia selalu ada menemani gw termasuk dalam sedih gw. Itu adalah pelukan 'mari menanggung bersama beban itu'... Hahahaha... Dan di sela - selanya, syuami pasti mencium kepala gw, dan ini adalah bagian yang paling gw suka. Dicium di kepala? Aneh. Tapi menurut gw itu posisi ciuman ter-romantis dibanding posisi ciuman lain. (oke... cukup...)

Syuami memang selalu seperti itu. Tak suka banyak kata. Sangat terbalik dengan gw. Banyak kata tapi nihil implementasi. Hehehehe...
Share:

28.5.12

Dua Ekor Semut Hitam Kecil Imut

Bismillahirrahmanirrahiim...


Dear Syuami,
Sepetinya kita sudah melewati banyak hal ya... Seperti inilah wajah pernikahan itu. Begitu kompleks. Seperti inilah wajah cinta, memberi dan banyak berkorban. Seperti itulah cinta yang selalu Abang berikan ke Dede... Terimakasyih atas kesabaran penuh atas kekanak - kanakan Dede... 

Menikah denganmu di usia 20 tahun, Dede berusaha belajar super cepat untuk menjadi sangat dewasa. Masih banyak kurang disana sini. Masih sering main game. Masih sering bermalas - malasan ala anak kuliah. Masih sering menelantarkan beberapa kewajiban... Tapi Dede akan berusaha lebih baik lagi...

Kita seperti dua ekor semut hitam kecil imut yang membangun sarang. Akhirnya kita serumah sekarang dan insya Allah selama - lamanya. Terimakasyih sudah banyak membantu Dede... terimakasyih udah selalu mendampingi dede dengan setia...
Bersyukur menjalani pernikahan ini dengan seorang Safruddin Alwi, beruntung memilikimu...
Terimakasyih atas segalanya... :) 
I love you...
Muuwwaaaaahhhhhhh!!!
Share:

25.5.12

Selesai Sidang!!

Bismillahirrahmanirrahiim...

Lega... banget... kayak habis *****

Alhamdulillah!!! Dengan beberapa tetes air mata disana - sini di ruang sidang dan beberapa kali dimaki - maki, dihina dina, dan disiksa hampir 2 jam. Gw dinyatakan lulus. Dengan nilai sidang A-. Dengan IPK akhir 3.57. Dengan penambahan nama Mershelly Syanel, SMB. 

Gw yudisium dengan air mata mengalir. Ditatapi 3 orang dosen yang bingung kenapa gw nangis. Gw sidang sendirian, sengaja gak mau kasih tau temen - temen. Gak pe de di temenin banyak orang trus nanti tiba - tiba gak lulus... hehehe... Gw keluar ruangan dengan menyalami semua orang. Dengan senyum dengan muka yang masih sembab. Betapa hebatnya Allah... :) membantu gw yang udah jelas - jelas ngerasa gagal presentasi.

Terimakasyih buat semua orang yang diem - diem baca blog ini. Terimakasyih semua doa - doanya buat istri cilik... :) Well done istri cilik! Akhirnya bisa membuktikan bahwa nikah di semester 5 gak akan ganggu kuliah insya Allah... :)

Pernahkah Anda berfikir bahwa menjadi Sarjana itu SULIT?
Share:

22.5.12

Catatan Si Han Tu

Bismillahirrahmanirrahiim...

Nama gw Han. Nama lengkapnya Han Tu. Perlu dicatat, gw bukan turunan China. Gw... Entah dari mana. Orang tua gw adalah si anu dan si anu. Klise. Gw gak pernah lihat wajah mereka kayak apa. Makanan kesukaan gw, bakso. Dan minuman kesukaan gw, teh manis dingin pake gula yang banyak.  Gw gak tamat Taman Kanak Kanak. Gw jomblo. Tapi lagi naksir berat sama Kun Ti. Perlu diketahui juga, Kun Ti bukan turunan China. Sama kayak gw. Silsilahnya gak jelas.

Hari ini, gw dapat kesempatan terhormat untuk buat postingan di blognya ShellyTheUNIX. Gw jujur aja ya, sangat - sangat ngefans ama si Istri Cilik ini. Karna menurut gw... dia itu... gila... sinting... aneh... weird... tapi dia keren dan emang langka... unik. Kalau gak ada Kun Ti, gw mungkin bakal naksir berat ama si Istri Cilik. Tapi engga deh, gak mau gw ama emak - emak.

Baiklah gw akan memulai dengan sebuah pepatah basi "Hidup itu berputar kayak roda, kadang diatas, kadang di bawah..." Entahlah ya... itu pepatah atau bukan.

Tidak selamanya kita, para manusia, selalu berada pada titik terbaiknya. Ada kalanya kita berada di titik terendah. Paling rendah. Paling sial yang pernah kita rasa. Sampai rasanya pingin muntah. Hueeeekkk! Cuiiiihh!!! Hambar semuanya hambar.

Dan teman gw ini... memilih mati. Dan diantara kami semua, gak ada yang tau dia sekarang kabarnya gimana. Mungkin berpesta pora bersama belatung, pasrah dilumat habis. Atau... dia jadi setan gentayangan... gw gak tau persis... Klo disuruh pilih antara mati dan gila, gw sih pilih gila. Tapi jangan sampai deh dua - duanya. Hahahaha!

Hidup ya emang begini ini. Taik kucing ama happily ever after! Taik kambing ama sadly ever after! Kita semua butuh roler koster dalam hidup kita. Dan nikmatilah roler koster itu. Entah dengan senyum. Entah dengan nangis. Entah dengan tertawa terbahak - bahak. Terserahlah. Buatlah sekreatip dan seinopatip yang elo elo pada bisa bikin.

Sebagai penutup,
akan ada saatnya elo - elo pada bakal bersyukur banget pernah dapat masalah.

Te te De,

Han Tu
Share:

13.5.12

Arogansi 'Aku'

Bismillahirrahmanirrahiim...

"Aku" bukanlah kata yang menunjukkan kebersamaan.
Di dalam "Aku" pula-lah ada kemarahan.
Di dalam "Aku" ada kata - kata lain yang tak terbantahkan
Jadi ketika kukatakan "aku", disitulah berkerumun sgala kepentingan tentang aku.

Aku adalah simbol kerajaan diri
dimana "Saya" bertahtakan mahkota kekuasaan
Egois adalah undang - undang yang rigid. Tak bisa diganggu gugat.
"Aku" adalah sentral segala peraturan yang ada.
"Aku" adalah "saya" yang duduk di singgasana tertinggi

Namun adakalanya pula "aku" menjadi simbol satu kelemahan
Karena terkadang sambil berucap "Aku"-lah air mata menetes
dalam "aku" pulalah penyalahan diri dimulai...
dalam "aku" segenap pertanggung jawaban menjadi jelas...

NB : Ini juga sama. Karya jadul tahun 2010. Ohh... I love myself...
Share:

Jam Bilang, "Sekarang 5:54 Pagi"

Bismillahirrahmanirrahiim...

Jam boleh sesuka hati mematok waktu. Kapan saja semua orang akan mempercayainya. Patokan yang tidak pernah salah. Seperti jam tangan dosenku kemarin. Tidak ada yang bisa menyalahkannya walau lebih cepat 5 atau 10 menit dari jamku. Lalu, salahkah jika kukatakan sekarang jam 12 siang? tidak. Disana, entah di belahan bumi yang bagian mana, sedang mengalami terik matahari tepat diatas kepalanya. Di tempatku, matahari baru saja menyapa dengan sinar lembut. Ntahlah kalau nanti siang dia marah dan menyengatku lagi.

Pagi ini aku terbangun oleh detik jam yang terdengar lebih keras dari biasanya dan lantunan ayat Al- Ashr dalam mimpi. Mendegupkan jantung. Tuhan mungkin menegur. Menegur aku. Satu titik ketidaksempurnaan kreasi Yang Maha Sempurna. Ah... aku lalai lagi. 


Aku yang masa bodoh dengan waktu. Contoh sederhana Tak menghargai 'telat'. Mungkin, aku sempat berprinsip, "waktu tak akan bisa mengaturku! biar aku yang mengaturnya!" Tapi kenyataan di Medan Perang sepertinya akulah yang selalu diatur. Seringkali kusadari, tapi tak pernah jera. Masa bodoh saja. Lebih tepatnya mungkin... "Pencinta Deadline"


Terkadang meski cuma bunyinya yang "tik, tok, tik, tok, tik, tok" membuatku terlamun lama. Bagaimana jika detik berikutnya aku tak bernafas. Hanya dalam satu ketukan aku ditarik mengawang - awang ke dunia yang tak pernah aku kenal sebelumnya.

Waktu egois? ya, mungkin benar, sangat egois. Waktu pulalah yang memisahkan sepasang suami istri yang saling mencinta bertahun - tahun bak merpati putih.Waktu yang mendewasakanku tanpa inginku dan seringkali tanpa kusadari. Waktu yang memutar bahagia jadi sedih dan sebaliknya. 


Seberapa hebatkah waktu, sampai Allah bersumpah pada waktu, bahwa kami manusia lalai...

NB : Ini juga karya gw tahun 2010 di blog lain. Tiba - tiba gw baca ulang. Lalu gw tiba - tiba sangat mencintai diri gw sendiri. Ternyata gw emang unique. <-- Narsis gak usah dibaca
Share:

Eksekusi Tak Mematikan Cintaku

Bismillahirrahmanirrahiim...

Ketika mereka memberi kesempatan untukkku menghubungi seseorang, aku tak banyak memikirkan nama lain selain namamu. Dan memang hanya kau yang ingin kuhubungi. Kutahu kau tak akan pernah tabah, tapi kuyakin kaulah yang akan paling mengerti aku dan kutahu setelahnya kau akan berusaha kuat. Orang tuaku tak akan bisa menerima. Mereka pasti akan banyak bertanya tentan. Ta
Dan... seribu maaf... itupun hanya ingin kulontarkan untukmu. Biar kamu saja yang menyampaikan ke orang lain maafku nanti belakangan. Mungkin... setelah kau memaafkanku, sampaikan maafku kepada mereka.

Ketika mereka menyiksaku yang berkelibat dipikiranku hanyalah masa - masa bersamamu dalam pernikahan ini. Sungguh tak satu detikpun membuatku merasa sedih. Kekhawatiranku hanya berisi ketakutan membuatmu terluka. Aku takut membuatku terluka. Maka kali ini... aku pasti membuatmu terluka meski ini bukan inginku...

"Tuuutt... tuuuutttt...." nada ini hanya batas antara kita. aku tak sabar mendengar suaramu yang tlah lama tak kudengar. meski selalu menggema di detik - detik ku merindukanmu. Oh... cepatlah tebus nada ini, aku ingin mendengar suaramu...

Telpon diangkat. Banyak yang langsung ingin kulontarkan. semuanya yang terpendam, menumpuk 2 tahun ini dalam hatiku. seakan ingin kulontarkan semua. aku ingin bilang padamu berkali - kali betapa aku mencintaimu dan rindu yang mendebu di lantai dasar hatiku. semuanya leleh mencair ketika kau langsung menyapa.

"aku tahu itu kau..." sapamu langsung dan aku hanya bisa diam. "Aku mencintaimu, dan sangat merindukamu 2 tahun ini, aku hanya ingin tahu kabarmu... bagaimana disana..."
aku hanya terdiam tak bisa berkata apa - apa mataku panas, tak lama tangisku tumpah. Kutahan aku tak ingin kudengar. 

"Istriku... aku mencintaimu. Merindukanmu. Maaf. Besok eksekusiku..." Sipir disampingku langsung menarik gagang telpon yang kugenggam. hilang sudah suaranya. aku sempat mendengar isak tangis sedikit. itu lebih memilukanku dari pada siksaan di penjara ini. Selamat tinggal cintaku... sampai jumpa suatu hari nanti...

Besok eksekusi matiku. Aku tertangkap musuh. Aku tak mau membongkar rahasia apapun tentang negaraku. Besok aku mati... mungkin... tapi kupastikan cintaku tidak...

NB : Ini barangkali adalah draft cerpen pertama yang gw buat di blog gw yang lain duluuuu banget sebelum gw ngeblog disini. 26 April 2010. Waktu gw masih sangat - sangat muda. 
Share:

10.5.12

101 Soal Perempuan Yang Patut Anda Ketahui

Bismillahirrahmanirrahiim...

Hak Cipta : Istri Cilik
Alhamdulillah dibeliin syuami bukunya Pak M. Quraish Shihab : 101 Soal Perempuan Yang Patut Anda Ketahui. Berbeda dengan buku Islam kebanyakan, buku ini sangat mempesona. Ya, dari covernya, ukuran, maupun isinya.

Kebanyakan buku tentang Islam membuat gw takut. Bahkan kadang bertanya - tanya dalam hati, "Mengapa begitu banyak hukuman?" atau "Mengapa agama ini begitu sulit?" dan pertanyaan - pertanyaan lain yang murni timbul dari buku - buku semacam itu. Yang berujung pada membuat gw malas mempelajari lebih jauh. Dengan alibi, "Gak tau kan gak dosa?"

Kasih-Nya melebihi Murka-Nya. Setidaknya itu yang gw yakini. Hanya saja, ada yang benar - benar harus gw ingat, di sampul belakang buku ini tertulis (*Catatan Oleh Pak Quraish Shihab) :
"Saya berusaha menghidangkan yang "termudah" dari aneka hidangan yang tersedia... Mohon jangan dikurangi dan ditawar lagi...

Gw cinta banget sama kalimat yang di tebelin di atas (*Bold-red). Menurut gw itulah islam. MUDAH, tapi kemudahaannya jangan DITAWAR lagi. Jadi, tidak seperti buku lain yang lebih mengecam pada "Tidak Boleh", "Anda salah", "Anda berdosa", atau "Anda kafir". Buku ini secara halus menyentuh bagian terdalam hati gw untuk mencintai Islam.
Menurut gw, buku ini wajib dibeli. Kado untuk seorang wanita yang Anda puja misalnya? *ihiiiiirrr...
Share:

Untuk Putriku

Bismillahirrahmanirrahiim...

Putri, tahukah kamu apa yang membuatku sangat terpesona?
Senyummu disaat hancur...
Sebuah ketegaran yang anggun... 

Aku mencintaimu, Putri...
Diam - diam...
Saat dunia berkata cintaku tak ada...

Jangan menangis, Putri...
Karena Selamat Tinggal itu tidak ada...
yang ada, Sampai Jumpa...
Share:

6.5.12

17 Monthiversary

Bismillahirrahmanirrahiim...

 


Dear Syuami,
Kemarin, kemarinnya lagi hari jadi kita yang ke 17 bulan. Semoga kita tidak pernah jauh dari tujuan utama kita Sakinah, ma waddah wa rahmah yang pada akhirnya berujung pada nikah batin. Allahumma aamiin... How does it feel? sepertinya sms dari abang sudah menggambarkan segalanya ya... Dari sisi Dede, dede akan menggambarkannya secara mendetail...

Terimakasyih karena...
Kita masih saling memberikan 'ruang' pada hobi kita masing - masing. 'Ruang' itu adalah metafora dari apa yang kita sebut 'Menjaga Diri Agar Tetap Waras'. Meski kadang kita harus berkompromi dengan rasa cemburu yang menggrogoti kala masing - masing dari kita tengah asik dengan 'ruang' itu, Syukurlah ada batas diantaranya yang masih menyempatkan kita menggenggam tangan atau sekedar melilit - lilit kaki. Atau terkadang tertawa cekikikan karena salah satu gerakan ekstrim.

Kita masih menjadi partner. Ya, partner yang saling bahu - membahu. Syukurlah abang tidak pernah menganggap Dede pelayan rumah tangga. Tapi ikut serta di dalamnya. Membantu Dede mencuci piring, membuang sampah, menyapu, membelikan gas, dan lain - lain. Sebaliknya? Dede juga kadang rela magang gratis mengerjakan secuil tugas abang bukan? #uups!

Kita bersenang - senang. Karaoke berdua, main bulu tangkis, nonton di bioskop sampai di TV 21" di rumah, atau sekedar duduk berdua, bicara, mengomentari apa saja, mengingat masa lalu, dan tertawa bersama.

Kita masih terus menemukan alasan untuk saling mencintai. Ya, entah itu abang yang semakin ganteng dengan peluh setelah pulang kerja, atau ekspresi tidur abang yang seperti bayi, dan lain - lain. Dede temukan kepingan - kepingan itu satu persatu sampai suatu hari nanti menjadi lengkap. Cukup lengkap untuk dijadikan dongeng romantis untuk anak cucu...

Selanjutnya Dede ingin berprofesi sebagai istri profesional. Profesi ini menuntut banyak keahlian profesi lain seperti : Ahli Kebun, Koki Profesional, Ahli kecantikan, Manajer Keuangan Multinational Corporation, Dokter, Ahli Tata Ruang, dan ibu tentunya. Sudah dibayangkan suatu hari nanti kita punya 'Kebun Raya' sendiri, plus lubang resapan bioporinya. Plus masakan yang sudah diolah dengan profesional, bukan sekedar coba - coba campur bumbu lagi. Rumah yang di tata sedemikian nyaman sehingga pas Abang pulang, semua penat itu menguap. Serta Dede yang selalu jadi orang tercantik di mata abang...

Bantu Dede mewujudkannya yah, syuamiku tercinta...
Share: