12.8.11

Surat Untuk Anakku di Surga

Bismillahirrahmanirrahim..

9 Minggu 1 Hari. Kau datang hari Jumat dan pergi 9 Minggu 5 hari.
Bagaimana rasanya kehilanganmu? Entahlah. Beberapa detik yang lalu rasanya kita sedang tumbuh bersama. Lalu beberapa detik setelahnya aku sendiri. Sekejap saja seperti tengah dianugrahi mimpi indah, menyenangkan sekali rasanya memilikimu di dalam sana. Entah dengan cara apa kau menjalin sesuatu yang unik denganku. Aku mencintaimu tanpa tahu seperti apa wujudmu. Merelakan kau mengambil tempat di rahimku. Kita makan bersama, tidak berebut karena secara ajaib kau mampu membuatku menyerah untuk memberimu yang terbaik dariku. Kita satu emosi, karena setiap hormon sedih dan bahagia mengikat kita, aku sedih, kau berempati, aku bahagia kau tak kalah bahagianya. Aku  Memujamu sampai aku merasa jadi wanita paling beruntung di dunia ini karena kau ada di diriku. Aku merasa teristimewa. Aku merasa berharga. Aku merasa memiliki satu tujuan hidup lagi. Kau.

Kau tak pernah membuatku merasa kesakitan. Sampai - sampai membuatku tak tahu bahwa kau sudah tak disana lagi. Mengapa tak bertelepati denganku? Mengapa tak memberiku tanda jika kau merasa tak nyaman di dalam sana? Mengapa kau tak berpamit pulang? Mengapa begitu tiba - tiba? Oh, tentu saja ini perpisahan yang berat. Kita berdua tidak pernah menginginkannya. Ya kan? Aku tahu kau telah mencoba bertahan. Aku tahu kau sempat menangis tak rela.

Kau suci. Malaikat kecilku, sayang... Aku bukannya 'tak jadi' menjadi ibu. Aku menjadi ibu karna pada Lauh Mahfuzh pun telah tertulis demikian, disana tertulis bahwa kau untuk rahimku. Aku menjadi ibu karna kau 'kulahirkan' meski dengan cara yang 'tak kuinginkan'. Dan aku seringkali membenci diriku sendiri karna cara yang 'tak kuinginkan' itu. Jika saat itu kau merasa kesakitan, itu salahku, dosaku, dan kebodohanku. Tapi kau harus tau, kepergianmu tak pernah kuharapkan.

Sekarang rasanya kosong. Aku merasa tiba - tiba sendiri. Aku merasa tiba - tiba kau 'terpaksa' pergi dariku. Tapi itulah rencana-Nya. Dan meski kita merasa itu bukan rencana yang baik, itulah yang terbaik. Kita akan bertemu kelak. Itu pasti. Dan itu kuyakini. Aku sedih kau pergi, tapi tak pernah kusesali ini. Karna  kupikir dunia bukan tempat yang 'enak' untuk ditinggali dibanding surga. Dan kau di surga. Itu menenangkanku. Kau yang akan membawaku dan ayahmu ke Surga. Betapa beruntungnya memilikimu.

Ah, betapa hebatnya kau. Dengan usia 9 minggu, kau sudah bisa mengajari aku dan ayahmu tentang kesabaran, keikhlasan, mengingatkan tempat kembali, dan betapa tidak berkuasanya kita akan sesuatu. Aku bangga. 

Sedikit tentang ayahmu, dia seseorang yang sangat mencintaiku dan akupun mencintainya, dan Subhanallah itulah yang membuatmu 'ada', cinta itulah yang membuatmu 'hadir'. Rasanya ada yang menyayat di hatiku ketika melihatnya bersedih kehilanganmu. Tapi dia ayahmu yang sabar, dia ayahmu yang tabah. Kami berdua memakamkanmu disebuah pot kecil. Kami membawamu kemanapun kami pergi. Ahh... andai kau tau betapa cintanya ia padamu.

Aku ibumu, dan Ayahmu, dua orang yang sangat sangat mencintaimu. Kecup mesra buatmu, Firdaus Alwi... Ku tahu kau tengah bermain di Surga Firdaus, di pelukan Nabi Ibrahim Alaihi Salam, bersama calon adik - adikmu yang Insya Allah akan lahir kedunia. Jangan lupa titip surat pada adik-adikmu kelak yang akan mengisi rahimku. Kabari aku, karena aku sangat merindukanmu...

Bagiku dan ayahmu, kau hidup. Ada di sini. Di tempat paling terjaga di hati kami.
Share:

1 komentar:

Andy A.Fairussalam said...

Assalamu'alaikum, blogwalking, baca2 n salam kenal ^_^
Saya follow Blognya, follow balik ya ke AndyOnline.Net
jangan lupa buat yang suka corat-coret di Blog, yuk gabung di BLOOFERS (Blog Of Friendship)