5.3.11

'Si Tersinggung' & 'Si Penyinggung'

Bismillahirrahmanirrahim....

Bagi 'Si Tersinggung' alangkah baiknya kalau kau berpikir bahwa, emosi, baik itu dalam bentuk amarah atau bahagia tidak akan pernah bertahan lama. Cepat mereda. Cepat hilang. Mungkin masih marah, tapi satu jam kemudian, marah itu takkan sebesar Tsunami. Mungkin sangat bahagia, tapi satu jam setelahnya tak akan sama dengan Euphoria Attack pertama. Jadi mengapa kau harus jadi "Si Tersinggung"?

Bagi 'Si Penyinggung' sebenarnya aku cukup tahu, betapa hatimu sebenarnya tidak bermaksud begitu, betapa maksudmu salah terekspresikan, betapa inginnya kau meralat semuanya. Betapa inginnya kejadian beberapa jam lalu tak terjadi. Aku cukup tau bagaimanapun keras haimu ingin menang dalam kompetisi paling tidak penting ini, hatimu menyadari kalau kau salah. Sudahkah kau sampaikan permohonan maafmu pada 'Si Tersinggung?'

Terkadang, seringkali (mungkin)... kita baru saja bicara, baru saja berbuat, beberapa detik berikutnya langsung kita sadari begitu saja bahwa ada yang 'salah' dari ucapan atau perbuatan itu. Entah mungkin karna perintah otak terhadap bibir tidak bisa di-rem. Atau reaktif amigdala yang terasa konyol beberapa jam setelahnya. Aku tak tau.

Terkadang, seringkali (mungkin)... kita melakukan banyak hal yang kita gak pernah nyangka bisa ber-efek ajaib ke orang lain. Bisa jadi dari ucapan. Bisa jadi dari suatu perbuatan. Bisa jadi hanya dengan tatapan. Bisa dengan apa saja. Terkadang, seringkali (mungkin)...yang kita anggap biasa, bagi orang lain begitu luar biasa. Luar biasa perih, luar biasa sakit, luar biasa kecewa. Kita gak akan pernah tau perbedaan 'rasa' itu.

Segala ekspresimu mempengaruhi dunia bagai sihir. Jadi gunakanlah sihir itu untuk menghangatkan dunia selalu.
-Pesan Untukku Sendiri, Beberapa minggu yang lalu setelah menyadari bahwa aku telah menyinggung orang lain, yang aku tak bermaksud menyinggungnya. Mungkin Ia takkan pernah memaafkanku. seumur hidupnya, Tapi aku tahu dan aku yakin, hatinya memaafkan. Karna 'hati' itu dari cahaya Tuhan, dan 'Hati' sejatinya tak akan tega membenci selamanya.-

-Untuk Syuamiku, terimakasih untuk telah selalu menjadi sandaran, menjadi tiang, menjadi tempat berlindung, untukku, dan menguatkanku, kapanpun. Syuamiku paket terindah dari Tuhan... I love you, so...-
Share:

1 komentar:

LONCATPAGAR said...

Saling menghormati (hormaat graakk!).. Dan toleran.. Kalo nyinggung2 dikit becandaan sama temen gapapa lah.. Hehe!

Nice words..
Don't forget 2 visit back and follback yeaaahhh!! :)


-Loncatpagar

-----------------------------
Loncatpagar.blogspot.com