15.2.12

Don't Sweat the Small Stuff

Bismillahirrahmanirrahiim...

Setiap orang memiliki 'porsi'-nya dalam menghadapi masalah. Porsi besar, hanya untuk orang - orang besar, pun sebaliknya porsi kecil adalah untuk orang - orang kecil. Dulu, waktu gw kecil, mengikat sepatu adalah masalah besar bagi gw, sekarang? tidak lagi. Gw bahkan sudah sangat ahli mengikat sepatu. Gw sudah melewati porsi kecil itu dan semakin hari, setiap orang akan dihadapkan dengan porsi masalah yang semakin besar.

Jadi? Kalau gw selalu mengeluh tentang masalah yang sama, berulang kali, setiap harinya bahkan setiap tahunnya, itu artinya gw tidak bertambah besar dan gw selalu berhadapan dengan porsi masalah yang sama kecil setiap harinya dan setiap tahunnya. 

Gw pingin jadi orang yang besar hatinya, dalam artian gw pingin banget dari orang yang menganut aliran "Don't Sweat the Small Stuff", iya, orang - orang yang gak memusingkan hal - hal kecil. Bukan nyepelein atau nge-gampangin juga, tapi ketika menghadapi masalah apapun gw bisa jadi orang yang berjiwa besar dan bijak.

Berikut adalah beberapa hal - hal negatif yang gw lakukan pas gw lagi punya masalah (*Dan TIDAK ingin gw lakukan lagi, semoga syuami gw tercinta baca, dan senantiasa mengingatkan gw ketika dalam kesesatan):
  • Menyalahkan orang lain, mengghibah-kan, dan mencaci maki. Gw gak tau ya kenapa, padahal itu semua juga gak membantu gw semakin lega, yang ada dosa gw makin numpuk.
  • Merasa hanya gw yang punya masalah paling besar sedunia. Hanya orang kerdil seperti gw-lah yang memiliki masalah kecil, tapi merasa sudah memiliki masalah yang super besar.
  • Memberi tau dunia, melalui FB, Twitter, de el - el tentang masalah gw. Kecuali blog ya? klo FB dan twitter kan orang yang gak mengharapkan baca emosi negatif gw bisa kena getahnya (*karena muncul di timeline), sementara blog? orang datang sendiri... (*alibi)
  • Me-lebay-lebay-kan masalah. Contoh : teriris pisau, gw teriaknya "Oh tidaaak!!! gw akan mati!!"
Sejujurnya dibanding melakukan hal diatas, menangis dan diam adalah hal terbaik, dosa tak bertambah pikiran tak semakin runyam. Pada akhirnya masalah hanya bisa kita "Hadapi saja... dan lakukan saja...". Melihat orang lain yang lebih beruntung kadang lebih menyakitkan, dan gw senantiasa mencari orang - orang yang bernasib sama dengan gw. Tapi tunggu dulu, apa untungnya? Lebih baik gw menangis diam, menutup mata, dan hadapi saja semuanya... Toh... selama gw 21 tahun hidup alhamdulillah masalah selalu selesai diujungnya, cepat atau lambat, sulit atau mudah...

Pada akhirnya, semua kesulitan - kesulitan gw akan terakumulasi menjadi sebuah tangan yang akan menolong gw memudahkan semuanya... Iyah, Tangan Allah...

NB : Ini masih masalah skripsi (*HWEKEKEKEKEKEKE!!!)
Share:

0 komentar: