28.3.12

Jodoh?

Bismillahirrahmanirrahiim...

Banyak teman yang naya sama gw gimana caranya dapat jodoh? Gimana caranya dapet jodoh yang baik? De el - el. Jawabannya? Gw gak tau. Sama sekali gak tau. Mengecewakan sekali bukan? Ya, karena itu rahasia Allah, Allah yang tulis, jadi gw gak tau. Tapi gw punya beberapa tips, tips - tips ini gw kumpulkan dari berbagai sumber yang gw dapatkan sebelum gw nikah. Semoga rangkuman tips ini bisa diusahakan oleh teman - teman sekalian buat nyari 'calon jodoh' yang baik, Insya Allah.

1. Tempat
Temen - temen mau jodoh kayak apa, tinggal sesuaikan tempatnya. Mau jodoh yang pintar, cari di kampus ternama. Mau cari yang kaya, cari di perusahaan besar, mau cari keturunan konglomerat, cari di kompleks rumah mewah. Tapi kata guru ngaji gw, yang paling utama itu yang baik akhlak dan baik pula agamanya? ditemuinnya dimana? Gw rasa teman - teman lebih tau dimana nemuinnya, yang jelas sih, bukan di diskotik.

Gw pribadi sih, menemukan syuami gw di SMA kebanggaan gw, SMA Taruna Nusantara, dan gw tau persis kualitas lulusan di SMA gw, bukannya sombong, atau bilang alumni SMA gw sempurna, at least lulusan SMA gw, mandiri, bisa nyuci baju sendiri, nyetrika sendiri, gak ngerokok pas SMA, dan anak kampung pirikan! Yay!

2. Siap - siap 
Berhubung kita gak pernah tau timing nya Allah kapan, dimana, pada detik ke berapa, maka dari itu sebaiknya kita bersiap - siap. Nikah kan gak gampang? Tapi gak susah juga, ya... susah susah gampang lah! Temen - temen mau jodoh kayak apa? Cakep, kaya, pinter, baik akhlaknya, bagus agamanya? Klo gitu mari kita bersiap - siap jadi pribadi yang cakep, kaya, pinter, baik akhlaknya dan bagus agamanya. Gak usah buru - buru, gak usah di ikat - ikat dengan hubungan yang mengikat dan tidak sah, jodoh gak bakal datang lebih cepat, atau lebih, lama. Ingat... semuanya sudah di tulis ama Allah. 

Waktu dinasehati begini, gw nanya satu hal, "Loh, klo gak pacaran, gimana kita bisa tau dia baik atau engga?". Waktu itu, guru gw jawab, "Ya dari temannya, dari orang tuanya, dari kakaknya, dari adiknya, atau kalau belom puas juga, minta tolong temen buat jadi mata - mata, periksa track record tindak kejahatannya, periksa status facebook dan twitternya... bisa kan?"

3. Lebarkan Sayap
Klo menutup diri, gak bakal deh ketemu jodoh. Loh? trus gimana ceritanya gw yang notabene 'anak rumahan' atau mungkin lebih tepat 'anak kamaran' yang cuma berinteraksi sama komputer bisa ketemu jodoh? Jawabannya karena gw melebarkan sayap, men! Gw ikut ikastara, biarpun gak ikut kegiatan luarnya, gw mulai perbanyak interaksi via dunia maya sama beberapa alumni, di kenalin ama abang siswa ini dan itu, syalala... bla... bla... bla... Eh, akhirnya ketemu abang siswa Safruddin Alwi. 

Udah ah, capek nulis... Gw mau siap - siap turnamen bulu tangkis nanti sore ama syuami pas beliau pulang kantor.  Hehehe... Supaya lemak - lemak diperut bisa ilang... :D
Share:

Rezeki

Bismillahirrahmanirrahiim...


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ : (( قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ زَوْجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : "اللَّهُمَّ أَمْتِعْنِي بِزَوْجِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَبِأَبِي أَبِي سُفْيَانَ ، وَبِأَخِي مُعَاوِيَةَ" ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَدْ سَأَلْتِ اللَّهَ لآجَالٍ مَضْرُوبَةٍ ، وَأَيَّامٍ مَعْدُودَةٍ ، وَأَرْزَاقٍ مَقْسُومَةٍ ، لَنْ يُعَجِّلَ 
شَيْئًا قَبْلَ حِلِّهِ ، أَوْ يُؤَخِّرَ شَيْئًا عَنْ حِلِّهِ ، وَلَوْ كُنْتِ سَأَلْتِ اللَّهَ أَنْ يُعِيذَكِ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ أَوْ عَذَابٍ فِي الْقَبْرِ كَانَ خَيْرًا وَأَفْضَلَ ))

Dari Abdullah bin Mas’ud RA berkata: “Ummu Habibah RA istri Nabi SAW pernah berdoa: “Ya Allah, berilah aku kebahagiaan dengan suamiku Rasulullah SAW, bapakku Abu Sufyan, dan saudaraku Mu’awiyah.” Maka Nabi SAW menegurnya: “Engkau telah memohon kepada Allah waktu-waktu (usia) yang telah ditetapkan, hari-hari yang telah ditentukan, dan rizki-rizki yang telah dibagi. Allah SWT sekali-kali tidak akan menyegerakan sesuatu hal sebelum waktunya tiba dan Allah sekali-kali tidak akan menunda sesuatu jika telah tiba waktunya yang telah ditetapkan. Jika engkau meminta kepada Allah SWT agar Allah melindungimu dari adzab neraka atau adzab kubur, maka hal itu lebih baik dan lebih utama bagimu.” (HR. Muslim no. 4814 dan Ahmad no. 3517)

Ada rezeki yang gw inginkan, dan menurut Hadist diatas, Allah SWT sekali-kali tidak akan menyegerakan sesuatu hal sebelum waktunya tiba dan Allah sekali-kali tidak akan menunda sesuatu jika telah tiba waktunya yang telah ditetapkan. 

Dan gw harus yakin timing-nya Allah selalu tepat. Jauh lebih tepat dari perhitungan gw. Kalaupun gak sesuai dengan timing yang gw harapkan, gw hanya bisa berserah... Dan berserah, tidak sama dengan pasrah... :)

Share:

24.3.12

Kemeja Merah Marun

Bismillahirrahmanirrahiim...

Aku tengah sibuk menariki setiap sudut sprei tempat tidur. Kutarik ujung sini, ujung yang tak kuharapkan pun ikut tertarik. Bagian tengahnya tak kunjung menegang, masih kusut tanda tak rapi. Aku mulai tak profesional.
Putus asa menuntunku untuk duduk saja di atas tempat tidur itu, mataku tertuntun ke arah setumpuk pakaian yang tertumpuk di belakang pintu. Argh... kapan sih hanya sedikit pakaian tertumpuk disana? Aku menghampiri tumpukan pakaian itu, kujatuhkan satu persatu baju yang sudah tak layak pakai karena bau-nya sudah menuntut untuk dicuci. Nyamuk berterbangan, aku kesal, sudah sempat bersarang disini para penerima donor darah gratis dariku dan syuami tiap malam. Lihat saja nanti, akan kuhabisi mereka dengan seprot nyamuk terampuh, ujarku bersiap balas dendam. 
Aku terpaku, menatap kemeja merah marun milik syuamiku. Kuperhatikan baik – baik. Warnanya kini telah memudar. Dulu, kemeja ini rutin dicucikan di laundry, kini, seiring perubahan status, tugas mencuci itu diambil alih oleh istrinya, siapa lagi kalau bukan aku? Betapa kemeja ini telah melakukan banyak hal. Kemeja marun ini yang membuatku jatuh cinta pada si empunya. Kemeja marun ini pula-lah yang menemani syuamiku berkerja dan menyerap peluhnya. Parfum syuami masih tertinggal disana. Rindu. Baru saja ditinggal beberapa jam, tapi hati rasanya tak sabar menunggu pulang. Ingin kupeluk si empunya baju ini sesampainya di rumah. Lain kali tak kan kuizinkan lagi Ia pergi menjauh lebih dari dua puluh empat jam.
Terimakasih kemeja merah marun...

Share:

14.3.12

Catatan Istri Cilik : I Love This Man...

Bismillahirrahmanirrahiim...

Ini sudah entah yang keberapa kalinya gw melirik jam di ponsel. Tujuannya? Hanya sekedar untuk memastikan ini telah larut malam. Setiap detik yang terlewat rasanya mampu menusuk - nusuk jantung. Benar - benar rasa khawatir yang menyiksa.

22:25 WIB
"Tok... tok...". Pintu rumah diketuk. Gw, tanpa berpikir panjang, langsung berhambur keluar dari pintu kamar. 

"Abaaaangg!!!" Jerit gw sambil membuka pintu rumah. 

Girang bukan kepalang melihat belahan jiwa gw akhirnya pulang. Seraut wajah yang gw cintai berdiri di sana, dengan wajah super lelah, bahkan gw gak pernah melihat abang selelah ini dalam kurun setahun lebih pernikahan kami. Gw langsung mengambil alih tas ranselnya. Tak lupa menyalami dan mencium kedua pipinya. Sengaja tak banyak bertanya. Secapek itu masih perlu dihujani pertanyaan? Yang benar saja? Dari buku yang gw baca, pertanyaan - pertanyaan disaat syuami keletihan mampu mengundang kemarahan. Jadi kusimpan saja kumpulan tanda tanya di kepalaku. Simpan buat besok.

"Abang mual Dede... kayaknya abang masuk angin..." ujar abang lesu. Ingin rasanya gw becandain 'Hah?! Abang Hammiyyyll??' Tapi rasanya bukan waktunya dan bukan reaksi yang paling tepat gw keluarkan saat itu.
"Udah makan malam, sayang...?" Tanyaku lembut.
"Dikit, Abang gak selera..." Jawab abang masih dengan wajah letih.

Gw langsung mengambil makanan dan minuman ke kamar, lalu dengan cepat mengambil baju tidur Abang, mematikan AC, dan mengambil minyak Cajuput. Abang sudah tepar di tempat tidur. Gw segera melumuri seluruh badan Abang dengan minyak. Memijit - mijit hampir seluruh tubuhnya juga, karena gw tau, besok abang juga masih sibuk dengan acara peresmian kantornya. Gw berharap besok abang udah seger-an.

Selesai memijit, gw memeriksa baju Batik yang dipakai abang besok supaya siap pakai. Gw periksa ponselnya, gw isi batrei ponsel yang habis. Gw periksa tasnya, gw lihat apakah kamera yang dipakai Abang besok masih ada batreinya. Gw siapkan alarm supaya besoknya Abang gak telat berangkat ke kantor. Dan semua detail - detail penting.

Gw menatap wajah yang tertidur pulas itu. Mengigau. "Dimana tikusnya, Dede?". Gw tertawa tertahan. Kasihan. Capek sekali cinta gw ini. Gw berbaring di sampingnya. Gw tatap lekat - lekat. Saat itu rasanya seluruh darah dalam nadi berdesir. Oh, betapa gw sangat mencintai orang ini. Orang yang sangat mencintai gw juga, dan bekerja sekeras ini demi gw. Hati gw terenyuh, hati rasanya luluh, saat itu rasanya sayang sekali.

Gw tersenyum sendiri, sempat gw daratkan satu kecupan di kening Abang. "Selamat tidur, Sayang..."

05.30 WIB
Setelah shalat subuh jama'ah berdua. Gw segera matiin lampu, nyemir sepatu Abang, dan nyiapin sarapan buat Abang. Sarapannya gak mewah kok, Baby J.Co plus Kopi Carnation (*gak bisa masak nih ye...). Tiba - tiba Sang Syuami menghampiri gw.

"I need a hug..." Kata syuami sambil tersenyum lebar.
Gw yang kebingungan, tetap mengabulkan permintaan Abang. Gw peluk Abang dengan pelukan sayang yang super hangat. Pelukan terbaik yang gw bisa usahakan meski gw bingung tujuannya untuk apa. Menenangkan? "Abang kenapa?" Tanya gw pada akhirnya.
"Makasih, Sayang... udah nyiapin semuanya buat Abang, you support me!" Ujar Abang tiba - tiba.
"Masih masuk angin, Sayang?" tanya gw lagi.
"Engga, udah enakan. Entah apalah jadinya Abang klo Dede nda ada disini... Makasyih Dede..." seru Abang yang terdengar tulus oleh gw. Then he kissed me.

Di sini, di rumah kontrakan baru kami, istri cilik sedang berusaha jadi istri super hebat. Di sini juga, cinta rasanya sangat nyata. Hampir gw lupa klo dulu gw sering bilang bahwa cinta itu hanya dongeng belaka.
Kita Berdua Harus Imut
Share:

3.3.12

I Won't Do This Anymore

Bismillahirrahmanirrahiim...

Gw gak mau lagi...
  1. Checking out Facebook all day. Checking out people's profile again and again. Twitter? Just the same
  2. Gak makan seharian
  3. Mainin hape sampe gak tidur - tidur
  4. Gak mandi seharian
  5. Gak belajar sesuatu seharian
Semoga itu bukan sekedar kata - kata. 
Share:

2.3.12

Tamu Cowok

Bismillahirrahmanirrahiim...

Hari ini, gw bangga ama diri gw sendiri. Pasalnya, temen gw nelpon buat makan bareng di rumah gw, tapi mereka bawa teman cowok mereka. Kasusnya, gw adalah seorang istri (*meski gw juga berstatus mahasiswi dan tinggal di kosan) dan gw tidak boleh sembarangan memasukkan seseorang ke dalam rumah, khususnya cowok tanpa izin syuami gw.

Beberapa orang bakal bilang "Ah, itu pemikiran konyol bin kampungan, kan rame, gak bakal terjadi apa - apa". Tapi gw harus tetap pada keputusan itu, tidak boleh ada tamu gw, yang berjenis kelamin cowok masuk ke rumah gw, tanpa izin syuami gw. Titik. Dan gw lebih baik dibenci teman - teman gw karena 'menolak' daripada gw harus mengecewakan syuami gw untuk kedua kalinya, karena dulu gw pernah memberi izin masuk teman cowok gw buat ngerjain tugas kelompok.  

Maaf ya, teman... bukan gw bermaksud kasar. Tapi ada kewajiban untuk jabatan gw saat ini. Suatu hari teman - teman pasti akan mengerti ketika telah memiliki jabatan yang sama. Lebih dari itu, gw memiliki perasaan yang tulus untuk tidak mengecewakan orang yang sangat gw cintai, iya. Syuami gw... :)


Share:

Competitive Person

Bismillahirrahmanirrahiim...



Oke, anggaplah gw tengah mencari 'alibi' buat semua kegagalan gw dengan quotes diatas. But Hey! Sekarang gw bisa liat, it's crystal clear! Hanya Allah lah yang bisa membolak balikkan segala keadaan dan segala keformal-an hukum alam yang selama ini manusia pahami.

Jadi gini, gw iri sama teman - teman gw yang sudah sarjana. Gw iri ama teman - teman gw yang dapat nilai sangat memuaskan. Dan konyolnya gw selalu membandingkan itu semua dengan gw. Hey! I'm a competitive person! My lovely husband knows that! Dan inilah titik dimana gw letih membanding - bandingkan. Titik dimana gw tidak akan lagi iri dengan itu semua.  Gw memutuskan bahwa :

"Gw memiliki, apa yang tidak mereka miliki, dan mereka memiliki apa yang tidak gw miliki... Pencapaian setiap kita berbeda dan setiap kita punya prestasi tersendiri..."

Selesai. Gw akan menendang rasa iri gw jauh - jauh. Alhamdulillah...
Share:

Husband's Notes

Bismillahirrahmanirrahiim...

Jadi, laptop gw mati, bukan karena rusak. Baiklah, adaptornya yang rusak. Awalnya, gw hanya berencana membeli adaptor pengganti. Tapi tiba - tiba... dalam tempo sesingkat - singkatnya dan sangat seketika, syuami membelikan gw Netbook baru sebagai ganti yang lama plus notes cinta diatasnya. Terimakasyih syuamiku tercinta udah beliin dede ntop baru! Syuami gw baik ya? Sorry ladies, this man is mine! all mine!! 
 


Oke, anggaplah ini juga postingan tentang suatu produk. Mungkin ada beberapa dari teman - teman yang sedang nyari laptop dan butuh informasi. Ah, kebetulan merek laptop kesukaan gw adalah Acer (*Selain Mac tentunya). Gw anggap Acer adalah laptop yang paling gampang diperbaiki, apapun masalahnya, dan... harganya terjangkau. (*Terjangkau oleh syuami, bukan gw... gw belum berpenghasilan ya know that!). 

Acer Aspire One 722
Layarnya 11.6". Dan masih bisa dipake buat photoshop (p.s : yang 10" gak bisa soalnya). Dan pake AMD, RAM-nya 2 GB, mulus banget klo dipake jalanin program. Batrenya bisa tahan sampai 6 jam. Hard disknya 320 GB. Kita bisa pilih yang kosongan Operating System atau yang udah ada Windows 7 Starter yang asli (*harganya beda hampir 500 ribuan) dan yang pake OS Win7 itu klo gak salah cuma yang warna merah. LCD 1366 x 768. Dan touchpad  beliau sudah mengadaptasi multi gesture.

Kelebihan :
  • Kecil, enteng, handal
  • Gw suka keyboard-nya meskipun masih sering kepeleset karena belum terbiasa. Keyboardnya lembut.
  • Kualitas soundnya OKE
Kekurangan :
  • Resolusi kamera biasa banget (*yah... namanya juga webcam)
  • Body nya kurang seksi alias yaaa... mirip netbook kebanyakan...

Saran gw :
Yah, Aspire One 722 ini bagus banget. Best Price! Tapi tentu saja kalau temen - temen punya banyak uang, gw lebih saranin beli MacBook! Bwahahaha! Tapi si Aspire One ini bagus dari segi ekonomis dan dengan performa yang handal. Artinya, worth it dengan harga segitu dan spek segitu... (*menurut gw...)
Share: