14.2.11

Autisme, Shopaholic, dan Cinta via Internet

Saya mengakui diri saya sebagai seorang Introvert sejati. Saya mampu bertahan hidup hanya dengan kamar, musik alternative, laptop, dan internet. Julukan saya ada dua, 'Anak Kamar' dan 'Autis sejati'. Laptop dan internet bak oksigen yang mutlak dikonsumsi. Bayangkan, hanya dengan berada dikamar yang tak begitu luas, saya sudah merasa berkeliling dunia berkali - kali dengan mengunjungi Travellers Blog, mengetahui kabar ter-aktual meski tak menonton berita di televisi  hanya melalui program berita running text yang akan selalu update jika terhubung dengan internet. Bahkan dikala saya sakit sekalipun, saya tidak suka pergi ke rumah sakit. Bagi saya, Google cukup sebagai dokter. Saya pernah Google-ing tentang gejala - gejala yang saya derita hanya untuk mengetahui saya sakit apa, dan obat apa yang paling manjur untuk penyakit saya dari hasil analisis Doctor Google. Dan siapa menyangka? itu berhasil.

Saya adalah seorang Blogger. Amatiran memang, tapi saya selalu berusaha menjadi ahlinya. Beberapa hari yang lalu, saya memenangkan Quiz giveaway dari sebuah blog. Ini menyenangkan! Mendapatkan tantangan dan hadiah dari orang yang tidak saya kenal dari dunia maya. Bahkan, saya mendapat buku Habibie Ainun langsung dari Pak Habibie plus tanda tangannya, hanya karena saya berhasil menjawab Quiz yang beliau adakan di Twitter. Saya tak butuh hari ulang tahun untuk sekedar mendapat hadiah.

Oh ya, saya benci jalan - jalan, tapi saya cinta belanja. Wanita mana sih yang tidak suka belanja? Dan saya cinta berburu barang unik via online shop. Itu menguntungkan saya, saya tak harus repot jalan - jalan, berkeliling kesana kemari yang hanya membuat kaki pegal, dan melakukan tawar - menawar yang alot, saya bukan ahlinya tawar - menawar. Membeli hadiah? saya lakukan dengan online. Membeli buku kuliah dan novel? saya lakukan dengan online. Tugas - tugas? online juga. Dan saya adalah fans berat Internet Banking. Semua tagihan operasional rumah, belanja, membeli tiket, semua saya lakukan via internet Banking. Kapanpun, dimanapun, dalam jumlah berapapun selama saldo masih ada. Cepat dan mudah!

Bagi seorang perantau seperti saya, internet adalah penting. Video Call  yang mampu menghubungkan saya dengan orang tua dan saudara adalah obat rindu termurah dibandingkan harus menelpon interlokal dan dikejar - kejar tarif yang bergerak tiap menit. Berkirim surat tanpa harus menanti satu, dua, atau tiga hari via e-mail. 
Suatu hari saya bertemu 'seseorang'. 'Seseorang' itu adalah senior saya di SMA. Kami bicara panjang lebar via fasilitas chatting tanpa bertatap muka. Bagiku, cinta dunia maya itu sah, jika dimulai bukan dari cinta secara fisik. Dia jatuh cinta. Begitu juga saya. Kopi darat kami di  reuni SMA sukses besar. Dan siapa yang menyangka betapa pentingnya dia dalam hidup saya sekarang? Salah, dia bukan pacar saya. Dia sekarang, suami saya...

Internet adalah separuh dunia saya. Saya sedang berkhayal di Indonesia ini sudah dapat diimplementasikan teknologi WiMAX. Sehingga dengan teknologi itu, saya bisa ber-internet ria dimana saja saya suka dengan cepat tanpa ngadat. Dan untuk mengimbangi itu, tentu saja diperlukan gadget yang compatible. Suami saya baru saja memberi tahu saya satu website penyedia gadget lengkap, Bhinneka.com.

http://www.bhinneka.com
Share:

7 komentar:

Dea Hanifah said...

shelly shelly shelly aku kok tiba2 kangen hehe

Mershelly Syanel said...

kak, dirimu menghilang kmana saja?
No fb, no Blogger. Oh my... miss you, too... :)

dv said...

waw..keren tulisannya! *jadi minder >.<

gud lak yah ^^

Mershelly Syanel said...

terimakasih...
good luck for you, too... :)

Anonymous said...

ehehee..
Nice writing, ishel..
(-_-')
warm regard to your 'hubby'.

#danof.
*following ur blog always.

Mershelly Syanel said...

thanks anyway.

Anonymous said...

ahahaa. Ur still the same. N 'daeng' must b lucky having u.