30.3.11

Catatan Istri Cilik #4

Bismillahirrahmanirrahim... 



Gw kenal sama Bang Safruddin Alwi waktu itu karena ada "Gerakan Memasang Foto Before-After Ikastara". Gerakan untuk para alumni SMA Taruna Nusantara (TN) untuk memasang foto ebelum lulus SMA dan setelah lulus SMA. Tapi gw waktu itu gak ikut gerakan ini. Bukan... bukan karena dulu gw gak pake jilbab trus sekarang udah pake jilbab, trus gw sok alim kagak mau pasang foto Before-After. Bukan... bukan itu... Alasannya klasik, tidak lain tidak bukan adalah karena gw ngerasa foto SMA gw itu Un-cool. Kehidupan Taruna Nusantara memudarkan kecantikan gw pada saat itu. Item hangus dengan SEMPURNA, Rambut kayak Dora The Explorer, muka cemberut, bibir kayak pisang ke-jungkir gagal salto.

Tangan Tuhan telah membawa gw untuk meng-add Bang Safruddin Alwi. Padahal pada saat itu gw bukan orang yang suka add-add orang lain. Atau bisa jadi gw salah pencet? Pokoknya 'salah pencet' itu membawa kami kenalan di-Inbox. Waktu itu antara bulan April-Mei 2010, mungkin? Ah, gw lupa. Memori gw emang gak bisa diandalkan, itulah mengapa gw suka nulis blog. Gw butuh pengingat. 

Di Inbox, kami kenalan normal antara alumni Taruna Nusantara. Gw tetep keep respect ama beliau sebagai TN senior angkatan 10, si Jeruk Matang, sementara gw TN junior angkatan 16.  si Jeruk Sepet. Pada saat itu jelas belum ada rasa sama sekali. Abang cuma penasaran berat seperti apa seorang 'Mershelly Syanel' karena waktu itu  foto profil gw gambar 'Lala Teletubies' dan semua foto Facebook gw di privasi.

Beliau mencari tahu, searching temen - temen gw, siapa tau ada foto gw yang ter-tag orang lain. Memang betul kata pepatah "Usaha keras tidak akan pernah sia - sia". Beliau dapat foto gw dong!  Satu foto 'HINA' gw di TN. Gw bilang foto HINA karena itu foto gw waktu kelas I di TN! Asli! Sejarah paling buruk dalam dunia kecantikan! Di foto itu gw Item bokong kuali, muka kusut cemberut penuh penderitaan, bibir melengkung kebawah, pake kacamata yang 'enggak-banget', pose-nya setengah duduk di patung Singa candi Borobudur, Mama yang nyuruh gw ber-pose malu - maluin kayak begini. (*Tapi pada akhirnya gw bersyukur ama Tuhan dan Mama, foto itu Alhamdulillah mampu menggetarkan hati Abang afruddin Alwi). Tanggapan Abang untuk foto gw yang ini adalah....
"HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHA... Jelek BANGET kamu, dek!"

Foto kedua, Foto bertiga. Foto gw yang kuliah semester 3. Setelah menikah, Abang bilang "Abang langsung tau yang mana 'Mershelly Syanel' dari 3 orang itu, karena tatapan mata alumni Taruna Nusantara itu ada ciri khasnya". Tanggapan Abang untuk foto gw yang ini adalah...
"Cantik...." 

Sementara tanggapan gw untuk foto abang adalah....
"Wah, ternyata kami berada di 'Era' yang berbeda..."

Tahap selanjutnya, beliau periksa wall to wall gw ke teman - teman gw, semua status - status lama, notes, dll. Dan gw gak tau apa dan kenapa, hal itu justru membuat beliau semakin penasaran. Sementara gw, pada saat itu yang gw tau dari Abang adalah, Nama Bang Safruddin Alwi, Status Single, 25 Tahun, alumni Taruna Nusantara. Gw gak se-interest beliau soalnya ya... yaa.... ya... beliau hanya gw anggap om Abang.

Selanjutnya Abang sering ngajak chatting ala kadarnya, gak ada percakapan yang menjurus ke PDKT atau sejenisnya. Percakapan yang umum, bahkan gw gak merasa klo Beliau udah 'suka' ama gw. Sampai suatu percakapan yang membuat gw tersinggung :

"Kalau saya jadi pacar kamu, saya pacar kamu yang keberapa?" Tanya abang
"Sembilan" jawab gw singkat
"Saya gak suka sama cewek yang easy come easy go" ujar abang
"Saya Playgirl tapi saya tidak murahan, bang. Saya Broken Home tapi saya tidak rusak. Saya mungkin terlihat bodoh, tapi saya slalu punya target untuk prestasi saya sendiri" ujar gw sedikit emosi.
"Kamu mau cerita?"
"Iya..." 

Dan di Chatting Yahoo Messanger itulah percakapan panjang terjadi. Saya mengenal Bang Safruddin alwi melalui 'Chat'-nya begitu juga beliau. Tapi tetep aja, gw gak tau perasaan dia ke gw, sementara gw ke beliau, gw cuma anggap 'abang' karena perbedaan 'era' yang gw rasa 'gak mungkin'. Pada saat itu, gw juga belum kena 'pesona' seorang Safruddin Alwi. 

Waktu itu saya HP Baru dong! Phonebook saya masih kosong. Phonebook lama kehapus semua. Gw tanpa niat buruk minta nomer telpon Bang Safruddin Alwi, itung - itung punya jaringan klo gak ada yang mau pungut gw jadi pegawai.
"Bang minta nomer HP" ujar gw di chatting.
"0813xxxxxx, kamu klo mau nelpon sms dulu ya, saya gak suka di telpon ama nomer tak dikenal" jawab abang.
Hati gw geram. Beuh! Jual diri diatas harga rata - rata ini si Abang. Nyesel gw minta nomer Hp. Siapa juga yang mau nelpon... 
Telponan pertama kami, si Abang yang telpon dan Abang cuma mau bilang "Suara kamu kayak Satpam loh!" Selesai. Kami jarang telpon - telponan.

Pertemuan pertama kami, 17.07.10. TujuhbelasJuliDuaribuSepuluh.

Tatapan pertama gw : Abang adalah seorang yang beribawa, berkharisma, gak banyak omong,  dan pembawaannya tenang. Dan itu mempesona buat gw. Gw secara gifted hapal betul bahasa tubuh dan tatapan wajah dari 'cowok yang 'gak baik' sampe 'cowok yang baik'. Dan dari abang, gw yakin penilaian gw terhadap cowok tidak pernah salah. Abang adalah seorang yang langka. Dia pria yang sangat baik.

Kami ngobrol banyak. Gw banyak ngasih pertanyaan yang sengaja 'menelanjangi' pribadinya habis - habisan. Gw gak mau salah menilai dan gw gak mau salah terpesona. Dan dari semua pertanyaan - pertanyaan itu, tidak ada yang mencoreng penilaian awal gw ke Abang. Sebagai seorang Auditor, abang paling jago dalam mengintrogasi seseorang, tanpa membuat orang tersebut merasa di-introgasi. Dan itu terjadi pada gw, TANPA GW SADARI, dia juga menelanjangi sifat asli gw habis - habisan melalui setiap pernyataan dan pertanyaannya. Hari itu, kami saling menelanjangi melalui pertanyaan - pertanyaan. It feels like we have known each other 1000 years ago.

"Saya bukan orang yang mudah jatuh cinta..." Kata abang menjawab salah satu pertanyaan gw
"Klo gitu saya akan buat abang JATUH CINTA ke saya" Kata gw dengan PD maksimum dan tatapan optimis.
Kami sama - sama terdiam. gw bukannya jadi salting karena perkataan 'penuh percaya' diri gw. Gw hanya mikir, 'apa kami mungkin?' Sampai tiba - tiba abang ngomong, 

"Saya ingin kamu jadi istri saya..." Kata Abang tiba - tiba.
"Jangan cuma kata - kata, bang. Buktikan..." Jawabku singkat, menatapnya lekat - lekat, sedikit menantang.
"Setelah ini saya akan ke Kendari, ke tempat orang tua saya, kalau kamu terima lamaran saya, saya akan bilang ke orang tua saya..."
Gw cuma tersenyum, dan dari senyum itu, Abang tau, kalau dia sudah mendapatkan sebuah jawaban dari gw.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gw dilamar di pertemuan pertama kami. Kalimat "Saya ingin kamu jadi istri saya..." lebih hebat dibanding "saya ingin kamu jadi pacar saya". Kalimat yang penuh TANGGUNG JAWAB. That's the reason why Gw berjuang dengan segala ketidak-mungkinan menikah pada saat itu karna gw tau, andai gw menolak, gw gak akan pernah lagi bertemu orang seperti bang Safruddin Alwi, seseorang yang membuat gw jatuh cinta, bukan sekedar jatuh suka. Gw boleh punya 9 pacar, tapi gw  hanya punya 1 kekasih yang membuktikan cintanya dalam sebuah pernikahan. Kekasih tempat gw menyerahkan apa yang tidak gw serahkan ke pacar - pacar gw. Dan Seorang Safruddin Alwi-lah yang membuktikan pada gw bahwa 'Cinta itu ada...' karena selama ini gw selalu beranggapan bahwa 'Cinta itu tidak ada...".
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lima Bulan Setelahnya, 
Gw dilamar secara resmi dihadapan orang tua gw, abang bilang, 
"Hari ini, saya memenuhi janji saya... Saya melamar Mershelly Syanel untuk jadi istri saya, karena saya mencintainya..."

2 hari setelahnya, 
Kami menikah. Janji sakral. dihadapan Tuhan.


N.B : Cerita selengkapnya di Buku Saya "Diary Istri Cilik"
Share:

5 komentar:

Spectrum_Kehidupan said...

Assalamualaikum, wagh Subhanallah ukh, so cwiit...
Edun lah bikin kepengin sangat! Barakallahulaka... next target dapet momongan kali ia.

to mas syafru : semoga ana diberikan keberanian yang sama, dan antum adalah salah satu orang yang berhasil membuktikan bahawa "aku menikahimu untuk mencintaimu bukan aku mencintaimu untuk menikahimu". mantap! (^^>)

Revie said...

Speechless baca diary mu ini..
Sebenarnya kita sama2 Kopdar waktu Reuni kmrn itu, kamu sama bang Safru dan kakak sama bang Syaiful..
Dan skrg, km mendahului kakak, saluut dek..!!
:two thumbs up

rinz said...

yeaaaaayyyy yeaaaaaayyyyy... kalo bukunya dah jadi, simpenin satu buat sy yaaa kak! ga maw ampe kehabisan nihhhhh

a y a g e m b u l said...

shelly, tulisan2 Diary istri cilik bener2 menginspirasi, mg2 bisa jadi buku yaa.. biar smua bisa baca kalo menikah muda itu asik :)

Mershelly Syanel said...

@Adi :
Waalaikumsalam... aamiin... :D

@Kak Revie:
Hah? yang bener kak? wah, izin mendahului, kak...Saya doakeun cepat menyuul, kak...

@Rinz :
Ahahahaha... tenang aja...

@Tya:
Aamiin... wah seneng deh lko bisa nginspirasi