31.3.11

30.3.11

Catatan Istri Cilik #4

Bismillahirrahmanirrahim... 



Gw kenal sama Bang Safruddin Alwi waktu itu karena ada "Gerakan Memasang Foto Before-After Ikastara". Gerakan untuk para alumni SMA Taruna Nusantara (TN) untuk memasang foto ebelum lulus SMA dan setelah lulus SMA. Tapi gw waktu itu gak ikut gerakan ini. Bukan... bukan karena dulu gw gak pake jilbab trus sekarang udah pake jilbab, trus gw sok alim kagak mau pasang foto Before-After. Bukan... bukan itu... Alasannya klasik, tidak lain tidak bukan adalah karena gw ngerasa foto SMA gw itu Un-cool. Kehidupan Taruna Nusantara memudarkan kecantikan gw pada saat itu. Item hangus dengan SEMPURNA, Rambut kayak Dora The Explorer, muka cemberut, bibir kayak pisang ke-jungkir gagal salto.

Tangan Tuhan telah membawa gw untuk meng-add Bang Safruddin Alwi. Padahal pada saat itu gw bukan orang yang suka add-add orang lain. Atau bisa jadi gw salah pencet? Pokoknya 'salah pencet' itu membawa kami kenalan di-Inbox. Waktu itu antara bulan April-Mei 2010, mungkin? Ah, gw lupa. Memori gw emang gak bisa diandalkan, itulah mengapa gw suka nulis blog. Gw butuh pengingat. 

Di Inbox, kami kenalan normal antara alumni Taruna Nusantara. Gw tetep keep respect ama beliau sebagai TN senior angkatan 10, si Jeruk Matang, sementara gw TN junior angkatan 16.  si Jeruk Sepet. Pada saat itu jelas belum ada rasa sama sekali. Abang cuma penasaran berat seperti apa seorang 'Mershelly Syanel' karena waktu itu  foto profil gw gambar 'Lala Teletubies' dan semua foto Facebook gw di privasi.

Beliau mencari tahu, searching temen - temen gw, siapa tau ada foto gw yang ter-tag orang lain. Memang betul kata pepatah "Usaha keras tidak akan pernah sia - sia". Beliau dapat foto gw dong!  Satu foto 'HINA' gw di TN. Gw bilang foto HINA karena itu foto gw waktu kelas I di TN! Asli! Sejarah paling buruk dalam dunia kecantikan! Di foto itu gw Item bokong kuali, muka kusut cemberut penuh penderitaan, bibir melengkung kebawah, pake kacamata yang 'enggak-banget', pose-nya setengah duduk di patung Singa candi Borobudur, Mama yang nyuruh gw ber-pose malu - maluin kayak begini. (*Tapi pada akhirnya gw bersyukur ama Tuhan dan Mama, foto itu Alhamdulillah mampu menggetarkan hati Abang afruddin Alwi). Tanggapan Abang untuk foto gw yang ini adalah....
"HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHA... Jelek BANGET kamu, dek!"

Foto kedua, Foto bertiga. Foto gw yang kuliah semester 3. Setelah menikah, Abang bilang "Abang langsung tau yang mana 'Mershelly Syanel' dari 3 orang itu, karena tatapan mata alumni Taruna Nusantara itu ada ciri khasnya". Tanggapan Abang untuk foto gw yang ini adalah...
"Cantik...." 

Sementara tanggapan gw untuk foto abang adalah....
"Wah, ternyata kami berada di 'Era' yang berbeda..."

Tahap selanjutnya, beliau periksa wall to wall gw ke teman - teman gw, semua status - status lama, notes, dll. Dan gw gak tau apa dan kenapa, hal itu justru membuat beliau semakin penasaran. Sementara gw, pada saat itu yang gw tau dari Abang adalah, Nama Bang Safruddin Alwi, Status Single, 25 Tahun, alumni Taruna Nusantara. Gw gak se-interest beliau soalnya ya... yaa.... ya... beliau hanya gw anggap om Abang.

Selanjutnya Abang sering ngajak chatting ala kadarnya, gak ada percakapan yang menjurus ke PDKT atau sejenisnya. Percakapan yang umum, bahkan gw gak merasa klo Beliau udah 'suka' ama gw. Sampai suatu percakapan yang membuat gw tersinggung :

"Kalau saya jadi pacar kamu, saya pacar kamu yang keberapa?" Tanya abang
"Sembilan" jawab gw singkat
"Saya gak suka sama cewek yang easy come easy go" ujar abang
"Saya Playgirl tapi saya tidak murahan, bang. Saya Broken Home tapi saya tidak rusak. Saya mungkin terlihat bodoh, tapi saya slalu punya target untuk prestasi saya sendiri" ujar gw sedikit emosi.
"Kamu mau cerita?"
"Iya..." 

Dan di Chatting Yahoo Messanger itulah percakapan panjang terjadi. Saya mengenal Bang Safruddin alwi melalui 'Chat'-nya begitu juga beliau. Tapi tetep aja, gw gak tau perasaan dia ke gw, sementara gw ke beliau, gw cuma anggap 'abang' karena perbedaan 'era' yang gw rasa 'gak mungkin'. Pada saat itu, gw juga belum kena 'pesona' seorang Safruddin Alwi. 

Waktu itu saya HP Baru dong! Phonebook saya masih kosong. Phonebook lama kehapus semua. Gw tanpa niat buruk minta nomer telpon Bang Safruddin Alwi, itung - itung punya jaringan klo gak ada yang mau pungut gw jadi pegawai.
"Bang minta nomer HP" ujar gw di chatting.
"0813xxxxxx, kamu klo mau nelpon sms dulu ya, saya gak suka di telpon ama nomer tak dikenal" jawab abang.
Hati gw geram. Beuh! Jual diri diatas harga rata - rata ini si Abang. Nyesel gw minta nomer Hp. Siapa juga yang mau nelpon... 
Telponan pertama kami, si Abang yang telpon dan Abang cuma mau bilang "Suara kamu kayak Satpam loh!" Selesai. Kami jarang telpon - telponan.

Pertemuan pertama kami, 17.07.10. TujuhbelasJuliDuaribuSepuluh.

Tatapan pertama gw : Abang adalah seorang yang beribawa, berkharisma, gak banyak omong,  dan pembawaannya tenang. Dan itu mempesona buat gw. Gw secara gifted hapal betul bahasa tubuh dan tatapan wajah dari 'cowok yang 'gak baik' sampe 'cowok yang baik'. Dan dari abang, gw yakin penilaian gw terhadap cowok tidak pernah salah. Abang adalah seorang yang langka. Dia pria yang sangat baik.

Kami ngobrol banyak. Gw banyak ngasih pertanyaan yang sengaja 'menelanjangi' pribadinya habis - habisan. Gw gak mau salah menilai dan gw gak mau salah terpesona. Dan dari semua pertanyaan - pertanyaan itu, tidak ada yang mencoreng penilaian awal gw ke Abang. Sebagai seorang Auditor, abang paling jago dalam mengintrogasi seseorang, tanpa membuat orang tersebut merasa di-introgasi. Dan itu terjadi pada gw, TANPA GW SADARI, dia juga menelanjangi sifat asli gw habis - habisan melalui setiap pernyataan dan pertanyaannya. Hari itu, kami saling menelanjangi melalui pertanyaan - pertanyaan. It feels like we have known each other 1000 years ago.

"Saya bukan orang yang mudah jatuh cinta..." Kata abang menjawab salah satu pertanyaan gw
"Klo gitu saya akan buat abang JATUH CINTA ke saya" Kata gw dengan PD maksimum dan tatapan optimis.
Kami sama - sama terdiam. gw bukannya jadi salting karena perkataan 'penuh percaya' diri gw. Gw hanya mikir, 'apa kami mungkin?' Sampai tiba - tiba abang ngomong, 

"Saya ingin kamu jadi istri saya..." Kata Abang tiba - tiba.
"Jangan cuma kata - kata, bang. Buktikan..." Jawabku singkat, menatapnya lekat - lekat, sedikit menantang.
"Setelah ini saya akan ke Kendari, ke tempat orang tua saya, kalau kamu terima lamaran saya, saya akan bilang ke orang tua saya..."
Gw cuma tersenyum, dan dari senyum itu, Abang tau, kalau dia sudah mendapatkan sebuah jawaban dari gw.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gw dilamar di pertemuan pertama kami. Kalimat "Saya ingin kamu jadi istri saya..." lebih hebat dibanding "saya ingin kamu jadi pacar saya". Kalimat yang penuh TANGGUNG JAWAB. That's the reason why Gw berjuang dengan segala ketidak-mungkinan menikah pada saat itu karna gw tau, andai gw menolak, gw gak akan pernah lagi bertemu orang seperti bang Safruddin Alwi, seseorang yang membuat gw jatuh cinta, bukan sekedar jatuh suka. Gw boleh punya 9 pacar, tapi gw  hanya punya 1 kekasih yang membuktikan cintanya dalam sebuah pernikahan. Kekasih tempat gw menyerahkan apa yang tidak gw serahkan ke pacar - pacar gw. Dan Seorang Safruddin Alwi-lah yang membuktikan pada gw bahwa 'Cinta itu ada...' karena selama ini gw selalu beranggapan bahwa 'Cinta itu tidak ada...".
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lima Bulan Setelahnya, 
Gw dilamar secara resmi dihadapan orang tua gw, abang bilang, 
"Hari ini, saya memenuhi janji saya... Saya melamar Mershelly Syanel untuk jadi istri saya, karena saya mencintainya..."

2 hari setelahnya, 
Kami menikah. Janji sakral. dihadapan Tuhan.


N.B : Cerita selengkapnya di Buku Saya "Diary Istri Cilik"
Share:

28.3.11

Catatan Istri Cilik #3

Bismillahirrahmanirrahim...

Dandan untuk Syuami
Pagi Pertama.

Waktu itu langit cerah (baget) seolah ikut berbahagia merestui cinta 'sah' gw dan Syuami gw setelah 3 bulan menjalani cinta yang tidak 'sah'. Hari itu, gw tau gimana berdebarnya hati Hawa ketika pertama kali bertemu Adam setelah terpisah lama dan jauh di Bumi. Hari itu pula gw tau betapa bersyukurnya Hawa  diutus hidup untuk mendampingi Adam di Surga berdampingan-bersisian dalam restu Allah SWT. Pagi yang sangat indah. Lebih indah dari pagi - pagi lainnya dalam hidup gw. Pagi itu, gw bangun tidak sendiri, ada Syuami gw disisi gw...

Pagi itu kami heboh. Malu mau keluar kamar. Takut langsung diserang berbagai macam pertanyaan yang tidak kami inginkan kehadirannya dari mulut siapapun.
"Abang duluan deh... dede malu, ahhh..." Ujarku sambil sedikit mendorong abang ke pintu kamar.
"Bareng aja deh, ya..." jawab abang mencoba win-win solution.
"Gak usah keluar deh... males... ntar pasti ditanya - tanyain..." ujarku.
"Yah... kan laper, sayang... masa dede nda laper?" tanya abang retoris.
"Laper..." Jawabku dengan ekpresi malang.

Kami berdua diam beberapa saat. Bingung mau ngapain. Keluar kamar, malu. Akhirnya aku setuju untuk keluar bareng - bareng menghadapi semuanya berdua. Kami turun tangga pelan - pelan. Gandengan tangan.

"Halooooo...." Sapaku pada keluargaku yang sudah berkumpul di bawah untuk sarapan. Setelah menggunakan kata sapaan macam ini, aku baru sadar klo kata 'Halo' ini tidak pas dikeluarkan. Kaku dan norak.
"Mau makan, Shell?" Ujar kakaknya mama dengan tatapan khusus, yang dengan tatapan itu rasanya gw udah dicolek abis - abisan.
"Iya, laper..." Jawabku singkat tak berani menjawab tatapan mata 'khusu' itu.
"Makan, Bang?" Tanya kakanya mama lagi ke Abang.
"Iya, Bu..." Jawab abang singkat.

Walhasil kami makan lahab luar biasa. Entah setan dari mana yang membuat kami berdua kalap makan segitu banyak. Sepiring berdua. Cara makan yang masih sering kami lakukan sampai sekarang. Dari situ gw tahu, bahwa lapar lebih penting dari cinta, tak jarang nasi yang sudah gw susun untuk disuap, direbut oleh abang. gw pun membalas mengambil nasi yang hampir Abang suap.

Setelah makan, aku diam. Dari sudut ruangan mama udah ngasih kode "Ambilin minum abang..." bisik mama dari jauh. Terlambat. Abang udah membawa piring kami sendiri ke dapur dan mengambil minum buatnya plus buat gw. Syuami yang mandiri, bukan? Melihat itu mama geleng - geleng "Gak boleh gitu...", ujar mama dari jauh. Aku ciut. Belum sehari jadi Syuami-istri, aku udah nemuin kegagalan awal. Benar - benar prestasi. Tapipun begitu, aku masih gak malu buat minum air putih yang udah diambilin abang. Benar - benar istri yang tak tau diri.

Tiba - tiba aku ingat kalau masih punya es krim di kulkas satu cup besar. Setelah malam hari kemaren gw memberi ultimatum terhadap seluruh rakyar rumah "Barang siapa berani menyentuh Es Krim gw... FATAL!". Gw langsung berlari ke kulkas dan menemukan Es Krim itu masih utuh dan sempurna. Mataku berbinar - binar. "Hwoooowww... Es krimm!! Bang, Es Krim kita masih ada!", FYI, ini adalah es krim sisa akad kemaren. Pagi itu kami makan es krim berdua dengan suka cita.

Siangnya, aku memutuskan untuk menyetir mobil setelah sekian lama tidak pernah menyetir mobil lagi. Tanpa sepengetahuan mama, karena mama pergi, dan kalau minta izin, pasti tidak diizinkan. Tujuan pertama, hotel tempat ortu abang menginap.

"Abang, siap - siap... ini adalah driver paling hebat sejagat raya! Pasang sabuk pengaman!" Ujarku dalam mobil.
"Yakin, Dek..."
Aku diam. Tidak yakin. "Ah... tenang aja... dede bisa kok dulu...."
Ekspresi abang penuh khawatir. "Hati - hati ya, dek... baca doa..."

Mobil meluncur, "Bang! bang! liatin spionnya dong ah! dede kan minus!" jeritku panik.
"Iya, sayang... gak ada apa - apa kok ini..." jawab abang fokus melihat spion
Tiba - tiba truk besar nyalip dengan suara klakson maha dahsyat. "Hwaaaaa... kok dia gak bilang - bilang sih mau nyelip?" Seruku marah - marah.
"Gak mungkin kan dia berhenti dulu, trus buka kaca, pamit nyelip ama dede, Sayang?" ujar abang bercanda.
Aku diam, kembali fokus sambil berdoa - doa dalam hati. Abang juga ikut berdoa supaya kami selamat. 

Akhirnya sampailah kami di Hotel tempat Mertua gw menginap. Setelah itu kami tancap gas lagi mau jalan - jalan. Keberhasilan menjangkau hotel membuat gw merasa mampu menjangkau tempat diujung dunia sekalipun. Gw nyetir lagi.
"Bang, ini satu atau dua arah sih?"
"Dua arah, Sayang..."
Gw percaya dan langsung belok ke kanan, menyambut jalan baru yang kata abang dua arah. Alangkah kagetnya gw melihat semua mobil berjalan ke arah kami berdua. "Abang gimana nih? kok salah sih?" Semua mobil udah mulai jerit - jerit klakson sana - sini. Ada orang botak bawa mobil ngeliatin sinis banget ampe bola mata mau keluar. Gw ciut, tapi sebagai putri alumni SMA Taruna Nusantara yang telah diberi bekal kepemimpinan, gw harus bertindak cepat untuk memutar mobil kembali ke jalan yang benar. Syukurnya tidak ada polisi. karna kami gak punya SIM apalagi STNK. Gw ingat waktu itu muka abang udah panik banget. Gak tau mau ngapai selain megang pegangan di sisi mobil kencang - kencang. Alhamdulillah kami selamat, tapi nyasar entah kemana...

Sampai akhirnya tanpa diduga, sampailah kami di "Swiss Bell". "Yay! Kita masuk sini yah, sayang... " ujarku. Iya, deh! jalan - jalan. Dengan santai gw memasuki jalan landai yang gw kira bakal menuju ke tempat parkir. Karena agak mendaki, gw tekan gas lebih kencang. Dan ternyata... kekencangan... mobil kami cepat maju hampir menghatam mobil di depan. Gw kaget. Pandangan rasanya hitam semua. Gw pasrah.

Alhamdulillah (lagi). Kami selamat. Kaki gw secara otomatis atas bantuan Tuhan Yang Maha Esa, nginjak rem. Jarak dengan mobil di depan seuprit banget. Abang di sisi kiri gw tegang luar biasa, lebih tegang lahi ketika orang di mobil depan turun. 

Ternyata...

Dia mau turunin barang, bukan mau marahin kita. Dia gak tau ketegangan di mobil ini. Akhirnya abang bicara, "Sampai dingin kepala abang tadi, Dek... klo dede gak injek rem, gak selamat kita...". Aku masih bisa tertawa - tawa, melanjutkan perjalanan, tapi itu jalur malah membawa kami kembali keluar dari Swiss Bell. (*bego). Akhirnya aku memutuskan untuk parkir di Ruko sebelah saja. Dari pada harus mengulang kejadian itu dua kali.

Sesampainya di Swiss Bell kami main di Timezone dimana abang kalah main apapun. Beli J-co. Dan pamer - pamer cincin nikah pastinya...



Hari itu, gw bahagia luar biasa...
Dan yang lebih penting lagi, Alhamdulillah kami pulang dengan selamat...

Dear Syuami,
I Love you so much...
More than everyone... more than everything...
-Istri-
Share:

27.3.11

Catatan Istri Cilik #2

Bismillahirrahmanirrahim...

Okarina Beach

Ada banyak hal yang Syuami lakuin yang gak bakal buat gw lupa. Abang ngelakuin banyak hal untuk sekedar bikin gw senyum. Tapi gw ngerasa sebaliknya, ada banyak hal yang gw lakuin untuk ngerepotin abang. Ekekekeke!

Ini salah satu moment yang pingin banget gw pamerin ke anak-cucu ntar pas mereka baca blog ibu-nenek mereka yang masih labil :

Waktu itu abang lagi in process ngerjain salah satu tugasnya di resort menginap di tepi pantai. Turi Beach. Karena kebetulan gw lagi di Batam, gw sekalian di-ikutsertakan secara pribadi. Itung - itung bulan madu yang ke-sekian kan ya?  Hati girang bukan kepalang. Gw suka pergi ke pantai.

Pagi itu, kami berdua sarapan di restoran hotel, ngiri liat sana sini ada yang bawa anak dan sibuk nyuapin atau bercanda - canda ama anaknya. Gw liat muka abang mupeng, klo sudah begini ada yang sedikit tersengat di hati gw, gw pingin banget cepetan ngasih abang 'dede kecil' biar abang gak perlu ngiri. Liat ke kiri, ada anak bayi nangis njerit - njerit gak ketulungan, trus abang langsung natap gw "Hahahaha... klo ntar anak kita nangis kayak gitu, dede jangan ikutan njerit ya?" kata abang. Gw langsung bayangin gw lomba jerit - jerit ama bayi gw sendiri. Secara fisik dan psikologis, abang udah cocok banget jadi seorang bapak. Minimal waktu nyolong anak sepupu, abang udah jago banget gendong. Dan gw? gw jago banget bikin anak sepupu nangis. 

Sarapan kami pagi itu dihiasi dengan pertemuan dengan boss-nya si abang yang masih pake celana surfing, man! Jadi si abang mikirnya, rapat masih lama. Jadilah abang ngajakin gw ke tepi pantai, melihat kondisi boss-nya masih tidak memungkinkan untuk segera ke ruang meeting. Gw girang bukan kepalang. Angin pantai sepoi - sepoi. Pagi itu abang nyelipin bunga di telinga gw. Romantiskan? iya, tapi ada gak romantisnya. Itu bunga udah jatuh ke tanah, bukan bunga seger yang baru di petik.

Gw girang banget diajak ke pantai. Waktu itu abang pakaian rapi kuadrat! Kemeja merah maroon, celana kain warna hitam, sepatu kerja hitam, plus tas ransel kerjanya. yang selalu gw siapin sebelum berangkat kantor. Gw dibawa ke darmaga, di darmaga, ada tangga turun ke bawah yang bisa langsung nyentuh air laut. Deleeeemmm banget! (*Yaeyalah!). Gw takut banget! parno klo tiba - tiba gw hanyut trus ada Hiu yang dengan bahagia menyambut kehanyutan gw di laut lepas!

Dengan pakaian seperti itu, Syuami tetep berusaha membawa gw bermain ke tepi pantai sampai - sampai sepatunya kemasukan air laut. Dan 'hina-nya' lagi, gw dengan cueknya sengaja gak peduli kalau ini tuh udah jam abang masuk kantor. Gw pura - pura gak tau ini udah jam berapa. Padahal udah jam 10, abang udah telat banget tuh ke kantor. Tapi abang diem, sepertinya Syuamiku tercinta ini gak tega merusak kebahagiaan gw bermain dengan pasir dan kerang pantai. Lama - lama gw gak tega juga, lagian entah kenapa abang gak mau gw pergi maen sendiri di tepi pantai. Alhasil abang antar gw balik ke kamar, trus abang pergi ke ruang meeting, gw bawa satu ponsel abang yang tadi dipake foto - foto di pantai.

Sampai di Hotel, ada sms masuk ke Ponsel abang yang gw bawa, gw bukalah itu sms. Ups, dari bosnya. Ups lagi, bosnya nulis sms begini :
"Sap, lain kali ikut rapat awal dulu ya, setelahnya baru boleh pergi kalau ada acara pribadi...". Gw shock. Jadi patung buat 5 menit. Melongo lebar 5 menit. Trus gw nangis. Nangis karna kenapa gw bisa sedemikian tega-nya, egois-nya, cuma gara - gara pantai harus ngerelain Syuami dimarahin ama bosnya. Di mimpi gw, gw bercita - cita jadi istri yang bisa membuat abang dipuji - puji ama bosnya setelah menikah ama gw, bukan sebaliknya, dipuji sebelum menikah, dimarah - marahin setelah menikah. 

Hari itu gw inget, gw nangis meler - meler. Waktu itu kami udah 2 bulan menikah, dan gw berasa gagal jadi istri yang bisa mendukung syuaminya. Gw merasa quote "Dibalik pria sukses, terdapat istri yang luar biasa" gw ngerasa kalimat itu tercipta khusus BUKAN untuk gw. 

Siangnya abang balik ke kamar hotel sambil meluk gw,
"Nda papa, sayang... abang nda dimarahin kok... cuma diingetin..."
Tapi tetep aja, bagi gw, apa bedanya 'dimarahi' dengan 'diingetin'? Tapi abang emang Syuami yang luar biasa... selalu jadi yang paling luar biasa buat gw.

"Abang, emang sepatu abang gak basah?" tanya gw santai waktu abang udah pulang.
"Sebenernya basah sih, abang ngerasa gimanaaaa... gitu tadi dikantor pake sepatu yang dalamnya basah, kaos kakinya ikut basah lagi... tapi abang seneng liat dede seneng banget dipantai..." Jawab Abang yang bikin terenyuh banget.

Dear Syuami,
makasih Sayang, untuk hari itu dan semua hari - hari lainnya...
You make me smile, you make me happy, and you love me...
Dede harap dede bisa jadi istri yang lebih baik lagi...
Love you...

-Istri-

P.S : Hari itu perayaan 2 bulan nikahan kami. Dan itu pertama kalinya gw denger 'bunyi alam' dari abang. Ahahahahaha! *Peace, sayang... disusul 3 bulang kemudian, Syuami yang denger 'bunyi alam' dari gw. Bener - bener bunyi yang eksotis.
Share:

Catatan Istri Cilik #1

Bismillahirrahmanirrahim...

Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "Istri tidak boleh berpuasa, sementara suaminya sedang ada di rumah, kecuali setelah memperoleh izin darinya; tidak boleh mengijinkan orang lain masuk rumah kecuali atas izinnya; dan apa pun yang disedekahkan tanpa perintah suami, suami memperoleh separo pahalanya." (H.R. Al Bukhari)

Kemaren siang, gw ada tugas kelompok ama temen - temen kampus. Sebenarnya selama ini gw selalu menghindari satu kelompok ama temen cowok. Bukan, bukannya sok alim. Males aja di rumah sendiri harus tetep pake jilbab karena ada temen cowok, klo ama temen cewek kan bebas, bisa sambil tiduran atau jungkir balik juga Insya Allah gak papa.

Nah, sebelum menikah, ngerjain tugas kelompok kuliah bareng ama temen cowok di rumah rame - rame biasa aja kan? (*sbenernya sih gw juga gak ngerasa biasa aja... risih... gak bisa nyanyi atau joget - joget sambil ngerjain tugas). Nah, sekarang, setelah menikah, ada hadist diatas. Gw gak boleh sembarangan masukin 'orang' masuk ke dalam rumah (*Kucing jantan boleh gak, bang?). Gw harus ingat dan paham betul perintah hadist ini.

Pasalnya,

Kemaren gw salah. Sebenarnya, temen cowok itu datang tanpa sepengetahuan awal gw juga, pokoknya pada akhirnya kami ngerjain tugaslah di dalam rumah. Tapi gw pastikan mulai besok gw bakal lebih tegas! Gak ada itu cerita demi tugas, demi tugas, demi tugas! mendingan gw ngerjain sendiri itu tugas dari pada gw bawa orang lain masuk. alias cowok terutama  (*Sip deh! keren banget sih gw...). Tapi gak tau knapa ya? itu rasa nyeselnya pas temen - temen udah pada pulang. Ini pasti kerjaan si setan nih. Huh! Sayangnya Lo kagak keliatan aja ya! Abis itu gak tau kenapa air mata netes sendiri. Rasanya bersalah banget. Rasanya jadi istri yang gak bisa jaga amanah syuami. Gw langsung cepat - cepat telpon syuami tercinta, cerita dan minta maaf. Plus, janji gak bakal begitu lagi. Abang Syuami yang luar biasa memang... gw tahu, nada suara abang agak kesal dan marah. Tapi Abang gak marahin gw, gak bentak - bentak, gak teriak - teriak, cuma ingetin supaya lain kali jangan... plus kata - kata mesra :
"Sayang... abang gak rela...lain kali jangan yah... I Love You..."

Rasanya tambah pingin nangis. Tapi gimana? udah terlanjur. Itulah mengapa di bawah postingan ini gw nulis "I hate myself and want to die". Gw benci saat - saat gw gak bisa jadi istri yang diandalkan. Gw marah ama diri gw sendiri. Gw menghukum diri gw sendiri. Negatif memang, tapi itu seimbang dengan reward yang gw berikan pada diri gw sendiri, waktu gw merasa melalukan hal yang baik.

Meski syuami tercinta jauh dan belum serumah, gw harus tetep berusaha ikutin hadist diatas... aamiin... Mudahkan Ya, Rabb...

Dear Syuami,
Dede nyesal banget. Beneran nyesal...
Maaf udah ngerusak amanah abang ke dede...
Dede tau, harusnya dede membayar mahal untuk ini...
Maafin dede ya...
dede akan selalu berusaha belajar mendampingi abang dengan lebih baik lagi...
I Love You, Syuami...
Mmmmuuuuaaachhh!
Nah, semoga gw bisa lebih amanah lagi, aamiin...
Share:

25.3.11

24.3.11

Semangat, Syuami!

Bismillahirrahmanirrahim...

Belakangan ini Syuami sibuk banget,
Bukan. Bukan aku mau mengeluh minta perhatian lebih...
Kasian Syuami, kerja keras buat berdua sambil nahan kangen...
Semoga Syuami selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam menyelesaikan setiap tugasnya...
Semoga Syuami selalu diberi kelapangan hati untuk tetap di jalan yang benar...
Semoga Syuami selalu dikasihi oleh orang - orang di sekitarnya, Aamiin...


Semoga aku bisa jadi istri yang gak banyak menuntut...
Aamiin....


Love you, Syuami...
-Istri-
Share:

23.3.11

Silly Face

Bismillahirrahmanirrahim...

I've found a new way to wear Hijab...
Bonus! My silly face... (ekekekekee...)



Idenya adalah, membuat jilbab seperti rambut. (*hah? apa ini?)
yasudah, sebelum aku melantur lebih jau...
Bye!
Share:

22.3.11

Pinjaman

Bismillahirrahmanirrahim...

Kenapa aku yang cuma bisa 'minjam' nyawa ini bisa begitu angkuhnya?

hari ini masih tetep,
males sholat on time. Sholat asal gerak. Kapan berubahnya ini, Shell?
Seriously, sometimes I get pissed off by myself...

Well, Shell... Here is the deal...
Gak ada yang pernah siap, pinjaman nyawanya diambil. Tapi bagi mereka yang mempersiapkan, tentu jauh lebih baik dibanding yang cuma bisa diam aja kayak aku.

Tuhan...
Alhamdulillah... :')

Selamat jalan abang Taruna Nusantaraku... :')
Cepat atau lambat kami pasti menyusul...
Share:

20.3.11

10 Bintang Untuk Shelly

Bismillahirrahmanirrahim...
  1. Besok Insya Allah mau ngajuin surat magang ke Risti Telkom. Tentang magang, banyak yang bilang gak ada kerjaan, bisa online, atau malah disuruh bikin kopi. Entah apa yang terjadi di magang-ku nanti. Aku sudah harus membiasakan diri untuk inisiatif, kembali ke TN, "Tidak menunggu diberi tau, tapi aktif mencari tau".Bukannya sok rajin, tapi kan magang itu 4 sks, intinya magang sama dengan kuliah kan? dan syuami-ku tercinta udah bayar buat 4 sks itu. Jadi gak ada alasan buat aku untuk nyia - nyiain ilmu disana. Kebiasaan buruk yang suka baca buku di tengah - tengah pelajaran, harus segera dibinasakan dari budaya kehidupan (*dispensasi deh, klo otak rasanya udah penuh). Mulai sekarang harus bisa membiasakan diri untuk maksimal, meski yang dilakukan hanya hal - hal kecil.
  2. Yes, my English day, start from tomorrow. Kecuali di blog ini. Aku ingin blog ini ke-Indonesia-Indonesiaan mulai sekarang.
  3. Mulai besok pingin main reporter-reporter-an. Jadi ceritanya aku foto dan wawancara temen - temenku trus hasil wawancaranya mau publikasikan di blog ini. Semoga aku bisa terinspirasi dengan hasil wawancara dengan beberapa teman nanti.
  4. Menyebarkan Energi. Aku pingin bisa mengalirkan energi untuk orang - orang yang aku temui. Aku pingin yang sedih jadi seneng, yang seneng jadi tambah seneng.
  5. Pingin segera terbitin "Diary Istri Cilik". Tapi 'segera' tentu saja belum tentu 'menghasilkan karya yang matang'. Aku masih harus membaca banyak referensi 'menulis'. Aku pingin "Diary Istri Cilik" bukan sekedar terbit.
  6. Aku pingin punya bisnis sendiri. Sudah ada bayangan, tapi belum pingin di kaish tau ke siapapun, soalnya belum cukup 'matang' tentang ilmu bisnis itu juga. Pikirannya juga masih mencar - mencar antara magang, TA, magang, TA, magang, TA, kuliah.
  7. Aku pingin berusaha meninggalkan legging. Ya, aku sering kena teguran secara tidak langsung karna hijabku yang belum sempurna. Tapi aku senang bisa di tegur seperti itu, akan diusahakan, Insya Allah :)
  8. Hdup lebih sehat!
  9. Jangan malu belajar dengan 'ahli'-nya. Jangan takut dibilang 'bodoh'. Jangan minder kalau malu - maluin gara - gara gak bisa.
  10. Berusaha ibadah 'pake hati'. Aku sering banget nunda sholat ampe di 'akhir' waktu, dengan alasan nge-rapel wudhu. Sholatnya 'asal gerak', 'asal baca ayat'. Astaghfirullah. Semoga Shelly segera diberi kesadaran.
Share:

19.3.11

Aku Butuh Teguran Keras

Bismillahirrahmanirrahim...

Aku benar - benar ingin minta maaf karena beberapa waktu yang lalu, aku telah banyak menyinggung atau mungkin menyakiti hati banyak orang melalui tulisan - tulisanku. Atau bahkan membuat mood banyak orang jadi jelek hanya karena membaca tulisan - tulisanku di Blog ini. Aku benar - benar ingin minta maaf, tapi sungguh hal itu bukan sengaja aku lakukan untuk menyakiti siapapun. Apa yang aku tulis, hanyalah apa yang aku rasakan secara jujur.  Aku menyadari kekanak - kanakanku dan ketidak-dewasaan-ku dalam menghadapi masalah.
Aku masih muda, aku masih harus banyak belajar, dan harus banyak diingatkan. Aku masih butuh banyak teguran keras, masih butuh banyak hantaman untuk lebih dewasa dan menjadi lebih kuat. Aku butuh waktu untuk mencerna, untuk mencari banyak referensi tentang bagaimana cara mengahadapi banyak hal. Aku sudah berusaha menekan ego untuk berusaha memahami dan mengerti banyak orang.

Aku mengakui ke-labil-an-ku dengan menghapus blog ini ketika aku merasa aku benar - benar tidak berguna. Ya, seperti yang tadi aku bilang, aku butuh waktu untuk mengumpulkan serpihan - serpihan, menemukan jawaban, berdiri lagi, lalu berkontemplasi.

"Dicintai itu Menyenangkan"


"Tapi memberi cinta itu sebenarnya lebih mulia"


"Saling mencintai itu anugrah"

Hari ini aku telah menemukan jalan keluar dari semuanya, Insya Allah... :)
Thanks to :
Syuami, Safruddin Alwi
Mama Mertua Tersayang...
Teman - teman yang udah nyemangatin lewat message Facebook... :D
Share:

17.3.11

Kuotasi

Bismillahirrahmanirrahim....

"Sampai Detik Ini, Aku Masih Berusaha Untuk 'SETEGAR' Batu Karang..." -Me, saying this to myself in the lowest point to be Taft-
"Mengerikan untuk tau, bahwa ternyata aku hidup hanya untuk mati dan dibenci semua orang..." -Me, saying this to myself, when I was dreaming about death-
"Hidup itu seni mengolah ketakutan dan keberanian...." -Lagi - lagi ini cuma menurut aku-
"Aku Ingin Hamil, Sekarang...." -Aku, ngomong begini ketika hormon gak stabil-
"Sepertinya lebih menyenangkan jadi "Buih Lautan" Dibandingkan jadi manusia..." -Aku ngomong gini, pas raanya langit mau runtuh-
Share:

16.3.11

15.3.11

Belajar Terus

Bismillahirrahmanirrahim...

Hari ini saya :
  1. Masih menyakiti orang lain...
  2. Tidak memakai jilbab sesuai syariah...
  3. Ghibah...
  4. Sombong...
  5. Duniawi...
  6. Malas...
  7. Gak bersyukur...
  8. Durhaka...
Ternyata saya memang manusia yang payah... Tapi, yang penting terus berusaha membaik! semangat!
Share:

14.3.11

Menjejakkan Kisah

Bismillahirrahmanirrahim...

We went to Ocarina Beach. We did, making Sand Castle. We did, videoing. We did, kissing on the top of the Bianglala. We did, eating 'Magnum' and walking along the beach at night. We did, EVERYTHING. I'm afraid to die, just because I have Safruddin Alwi in my life. I hope it won't last, but everyone will dead, someday.... I should be afraid of the sins, but this is my ego as a human.... only a human, Rabb...

Safruddin Alwi & Mershelly Syanel
Share:

12.3.11

11.3.11

Yeah, it was a BANG!

Bismillahirrahmanirrahim...

Setelah menulis postingan dibawah, tiba - tiba saya merasa diri saya menjadi sangat egois sedunia, tapi menulis membuat saya memahami diri saya, lalu bisa mengoreksinya. Dan yang lebih penting, menulis meredakan emosi saya... :)
"Tuhan... ampuni Shelly, dan buatlah hati ini semakin besar, untuk menerima pedih, dan semakin sabar untuk menerima hantaman. Tuhan, jika semua itu pendewasa, maka dewasakanlah hamba dengan kasih-Mu. Aamiin..."
Ini berat, tapi ini bukan masalah terberat. Ini sedih, tapi bukan hal yang paling menyedihkan. Ahhh... klo sedih begini... kangen syuami... cepat pulang kantor syuamii.... dede masak puding!!! :D
Share:

9.3.11

Diary Istri Cilik Spoiler : "Surat Untuk Syuami Tercinta"

Bimillahirrahmanirrahim...
Assalamualaikum,
Hay, Syuami...
Sedih sekali rasanya tak dapat menjangkau pelukanmu dengan jarak sejauh ini. Memandangmu terlelap saja bisa membuatku jatuh cinta setengah mati. Meraba wajahmu yang tak terjangkau sepenuhnya oleh tanganku. Aku sayang sekali... :)

Suatu hari nanti, saat kita sudah saling bersisian di atap yang sama, berjanjilah jangan pernah bosan mendengar rengekanku, ngambek gak jelas hanya untuk menarik perhatian lebih, mengusilimu sampai kamu kesal, atau menari - nari di depanmu minta di manja. Berjanjilah jangan berlama - lama jauh dari pelukanku, kecuali batas Tuhan telah memanggil salah satu dari kita. Tapi aku berharap pada saat itupun, aku masih bersisian denganmu. Dengan senyuman paling sempurna karna ridhamu membuat-Nya memaparkan syurga di hadapanku...

Syuamiku, kamu indah... lebih indah dari apapun. Lebih menyenangkan dari sekedar mainan "congkak" yang kurengek habis - habisan. Lebih memikat di bandingkan coklat dan es krim. Lebih menarik dari sekedar pergi ke kabun binatang. Lebih indah dari cita - cita 'cilik'-ku
Psssttt... peluhmu setelah kerja membuatmu sangat seksi, itulah mengapa aku senang sekali memelukmu setelah kamu letih bekerja, aahahahahaha! Aku senang mengerjaimu dengan cap bibir dengan lipstik merah di kerah kemeja kerjamu. Aku ingin wanita di seluruh dunia tau bahwa 'pria' ini milikku. Aku senang mengerjaimu dengan stempel "I Love You" di tas kerjamu. And I like messing in your bed! *ROFL. Aku akan mendoakanmu setiap hari. 
Seringkali aku sedih luar biasa melihat orang - orang yang meragukan kemampuanku, meragukan 'kedewasaanku', meragukan 'kompetensiku' sebagai 'istri cilik'. Aku tak tersinggung atas ucapan mereka, aku hanya takut itu benar, lalu mengecewakanmu tapi tak pernah ku tahu kekecewaanmu. Aku tak bisa terima kritikan orang, tapi aku selalu ihklas mendengar kritikanmu. Jadi katakanlah apapun untuk membimbingku... :)

Oiya, syuamiku yang ganteng...
Berapa kali aku harus bilang, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu... :)

You are my star, always be my shining star...


Tertanda
-Istry Cilik-mu-

Oiya, ini foto abang waktu lamaran... 3 bulan lalu?
Waktu masih perjaka! ahahahahaahahahhaa!!!! :p
*kasian sekarang udah enggak, dinodai ama istri cilik.
"Saya mencintai putri bapak..."
"Dan hari ini.. saya memenuhi janji saya..."
Share:

7.3.11

Today

Bismillahirrahmanirrahim...


1. Ye... aku berhasil reinstall laptop sendiri... :D
2. Semoga Allah memberi kemudahan dan ketabahan untuk semua makhluk-Nya..
3. Semoga aku bisa menahan kesombongan dan ego sendiri, kapanpun.
4. Semoga bisa lulus dengan nilai yang baik...
5. Semoga bisa tambah banyak teman lagi...
6. Semoga bisa tetap berkilau walau sedih...
7. Semoga bisa tetap menjaga amanah...
8. Udah nganterin paket buat yang menang Quiz...
8. Tugas buat selasa, udah selesai...


Alhamdulillah, Tuhan... :)
Share:

6.3.11

Doa Istri Cilik

Bismillahirrahmanirrahim...

Tuhan, mohon jadikan saya dan syuami saya, Safruddin Alwi Manunggal. Nikahkan kami secara batin. Jangan jadikan kami suami istri yang saling mencintai di dunia, tapi saling menyalahkan di hadapan-Mu kelak. Mohon jadikan kami salah satu pasangan yang Engkau ridhai. Yang menghadirkan kasih-Mu karna kasih kami satu sama lain. Jadikan kami pemangku amanah yang baik. Aamiin...

*Happy 3 bulanan, syuami...
Share:

5.3.11

I'm Back With Smiles

Bismillahirrahmanirrahim...


Alhamdulillah...
Gw udah berobat ke Dokter Safruddin, and, yes! He's just the best drug EVER!
Udah lega cerita banyak ama Syuami tercinta yang selalu berusaha 'ada' buat gw bagai 'peri'. Dan juga dukungan dari teman - teman, semuanya bikin gw lebih bertenaga untuk siap dengan apa yang ada. Terimakasih...

Setelah gak tidur semalaman, dan baru bisa tidur setelah subuh dengan mata superBENGKAK dan perut lapar. Ditambah tidur yang gak nyenyak karna mimpi disalahkan ama banyak orang. Plus Belum mandi dan kamar berantakan luar biasa, Extra! tugas tulis tangan yang (*gak mungkin bisa di copy paste ). Gw mencoba untuk bangun dan membenahi segalanya satu persatu. Setelah syuami tercinta berhasil membangun pondasi - pondasi hati gw yang udah runtuh dan gak punya semangat buat jalani hidup dengan penuh "WOW". Gw kembali bercahaya! (*Yeah! Peace!) Ditambah lagi minggu depan gw ke Batam (*Uyeeeaa!). Maka benarlah peribahasa Habis Gelap, Terbitlah Terang... :D

Sbenernya masalahnya gak berat, masih banyak orang di muka bumi ini yang masih menderita. Ya kan? Cuma rasanya perih aja. Hehehehhehe... biasa... proses pendewasaan yang aku rasa terlalu 'dini' untuk dihadapi dengan dewasa. Atau memang gw begitu kekanak- kanak-an ahahahahaha....
Yang penting gw udah berusaha berjiwa besar dengan minta maaf (*Eee... gak mudah loh! minta maaf untuk anak se-usia dan se-labil gw!) Dan alhamdulillah yang satu memaafkan, dan yang satu lagi tidak memberi jawaban.... (*Semoga dimaafkan dalam hati... aamiin....)

Yang penting, tadi Syuami bilang, dia sayang ama istrinya. Gak mau lihat istri ciliknya nangis. Jadi, nanti Insya Allah, abang akan usahakan untuk cepat pindah (*kemanapun) deh, yang jelas bisa tinggal se-atap. Nyewa rumah yang kecil tapi hangat... nemenin gw lulus alias wisuda. Membangun pertahanan dan keamanan, kestabilan ekonomi, sandang pangan, mengembangkan adat, dan hidup berbudaya. Yeah! We Rock!

Alhamdulillah gw punya Syuami...
Syuami yang luar biasa... :D LuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarRrrr Biasa.....
Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillah...
Share:

We Let Go with This

Bimillahirrahmanirrahim...
"Karena aku begitu letih, sampai kapan kalian puas menjejaliku dengan banyak hal yang tak kuinginkan? Padahal, aku begitu mencintai kalian lebih dari 'orang - orang baru itu' ?" -ShellyTheUNIX-

"Abang itu aku yang cari. Aku menikah untuk kebahagiaanku sendiri, karena keegoisan kalian seolah - olah mendepakku dari kasih sayang kalian. Dan dia, hadiah Tuhan untukku. Jadi kenapa sampai masalah 'abang' pun harus di skenariokan dibawa oleh orang lain? Nikah dini, adalah mimpi ter-ektrim yang berani aku kejar. Setelah cita - cita berjuta universitas impian berhasil kutendang jauh - jauh hanya karena takut ke-ekstriman itu sulit kalian terima... tapi mulai detik ini, tidak... aku ingin menjadi se-ekstrim-ekstrimnya..."
  -ShellyTheUNIX-
"Ini malam terakhir gw bakal nangis sejadi - jadinya. Besok enggak. Lusa juga. Dan hari - hari seterusnya" -ShellyTheUNIX-
Share:

'Si Tersinggung' & 'Si Penyinggung'

Bismillahirrahmanirrahim....

Bagi 'Si Tersinggung' alangkah baiknya kalau kau berpikir bahwa, emosi, baik itu dalam bentuk amarah atau bahagia tidak akan pernah bertahan lama. Cepat mereda. Cepat hilang. Mungkin masih marah, tapi satu jam kemudian, marah itu takkan sebesar Tsunami. Mungkin sangat bahagia, tapi satu jam setelahnya tak akan sama dengan Euphoria Attack pertama. Jadi mengapa kau harus jadi "Si Tersinggung"?

Bagi 'Si Penyinggung' sebenarnya aku cukup tahu, betapa hatimu sebenarnya tidak bermaksud begitu, betapa maksudmu salah terekspresikan, betapa inginnya kau meralat semuanya. Betapa inginnya kejadian beberapa jam lalu tak terjadi. Aku cukup tau bagaimanapun keras haimu ingin menang dalam kompetisi paling tidak penting ini, hatimu menyadari kalau kau salah. Sudahkah kau sampaikan permohonan maafmu pada 'Si Tersinggung?'

Terkadang, seringkali (mungkin)... kita baru saja bicara, baru saja berbuat, beberapa detik berikutnya langsung kita sadari begitu saja bahwa ada yang 'salah' dari ucapan atau perbuatan itu. Entah mungkin karna perintah otak terhadap bibir tidak bisa di-rem. Atau reaktif amigdala yang terasa konyol beberapa jam setelahnya. Aku tak tau.

Terkadang, seringkali (mungkin)... kita melakukan banyak hal yang kita gak pernah nyangka bisa ber-efek ajaib ke orang lain. Bisa jadi dari ucapan. Bisa jadi dari suatu perbuatan. Bisa jadi hanya dengan tatapan. Bisa dengan apa saja. Terkadang, seringkali (mungkin)...yang kita anggap biasa, bagi orang lain begitu luar biasa. Luar biasa perih, luar biasa sakit, luar biasa kecewa. Kita gak akan pernah tau perbedaan 'rasa' itu.

Segala ekspresimu mempengaruhi dunia bagai sihir. Jadi gunakanlah sihir itu untuk menghangatkan dunia selalu.
-Pesan Untukku Sendiri, Beberapa minggu yang lalu setelah menyadari bahwa aku telah menyinggung orang lain, yang aku tak bermaksud menyinggungnya. Mungkin Ia takkan pernah memaafkanku. seumur hidupnya, Tapi aku tahu dan aku yakin, hatinya memaafkan. Karna 'hati' itu dari cahaya Tuhan, dan 'Hati' sejatinya tak akan tega membenci selamanya.-

-Untuk Syuamiku, terimakasih untuk telah selalu menjadi sandaran, menjadi tiang, menjadi tempat berlindung, untukku, dan menguatkanku, kapanpun. Syuamiku paket terindah dari Tuhan... I love you, so...-
Share:

4.3.11

Pemenang Quiz Habibie- Ainun ShellyTheUNIX

Bismillahirrahmanirrahim...


SELAMAT! Buat No. Urut 1!
Bang Edith dari CeritaDunia.wordpress! Yay! Pemenang diharapkan mengirimkan nama, alamat lengkap, dan nomer HP ke mershelly{dot}syanel{at}gmail.com.
Jika dalam 3x24 jam pemenang tidak mengirimkan kabar via email, maka buku akan diberikan ke no urut selanjutnya!

Sekali lagi selamat! :D
Share:

3.3.11

Lengkap

Bismillahirrahmanirrahim...


Aku suka senyuman seperti itu. Suka tatapan seperti itu. Suka rayuan seperti itu.
Tapi, bukan itu yang membuatku jatuh cinta.

Aku suka dibelikan coklat. Sebuket bunga mawar merah. Menginap di hotel mewah.
Tapi, bukan itu yang membuatku bahagia,

Aku suka emosimu. Aku suka ekspresimu. Aku suka spontanitasmu.
Tapi, bukan itu alasanku mencintaimu.

Kamu.
Karna dirimu.
Dan karena ada kamu.

Semua ke-'sukaan' itu LENGKAP.

Tuhan tau kau harus bersamaku,
Menggenapkan segala keganjilanku,
jadi sadarilah kalau ini cinta,
Ini cinta,
dan kau...
Syuamiku...
Share:

2.3.11

My Lullaby

Bismillahirrahmanirrahim...

Hmm... I write his song for my husband,
*blushing
Oh, so sorry for the grammar errors...

Baby... / baby... /
Just when /  you're looking like that.../
Baby... / baby.../
Just when / you're winking like that... /
I feel like I am the only one / who gets the happiness
'Coz you're complete me by that way...


Baby... baby....
Please just laughing like that....
baby.... baby...
Please just smiling like that
I feel like thousands birds are singing for me
'Coz having you I get my melody....


This photo was taken when we had just waking up...
I took his camera and said, "Tease me, please..."
And he got this expression for me... :)
I love you, husband...

-wife-
Share:

1.3.11

Housewifery Tips #1

Bismillahirrahmanirrahim...

One day, I asked my husband about thing that would make him happy. Do you know what he said?
He said that he loves the way I welcome him after work by those make-ups and dresses. I just wanna keep myself beautiful all the time in front of him (*Oh well, sometimes it's hard to kick away laziness, though). So, make your husband happy by that way! :)

I do not use make-up too much when I go anywhere without my husband. I use powder, yes. Morning cream, yes. Lip balm, yes, avoiding chapped lips. And about the clothes I wear, I don't have a lot of clothes in my closet. Hopefully, this blog would help me be more creative with those 'few clothes' (*ehehe...). Oh, yes I love cheap clothes!  So, you'll not find the expensive ones here. :D
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang salehah” (HR. Muslim).
“Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik harta pusaka seseorang? Yaitu wanita shalehah yang menyenangkan jika dipandang, yang taat padanya jika disuruh, yang bisa menjaganya jika ditinggal pergi.” (HR. Abu Daud dan al-Hakim dari Umar ra.)
Have a nice day people!
BiG Smile!
Share: