9.3.11

Diary Istri Cilik Spoiler : "Surat Untuk Syuami Tercinta"

Bimillahirrahmanirrahim...
Assalamualaikum,
Hay, Syuami...
Sedih sekali rasanya tak dapat menjangkau pelukanmu dengan jarak sejauh ini. Memandangmu terlelap saja bisa membuatku jatuh cinta setengah mati. Meraba wajahmu yang tak terjangkau sepenuhnya oleh tanganku. Aku sayang sekali... :)

Suatu hari nanti, saat kita sudah saling bersisian di atap yang sama, berjanjilah jangan pernah bosan mendengar rengekanku, ngambek gak jelas hanya untuk menarik perhatian lebih, mengusilimu sampai kamu kesal, atau menari - nari di depanmu minta di manja. Berjanjilah jangan berlama - lama jauh dari pelukanku, kecuali batas Tuhan telah memanggil salah satu dari kita. Tapi aku berharap pada saat itupun, aku masih bersisian denganmu. Dengan senyuman paling sempurna karna ridhamu membuat-Nya memaparkan syurga di hadapanku...

Syuamiku, kamu indah... lebih indah dari apapun. Lebih menyenangkan dari sekedar mainan "congkak" yang kurengek habis - habisan. Lebih memikat di bandingkan coklat dan es krim. Lebih menarik dari sekedar pergi ke kabun binatang. Lebih indah dari cita - cita 'cilik'-ku
Psssttt... peluhmu setelah kerja membuatmu sangat seksi, itulah mengapa aku senang sekali memelukmu setelah kamu letih bekerja, aahahahahaha! Aku senang mengerjaimu dengan cap bibir dengan lipstik merah di kerah kemeja kerjamu. Aku ingin wanita di seluruh dunia tau bahwa 'pria' ini milikku. Aku senang mengerjaimu dengan stempel "I Love You" di tas kerjamu. And I like messing in your bed! *ROFL. Aku akan mendoakanmu setiap hari. 
Seringkali aku sedih luar biasa melihat orang - orang yang meragukan kemampuanku, meragukan 'kedewasaanku', meragukan 'kompetensiku' sebagai 'istri cilik'. Aku tak tersinggung atas ucapan mereka, aku hanya takut itu benar, lalu mengecewakanmu tapi tak pernah ku tahu kekecewaanmu. Aku tak bisa terima kritikan orang, tapi aku selalu ihklas mendengar kritikanmu. Jadi katakanlah apapun untuk membimbingku... :)

Oiya, syuamiku yang ganteng...
Berapa kali aku harus bilang, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu... :)

You are my star, always be my shining star...


Tertanda
-Istry Cilik-mu-

Oiya, ini foto abang waktu lamaran... 3 bulan lalu?
Waktu masih perjaka! ahahahahaahahahhaa!!!! :p
*kasian sekarang udah enggak, dinodai ama istri cilik.
"Saya mencintai putri bapak..."
"Dan hari ini.. saya memenuhi janji saya..."
Share:

4 komentar:

Miss 'U said...

Tidak ada yang pernah benar-benar siap menghadapi pernikahan
Baik yang sudah mempersiapkan diri dengan melahap berbagai buku pernikahan maupun yang banyak belajar dari pengalaman pernikahan orang lain
Satu-satunya yang bisa dilakukan ketika memasuki fase pernikahan hanyalah kesiapan untuk lebih banyak belajar, belajar untuk menghadapi masalah, belajar memahami pasangan juga belajar membuat keputusan terbaik serta pembelajaran lainnya yang akan di dapatnya selama menjalani pernikahan itu sendiri
So intinya, pernikahan bukan hasil akhir dari semua yang pernah dipelajari sebelum memasukinya, tapi malah sebuah tahap pembelajaran yang benar2 baru...
So, selamat belajar istri cilik, semoga kami-kami yang belum juga bisa sedikit belajar dari proses belajarmu dengan syuami ;)

*tertanda, jomblo sotoy wkwkwkwk....

Miss 'U said...

Shelly, ga tau mau nulis di mana, ya sud di comment aja. So ga usah di publish jg gpp :)
ini ada lomba cerpen, mau cobain ga? temanya kamu banget hehehe...
blognya juga kaya akan info lomba nulis, try it ;)

http://cerpeneddelweissnaqiyyah.blogspot.com/2011/03/audisi-penulis-cerpen-pernikahan-dini.html

Mershelly Syanel said...

ihihihihihi....
kakak... makasih banyak yah, info lomba cerpennya sama sharing pendapatnya. Maaf nih, baru dibales, saya lagi siap2 mau ke batam, jadi baru sempet bales skarang... :)

Hehehehe.. Saya absolutely setuju dgn opini kakak.:)
Sama seperti dewasa, pernikahan itu proses... :)

buat saya, Nikah itu kreativitas. :)

Miss 'U said...

Selamat berkreatifitas shelly ;)