2.4.11

Catatan Istri Cilik #5

Bismillahirrahmanirrahim...


Hadits Riwayat Al-Hakim, artinya: Barang siapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertaqwa kepada Alloh dalam memelihara yang separuhnya lagi.
Pagi itu, ikrar cinta di hadapan Tuhan telah tunai. Menjalani amanat-Nya hidup berdua di muka bumi ini. Pagi itu Inysa Allah Tuhan telah menyatukan jiwa kami. Manunggal... Dua raga yang hidup dalam satu jiwa... Mulai hari itu tidak ada lagi 'aku', yang ada 'kita'. Hari itu pengabdian sebagai 'istri cilik' dimulai... Hari itu titel 'Nyonya Safruddin' resmi kusandang. Alhamdulillah...

Malam harinya,
Gw ama abang masuk kamar pengantin. Semuanya serba putih. Apa yang membedakan kamar pengantin dengan kamar - kamar lain? Yang aku tau kamar ini rapi, bersih, dan indah. Yang membedakannya dari kamar hotel bintang 5 adalah, di kamar itu ada cinta baru yang Tuhan ridha di dalamnya ada seorang laki - laki dan perempuan. Mama udah nyiapin semua  kamar 'serba putih' ini. Pintu kamar dikunci. Gak ada jalan keluar buat gw untuk lari dari kamar itu...

"Bang... tolong, bang... jangan... dede masih kecil... masih kuliah semester 6..." kata gw gerogi, gak tau harus ngapain.
"Apa sih, dek... sini... sini..." kata abang sambil tersenyum kecil. Menepuk - nepuk pinggir tempat tidur supaya aku duduk disampingnya.
Aku nurut. Gimana lagi? perintah syuami kan?
"Ada apa, Bang?" tanyaku malu - malu sambil nundukin muka. Sok malu.
"Jilbabnya gak mau dibuka dulu?"
"Hah? dede mau di apain??!! mama toloooong..."
"Ssssttt..."
Gw diam. Gw nurut lagi, gw buka jilbab. "Jangan lihat..." ujarku malu - malu.
"Lho? masa abang dilarang lihat istri abang sendiri ?"
Gw diam sambil tetap membuka jilbab.
"Subhanallah... cantiknya istriku ini..." kata abang sambil tersenyum. Tiba - tiba abang mendekat dan menyentuh ubun - ubun kepalaku. Aku duduk dilantai, berhadapan dengan abang. Abang mencium ubun - ubunku sambil membaca doa :
اللهم انى اسئلك من خيرها وخيرما جبلتها عليه واعوذبك من شرها وشرما جبلتها عليه
Allaahumma innii as-aluka min khairihaa wa khaira maa jabalathaa 'alaihi wa a'uudzubika min syarihaa wa syahri maa jabalathaa 'alaihi
Artinya: Wahai Allah, aku memohon kepada_Mu kebaikannya dan aku berlindung kepada_Mu dari kejahatannya.
Gw mengamini. Ini adalah doa pengantin. Meski gw gak alim, tapi gw pernah baca ada doa ini, di sebuah buku dan maknanya bagus banget. Alhamdulillah, Abang membacakan doa ini untukku di hari penting kami. Gw mengamini, sampai perlahan airmata gw menggenang. Bahagia. Alhamdulillah...

Selesai dibacakan doa aku tersenyum malu - malu, abang mencium alis gw, kanan dan kiri.
"Terimakasih, Syuami..." ucapku dengan anda kekanak - kanakan.
"Sama - sama, Sayang..." Balas Syuamiku ikut kekanak - kanakan juga.

Aku langsung naik ke tempat tidur. Kecapean. Acara tadi pagi ampe malem lagi ini bener - bener nguras tenaga. Ditambah kemaren malamnya tidur kurang nyenyak karna deg-deg-an.
"Ei, cilik... sholat dua rakaat dulu..." Ajak abang yang sedang bersiap - siap mengambil wudhu
"Capek... abang aja duluan... ntar dede nyusul..." Ujarku malas.
"Lha? namanya sholat dua rakaat pasangan suami istri kok malah abang disuruh sholat sendiri?" Canda abang.
"Ahahahahhaa... ooooo... ada yang begituan ya?" ujarku polos.
"Iya, sini..." Kata abang sambil menarikku dari tempat tidur.
"Gendong...." pintaku
"Hah? aduh dedeee... encok ntar abang, Sayang... sini..." seru abang sambil menyediakan punggungnya, siap - siap menahan berat badanku yang 47 kilo.

Aku dengan tanpa hati langsung lompat,
"Hap! Asyiiik!!" seruku girang tanpa tau betapa beratnya punggung abang menanggung beban.
"Astaghfirullah..." Seru abang beberapa detik setelah gw naik ke puggungnya. Menggendongku sampai pintu kamar mandi dan menurunkanku pelan - pelan.
"Abang, kucurin airnya..." rengekku lagi.
"Hah? apa itu kucurin airnya, sayang?" Tanya Abang.
"Abang pegang gayung, nah kucurin air buat dede wudhu..." Jelasku
"Oh... iya, Sayang... iya..." Kata abang, nurutin sifat kekanak - kanakanku yang entah kapan bisa hilang. Sampai sekarang, budaya 'kucur-kucur-an' air wudhu ini pun tetap kami lakukan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Selesai berwudhu, kami pergi sholat berjamaah berdua. Sholat Isya dulu, baru sholat 2 rakaat suami-istri. Abang jadi imam, gw jadi makmum. (*Yaiyalah! masa dibalik!). Bacaan sholat abang merdu. Gw bersyukur dalam hati punya imam yang suaranya merdu. Kasian abang, punya makmum suaranya cempreng. Tuh, kan... lagi sholat aja pikiran gw kemana - mana.

Selesai sholat kami berdoa, malam itu secara otomatis kami punya cara berdoa yang unik. Kami berhadap - hadapan dan tanganku menengadah diatas tangan abang. Inilah cara berdoa kami berdua yang masih dilakukan sampai sekarang. Gak tau cara ini sah atau enggak dalam agama, tapi Insya Allah selama doa itu khusyuk, semoga dikabulkan. (*Tapi gw gak khusyuk jg sih, gw khusyuk mandangin abang yang lagi khusyuk bacain doa)

Selesai sholat dan berdoa, aku cium tangan abang, satu cara yang otomatis kutemui saat itu. Sekali cium tangan abang di kening, sekali di pipi kanan, sekali dipipi kiri, dan yang teakhir sekali di hidung. Empat kali! Dan untuk menggenapinya, abang cium kening. Jadilah sunah ganjil! 5 kali! (*kadang ada plus- plusnya sih... tapi diusahain ganjil)
Riwayat Maisarah, artinya: Sungguh, ketika suami isteri saling memperhatikan, maka Alloh memperhatikan keduanya dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan isteri, bergugurlah dosa-dosa keduanya dari sela-sela jari jemari

Abang sibuk membetulkan mukenah-ku yang kayak anak kecil. Miring sana - miring sini, padahal sholatnya juga udah selesai.

"Abang..."
"Ya, sayang....?"
"Lain kali boleh gak dituker dede yang jadi imam..." tanya gw polos.
"Mana boleh sayang..."Jawab abang sabar.
"Knapa?" Tanya gw pura - pura gak tau.
"Soalnya dede masih kecil..." jawab abang mengikuti irama candaanku.
"Oh... gitu.. nanti klo dede udah besar boleh?"
"Gak boleh juga, sayang..." jawab abang lagi.
"Knapa?"
"Karena dede udah punya imam tetap..." Jawab abang lagi dengan kesabaran penuh.

"Abang..."
"Ya?"
"Kok ganteng sih? perasaan sebelum nikah engga deh!"
"Iya... soalnya abang punya istri cantik, jadi ikutan ganteng..."
"Abang..."
"Ya, Sayang?"
"Abang ridha gak ama dede?"
"Insya Allah abang ridha, Sayang... semoga abang bisa jadi suami yang amanah, imam yang baik buat dede... yang sayang sama dede..."
"Aamiin.. dede juga mau! Semoga dede jadi istri yang amanah, yang kalau dipandang abang bisa bikin abang berdebar - debar, yang senyumnya bisa selalu mempesona abang, yang membuat abang jatuh cinta tergila - gila sampai mati, aamiin..."
"Hahahaha... aamiin, sayang..."
Rasulullah saw bersabda:
وَطُوبَى لامْرَأةٍ رَضِي عَنْهَا زَوجُهَا

“Sangat beruntung seorang istri yang suaminya ridha padanya.”
Dear Syuami,
Since that day...
you HAVE TO be with me...
Forever and for always...
Insya Allah... Aamiin..

Rasulullah saw bersabda:

خَيرُ نِسَائِكُم الَّتي إذَا دَخَلَتْ مَع زَوجِهَا خَلَعَتْ دِرْعَ الحَيَاءِ

“Wanita yang terbaik di antara kamu adalah yang jika suaminya masuk, maka dia menanggalkan baju rasa malunya.”
Besok paginya kami sholat subuh berdua. Abang baca Al Qur'an sementara gw tidur - tiduran di pahanya, mendengarkan suara ngaji abang yang merdu. Lama - lama terasa juga mengapa menikah menyempurnakan setengah agama. Karena apapun yang kita lakukan berdua , akandiganjari pahala. Insya Allah. Kenapa bukan gw yang ngaji? It's simply just because suara gw gak merdu.

Alhamdulillah... Nikmat mana lagi yang hendak ku dustakan?

(*Versi lengkap Insya Allah nanti di buku saya "Diary Istri Cilik")
Share:

4 komentar:

encha^nisa said...

Assalamu'alaikum....
bener-bener inspiratif postingan neng shelly ini.
Jadi pengen ntar kalo uda nikah nglakuin apa yg dilakuin eneg sama abangnya,yang sholat jamaah 2 rakaat itu..hehe
Salam kenal ya neng :)

rinz said...

woaaaaaaaaa........... malem pertama tuh gitu yaaaaaa????????

Anonymous said...

salam kenal shelly...
blog-mu sangat inspiratif...

hmm,aku baru tahu kalo setelah menikah itu ada ritual membacakan doa di ubun-ubun dan shalat 2 rakaat...

aku pengen tahu amalan apa saja yang harus dilakukan setelah pernikahan...

apakah kamu ada rekomendasi buku yang dapat aku baca???

thx

Unknown said...

saya sedang browsing hadis Maisarah yg artinya: Sungguh, ketika suami isteri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan keduanya dengan penuh rahmat, dst.. maksudnya buat mencaritahu ttg kesahihannya. tapi entah kenapa keebanyakan situs yg memuat hadis tsb diblock oleh google chrome..