29.1.12

Hikmah Seminggu : Mimpi

Bismillahirrahmanirrahiim...

Semakin dewasa, gw semakin gak percaya mimpi. Semakin dewasa, gw semakin takut memimpikan sesuatu yang 'indah'. Semakin dewasa, gw semakin yakin bahwa mimpi hanyalah sekedar mimpi. Semakin dewasa, gw semakin mendoktrin diri gw bahwa gw hidup di dunia nyata, bukan di dunia mimpi. Tadi malam, gw merenung, gw mengingat masa kecil gw, sampai akhirnya gw menyadari persepsi gw yang salah tentang bermimpi. Jika mimpi hanya sekedar bermimpi, maka ia HANYA akan menjadi mimpi, tapi ketika gw tau esensinya, maka mimpi itu 'NYATA'.
Dulu waktu gw masih kelas 2 SD, gw inget banget mimpi pertama gw. Gw pingin jadi Juara I sekaligus ketua kelas. Pada saat itu, Gw dapat ranking 9 dan di sekolah gw, jabatan ketua kelas dari kelas 1 SD sampai kelas 6 SD dipegang oleh anak laki - laki. Jadi, mimpi seorang anak perempuan seperti gw untuk jadi ketua kelas itu cukup ajaib bin mustahil. Dan lumayan mustahil juga dari ranking 9 jadi ranking 1.

Beruntunglah gw masih punya hobi yang sama dari dulu sampai sekarang, gw suka baca buku. Di perpustakaan SD gw yang cuma SEBUAH lemari itu, gw pinjam buku cerita tokoh tentang 'Ibu Kartini'. Bukunya tidak terlalu tebal untuk ukuran gw sekarang, tapi pada saat itu, buku itu ditujukan buat murid kelas 6, sementara gw baru kelas 2 SD. Gw baru lancar membaca, jadi dengan tertatih - tatih, gw berhasil tamat membaca buku cerita tokoh Kartini itu. Buku itu memotivasi gw bahwa meski gw cewek, gw sudah bisa menjadi apa saja, termasuk menjadi ketua kelas.

Dan gw gak ngerti kenapa, papa gw selalu bilang bahwa gw ini anak yang istimewa. Papa dan mama gw tentara, jadi anaknya tentara pastilah anak yang pintar, itu kalimat yang sering diucapkan papa ke gw. Papa bilang, "Lihatlah, Shelly punya tangan dan kaki yang kuat untuk jadi ketua kelas! Kalau lomba lari, anak laki - laki saja bisa kalah!" Disadari atau tidak, kalimat ini mendoktrin gw bahwa gw anak yang spesial, trus kenapa gw gak bisa juara 1? Papa gw dengan sederhana menjawab, "Karna gw kurang berusaha". (*Ketika gw punya anak nanti, Insya Allah, gw bakal terus mendoktrin bahwa dia istimewa)

Jadi, gw terus bertekad dan gw terus bermimpi buat jadi juara 1 dan ketua kelas. Seringkali ketika gw sedang sendirian di kamar, gw berakting seolah - olah gw udah jadi ketua kelas, memimpin teman - teman mengucapkan salam ke guru dan berdoa. Dan gw belajar setiap malam supaya gw lebih banyak tau dari teman - teman gw. Besok paginya, ketika guru - guru gw bertanya tentang pelajaran, gw rajin angkat tangan buat menjawab.

Setahun kemudian ketika gw duduk di kelas 3, gw berhasil meraih mimpi gw jadi Juara I dan itu bertahan sampai kelas 6. Sebagai bonus, guru gw pada saat itu mengangkat gw jadi Ketua Kelas. Gw inget nama guru gw ini, Pak Jono. Beliau bilang, "yang berhak jadi ketua kelas ya yang juara I, yang pintar-lah yang memimpin". Jadi pada saat itu, HANYA gw-lah cewek yang maju ke depan pada saat upacara hari senin, buat mengatakan bahwa "Murid - murid kelas III B jumlah 30 orang, SIAP mengikuti upacara bendera!"

Jadi, gw memutuskan untuk tidak takut bermimpi indah lagi...
Share:

1 komentar:

Dienie d'lonely said...

hehehehhe..... ketua kelas ampe kls 6, trs pramuka jg...

ntr klo kemedan main ke skul shel, kmrn wkt aq main ke sna , pada ditanyain tu.. ditanya pak jono ama bu seni tari, bu ap pun aq lupa nmnya.... hwheheheheh