28.2.11

Draw Your Own Henna!

Bismillahirrahmanirrahim...

I drew Henna by myself in my wedding party. When you ask artisans to make it, you'll spend Rp. 300.000 for it. So, why don't you make it yourself? It's pretty easy!

You need :
  • Pen (ink : black)
  • Toothpick 
  • Henna (You may use "marker" if you don't wanna keep it for a long time)
  • Some creativity
How?
  • Draw sketch by the pen
  • Dip the toothpick in Henna
  • Replace the pen sketch with Henna (*Using the toothpick)
Oh, you can ask me to draw it with 'Marker' if you want! It's FREE! Some of my friend did! :)


Make it! Build your own creativity! We don't have to buy!
Enjoy the tutorial, then!
See ya!
Share:

27.2.11

Shelly & Safru Punya Cerita

Bismillahirrahmanirrahim...


This was the first time *ehm*. I won't tell you, but it was great. We went to Ahadiyat Bungalow and spent the rest of our Honeymoon part I there. It's a beautiful place ever! there's river, and the water flows under the Bungalow and I could feel the rhythm of the nature. It was lovely!

Anything I do with him always be the best part of my life. He won't let me cry, he won't let me sad. He hugs me every time just to kick away fears. He kisses me every time just to show me the biggest love ever in the world, and I never get that one before.

Such having a big present from God.

I love you, husband...
Both, in the best and the worst part, Insya Allah...

And if I let you down, I'll turn it all around, 'coz I'll never let you go...
All my life, I'll be with you forever...
to get you through the day...
and make everything ok!
I'll be all that you want... :)
Share:

25.2.11

My Sunshine!

Bismillahirrahmanirrahim...

I miss my husband so bad....he has to work hard for our little family...
Though, I can feel him like the wind, everywhere.... no matter how far we are...
I know he is beside me... and just to let him know...
that I always beside him, too... :*

GANBATE, syuami...
you are my sunshine!
Have a nice Friday!

ShellyTheUnix
ShellyTheUNIX
ShellyTheUNIX
Share:

24.2.11

Pelajaran Hari Ini

Bismillahirrahmanirrahim...

Kalau denger dosen bilang, "Senior km tuh, si A, luar biasa!",
suka jadi ngiri, suka minder, suka ngerasa masih gak bisa ngapa- ngapain, suka cemburu...

Tapi ternyata...
Ini "Obat sombong" yang paling ampuh...

Ternyata lagi...
"Aku masih harus banyak belajar..."

Ternyata kuadrat...
"Gw ini belom bisa apa - apa sama sekali...."

Alhamdulillah disadarkan...
Terimakasih Ya Rabb... :)
Share:

20.2.11

Quotes

Bismillahirrahmanirrahim...

"Di dunia ini, saya hanya memiliki suami saya. Hanya mempercayai suami saya. Dan hanya mencintainya. Karna Allah dan Rasul-Nya. Insya Allah..."
Share:

18.2.11

Meraih Bulan

Bismillahirrahmanirrahim...

Kendatu sendiri. Terduduk di pojok kamarnya dengan laptop yang menempel di pangkuannya. Mengacuhkan radiasi laptop terhadap rahim. Begitulah Kendatu, gadis keras kepala yang asyik dengan dunianya sendiri. Tiada hari tanpa bercinta dengan laptop 'butut'-nya itu. Laptop butut itu segalanya, diganti dengan Mac Book pun dia belum tentu mau. 

Oiya, aku belum perkenalkan Kendatu pada kalian. Kendatu adalah gadis tercantik yang pernah aku lihat. Kulitnya langsat, tingginya sedang, matanya bulat, berwarna coklat dengan bulu mata yang lentik, pipinya chubby, tubuhnya langsing. Dari wajahnya, kita bisa melihat ketegaran dan optimisme. Kendantu introvert, tapi punya banyak teman. Kendatu menikah dengan seorang pria yang dipilih oleh hatinya. 

Hari ini, Kendatu menangis dalam hati, tapi tak ada airmata. Meski samar, baru saja Kendatu mendengar suaminya bertelpon ria entah dengan siapa,berbicara di telpon dengan riang gembira, pakai kata "aku" dan "kamu". Kendatu tahu, itu telpon dari seorang wanita. Setelah telepon pagi itu, suaminya pergi, tak tahu kemana, tak memberi penjelasan, dan tak mengajak Kendatu sama sekali. Tak membawa cincin pernikahan mereka. Bagi Kendatu, itu kemarahan yang jelas. 

Kendatu berusaha mengingat - ingat salah apa yang dia lakukan seharian ini hingga suaminya begitu dingin hari ini. Sebuah penyalahan diri yang besar, Kendatu menyalahkan laptopnya. Menyalahkan dirinya yang tak menyiapkan sarapan, menyalahkan tidurnya yang panjang karena bergadang, menyalahkan mata kuliah yang memberinya tugas penuh tantangan. Kendatu menyalahkan semuanya. Saat ini. Kendatu memejamkan mata, berusaha tenang, tak bisa. Kendatu menyanyi lagu rock keras - keras dan itupun tak mampu menyeretnya keluar dari rasa gundah.

Dan satu memori yang entah dari mana datangnya, menghampiri Kendatu siang itu. Kendatu  tiba - tiba ingat papanya. Kendatu ingat mamanya. Pernikahan orang tuanya yang menyisakan luka menganga di hati Kendatu. Sudah perih, disiram cuka, seperti itulah rasanya. Kendatu melihat depan matanya, bagaimana papa-nya meninggalkan ibu-nya begitu saja, di malam penuh murka. Saat itulah Kendatu tahu 'talak', tahu 'perceraaian', tahu 'tamparan', dan sefinisi yang semakin samar tentang 'cinta'. Hari ini, Kendatu merasa menjadi ibunya, ditinggal pergi di pagi hari penuh murka, bedanya, Ia tak tahu salah apa.

Mengapa Kendatu menikah? alasannya sederhana. Meski membenci 'cinta', Dilubuk hatinya yang dalam, dia mempercayai 'cinta' itu ada. Dia percaya 'cinta' akan membawa kebahagiaan besar padanya. Cinta akan mengenyahkan 'masa lalu pilu yang meninggalkan luka menganga itu'. Tapi hari ini, Ia dihinggapi ambivalen tentang cinta itu lagi. Ia terhempas ke 'luka' yang seperti dikorek tanpa ampun.

Kendatu menggigil, bukan kedinginan. Wajahnya pucat, bibirnya mengering. Berusaha melangkah ke meja belajarnya. Menggapai - gapai kertas dan pulpen. Ia ingin menulis sesuatu. Pesan.

******
Suami Kendatu pulang, tak langsung masuk ke dalam kamar, mungkin malas melihat istrinya. Ia menonton Televisi dulu. Membuat kopi dulu. Makan 'tengah' malam dulu. Lalu ketika kantuk datang, barulah ia menuju ke kamarnya. Kendatu terlihat tidur, senyum dibibirnya, seolah dia mimpi indah malam itu. Suaminya melepaskan jam tangan dan meletakkannya di meja belajar. Matanya terusik oleh selembar kertas dengan tulisan jelek, namun bisa dibaca. Seperti bukan tulisan Kendatu.

Sayangku... Surgaku, Cintaku, Suamiku...
Ada apa denganmu hari ini, mungkin hanya Tuhan yang punya jawaban... Sebenarnya kita bisa menyelesaikan semuanya andaisaja kamu mau berbagi apapun denganku. 'Apapun' sayang, bukan yang terindah saja.
Hari ini aku merasa telah menyelesaikan semuanya. Ada suara yang seolah - olah memanggilku pulang, tapi aku belum merasa tenang. Jadi aku menulis ini, karena sepertinya aku tak bisa menunggu sampai kamu pulang ke rumah...

 Sayangku... Surgaku, Cintaku, Suamiku... 
Aku pergi dulu ya... Aku ingin Surga, tapi bagaimanalah bisa aku kesana karna kamu begitu marahnya padaku. Dengan marahmu itu, malaikat mampu menyeretku kasar - kasar ke nerakka. Aku tak tahu kemana suara ini memanggilku, tapi aku mohon... berilah ridha-mu untukku. Aku tahu, tak ada yang baik dariku... Tapi kamu bisa mengingat beberapa 'hal' yang membuatmu pernah ridha padaku...

Aku selalu mencintaimu, tak peduli semarah apa, dan secemburu apa...

Istrimu yang payah,
Kendatu Sarah

*****
Tanah makam masih merah. Matahari menyengat tanpa ampun. Suami kendatu duduk memegangi Nisan yang masih baru. Orang - orang lalu lalang kembali pulang, mengucap bela sungkawa pada suami Kendatu. Sampai bosan telinganya mendengar ucapan 'bela sungkawa' itu. Sampai hanya tinggallah Ia sendiri. 
"Ken... aku ridha... Aku selalu mencintaimu, tak peduli semarah apa, dan secemburu apa... Sampai jumpa lagi, Ken... Sampai jumpa di pernikahan yang abadi, nanti..." ucap suaminya lirih.

Saat itulah awan - awan menutupi matahari. Makam Kendatu meneduh seketika. Seolah 'tiket' surga untuk Kendatu itu 'terpamer' di bumi. Kendatu melayang - layang di dunia tak berdimenisi, tak berwujud, tak berwaktu, tak terjangkau. Kendatu memandang penuh cinta suaminya yang masih duduk di dekat pusaranya. Tersenyum cantik sekali...

-TAMAT-
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cerpen Karya : Mershelly Syanel
18.02.11
Share:

14.2.11

Autisme, Shopaholic, dan Cinta via Internet

Saya mengakui diri saya sebagai seorang Introvert sejati. Saya mampu bertahan hidup hanya dengan kamar, musik alternative, laptop, dan internet. Julukan saya ada dua, 'Anak Kamar' dan 'Autis sejati'. Laptop dan internet bak oksigen yang mutlak dikonsumsi. Bayangkan, hanya dengan berada dikamar yang tak begitu luas, saya sudah merasa berkeliling dunia berkali - kali dengan mengunjungi Travellers Blog, mengetahui kabar ter-aktual meski tak menonton berita di televisi  hanya melalui program berita running text yang akan selalu update jika terhubung dengan internet. Bahkan dikala saya sakit sekalipun, saya tidak suka pergi ke rumah sakit. Bagi saya, Google cukup sebagai dokter. Saya pernah Google-ing tentang gejala - gejala yang saya derita hanya untuk mengetahui saya sakit apa, dan obat apa yang paling manjur untuk penyakit saya dari hasil analisis Doctor Google. Dan siapa menyangka? itu berhasil.

Saya adalah seorang Blogger. Amatiran memang, tapi saya selalu berusaha menjadi ahlinya. Beberapa hari yang lalu, saya memenangkan Quiz giveaway dari sebuah blog. Ini menyenangkan! Mendapatkan tantangan dan hadiah dari orang yang tidak saya kenal dari dunia maya. Bahkan, saya mendapat buku Habibie Ainun langsung dari Pak Habibie plus tanda tangannya, hanya karena saya berhasil menjawab Quiz yang beliau adakan di Twitter. Saya tak butuh hari ulang tahun untuk sekedar mendapat hadiah.

Oh ya, saya benci jalan - jalan, tapi saya cinta belanja. Wanita mana sih yang tidak suka belanja? Dan saya cinta berburu barang unik via online shop. Itu menguntungkan saya, saya tak harus repot jalan - jalan, berkeliling kesana kemari yang hanya membuat kaki pegal, dan melakukan tawar - menawar yang alot, saya bukan ahlinya tawar - menawar. Membeli hadiah? saya lakukan dengan online. Membeli buku kuliah dan novel? saya lakukan dengan online. Tugas - tugas? online juga. Dan saya adalah fans berat Internet Banking. Semua tagihan operasional rumah, belanja, membeli tiket, semua saya lakukan via internet Banking. Kapanpun, dimanapun, dalam jumlah berapapun selama saldo masih ada. Cepat dan mudah!

Bagi seorang perantau seperti saya, internet adalah penting. Video Call  yang mampu menghubungkan saya dengan orang tua dan saudara adalah obat rindu termurah dibandingkan harus menelpon interlokal dan dikejar - kejar tarif yang bergerak tiap menit. Berkirim surat tanpa harus menanti satu, dua, atau tiga hari via e-mail. 
Suatu hari saya bertemu 'seseorang'. 'Seseorang' itu adalah senior saya di SMA. Kami bicara panjang lebar via fasilitas chatting tanpa bertatap muka. Bagiku, cinta dunia maya itu sah, jika dimulai bukan dari cinta secara fisik. Dia jatuh cinta. Begitu juga saya. Kopi darat kami di  reuni SMA sukses besar. Dan siapa yang menyangka betapa pentingnya dia dalam hidup saya sekarang? Salah, dia bukan pacar saya. Dia sekarang, suami saya...

Internet adalah separuh dunia saya. Saya sedang berkhayal di Indonesia ini sudah dapat diimplementasikan teknologi WiMAX. Sehingga dengan teknologi itu, saya bisa ber-internet ria dimana saja saya suka dengan cepat tanpa ngadat. Dan untuk mengimbangi itu, tentu saja diperlukan gadget yang compatible. Suami saya baru saja memberi tahu saya satu website penyedia gadget lengkap, Bhinneka.com.

http://www.bhinneka.com
Share:

Hilangnya Satu Aktor Dalam Ekosistem


Berikut cerita pengantar dariku...
"Kwek! Kwek! Kwek!!!" Aku berteriak, meronta - ronta sekuat tenaga. Tapi manusia - manusia ini seolah tidak pernah mengerti. Bagaimana cara menjelaskan pada mereka, bahwa kami-pun ingin hidup tentram seperti mereka. Tidak berakhir mati terkena 'cairan hitam' yang aneh, di kurungan, di dapur, atau meja santap siang mereka. Mungkin bagi manusia, ini hanyalah masalah mengisi perut, tapi bagi kami ini masalah hidup dan mati.
Kakiku diikat pada sebuah pohon bersama anak - anakku. Beberapa meter di depan mataku, Istriku dipegang erat - erat oleh dua manusia. Yang satu mencengkram erat kakinya, yang satu lagi mencengkram leher dan menutup paruhnya. Siap menyembelih istriku dengan pisau yang berkilau terkena sinar matahari. Aku menutup mata anak - anakku. Mereka tidak boleh menyaksikan ini, meski pedih sekali, aku lihat pembantaian itu dengan mata kepalaku sendiri. Darahnya menetes memenuhi tanah dibawahnya. Aku ternganga dan pasrah melihat itu semua, sepertinya nasibku dan anak anakku tak akan jauh berbeda. Aku benci manusia!

"Psssttt... bebek - bebek pergilah..." Aku melihat ke belakang, seorang anak kecil berbisik sambil membukakan tali ikatan yang mengikat kakiku dan kaki anak - anakku. "Cepat pergi bebek..." ujarnya lagi setengah berbisik. Aku berlari bersama anak - anakku. Para penjagal tadi pergi entah kemana membawa istriku yang telah mereka sembelih. 'Tidak semua manusia itu kejam', ujarku membatin. Aku dan anak - anakku segera berlari menuju rumah kami di hutan, di sungai sebelah timur.

Sesampainya di Sungai, aku terkejut. Air sungai itu hitam dan airnya lengket. Ditepi sungai, aku menemukan sehelai surat daun. Dari kerabat bebek yang tinggal di sungai ini juga.

------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kepada,
Saudaraku Mentok Rimba

Aku tak akan berbasa basi, aku harap kau dan keluargamu mengungsi secepatnya ke sungai lain seperti kami. Aku tidak main - main. Tak jauh dari sungai ini, manusia sedang membangun 'sesuatu', aku tak tahu namanya, yang jelas itu seperti sebuah sangkar yang besar sekali. Sangkar manusia yang sangat besar. Setiap hari, dari bangunan itu mengalir air yang kotor, lengket, dan bau. Aku tulis surat ini, karna kau tak kembali juga dari kemarin siang. Sementara aku dan keluargaku harus cepat mengungsikan diri ke sungai lain. Aku harap kau membaca surat ini dan segera mengungsi juga.


Pesanku, cepatlah pergi dari sungai ini! Karena saudara kita dan ikan - ikan banyak yang mati akibat 'air aneh' itu. Kita tidak bisa tinggal lebih lama di sungai ini.


Salam,
Saudaramu

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kakiku lemas, aku memandangi sungai yang kini telah hitam dan berminyak dengan keputus-asaan. Kemana aku harus membawa diri dan anak - anakku pergi. Seolah ajal mengepung dikanan - kiri kami. Di ujung sungai aku melihat kepulan asap meninggi dari 'sangkar manusia'. yang saudaraku informasikan. Asap itu menyesakkan dan memedihkan mata.

"Ayah, itu paman Mentok Coklat!" Seru salah satu anakku sambil menunjuk bebek yang  hanyut, tegang, dan kaku diantara 'cairan hitam' dan minyak - minyak berbau busuk itu. Satu lagi saudaraku mati... Ulah siapa? Siapa yang harus kusalahkan? aku tak tahu. aku memeluk anak - anakku dan berjalan tanpa arah. Berharap masih ada suatu tempat yang 'layak' untuk kami bertahan hidup.

Namaku Mentok Rimba, masih berasal dari keluarga bebek. Jumlah bebek sepertiku tinggal sedikit sekali, aku tak punya banyak saudara. Aku dan keluargaku tinggal di hutan ini, lebih tepatnya lagi di sungai sebelah timur. Sungai ini bak syurga bagiku dan keluargaku. Di pagi hari, sinar matahari langsung dengan lembut menyapa kami yang berenang - renang di sungai ini. Pantulan sinarnya seperti kemilau permata tersembunyi di dasar sungai. Aliran sungainya tenang, tidak ada buaya disini. Ikan - ikan kecil hilir mudik melawan arus, terkadang laba - laba air lalu lalang di sungai ini. Airnya  juga segar dan jernih sekali. Kecipak air bagai  melodi alam yang menenangkan. Sungai ini telah diwariskan secara turun - temurun dari generasi ke generasi Mentok Rimba. Nenek moyangku memang hebat! Dan manusia, telah membuat 'kehebatan nenek moyangku' itu tak ternikmati oleh anak - cucuku kelak. Sungai itu kini berubah, syurga itu kini hanya sebuah kenangan dan dongeng untuk generasi bebek kelak.

Andai aku manusia, dengan akalku akan kubuat segalanya hidup beriringan, berdampingan, serasi, dan selaras. Karena ini bumi Tuhan. Dan siapapun tak berhak memporak - porandakannya. Andai aku manusia, dengan hati nuraniku, aku harus mampu melestarikan semua titipan Tuhan... Andai aku manusia...
Cerita diatas adalah sepenggal memori masa kecilku. Namaku Kendatu, Dalam cerita diatas, aku adalah anak kecil yang melepaskan tali yang mengikat kaki bebek - bebek itu. Aku seolah terlahir sebagai karma bagi ayahku. Ayahku adalah seorang pemburu satwa ilegal, sementara aku adalah pencinta satwa yang aktif dalam berbagai kegiatan perlindungan satwa. Aku berusaha melestarikan satwa, sementara ayahku seperti membabat habis eksistensinya. Sesuatu yang tidak seimbang, melestarikan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Sementara membunuh, hanya membutuhkan beberapa detik saja.

Sedari kecil aku melihat bagaimana ayahku memburu dengan sadis berbagai macam satwa yang ia temui, kemudian menjual atau mengambil kulit, bulu, dan dagingnya. Tidak sedikit yang mati beku dengan 'air keras' dan dipajang di ruang keluarga dan ruang tamu. Tak jarang aku pernah melihat hewan yang meneteskan air mata sebelum dibunuh atau diberi 'air keras', salah satunya penyu. Ada semacam perih di hati melihat air mata itu, walau ayahku seringkali membela diri dengan mengatakan bahwa itu air mata alamiah, bukan air mata sedih atau takut. Tapi bagiku tidak. Aku yakin hewan - hewan itu menangis ketakutan dihadapkan dengan pisau runcing seperti yang dimiliki ayahku.

Mentok Rimba, adalah salah satu jenis bebek yang terancam punah. Dalam status konservasi, Mentok Rimba sudah masuk dalam katagori "EN" atau Endanger yang dalam  IUCN Red List berarti memiliki resiko tinggi untuk punah di masa yang akan datang. Mentok rimba bukan satu - satunya satwa yang terancam punah, masih banyak yang lain, masih banyak lagi status yang lebih parah, bahkan sudah memasuki punah. Sebagian besar eksistensinya diputus oleh manusia, walau ada juga yang memang tak mampu bertahan terhadap perubahan iklim, suhu, global warming berbagai faktor lain. Tapi kalau kita putar sejenak, bukankan polusi, global warning, dan berbagai tetek bengeknya itu merupakan ulah kita juga, manusia? 

Kita tahu, setiap makhluk hidup dalam ekosistem, dan dalam ekosistem itu, setiap satwa memiliki perannya masing - masing dalam rantai makanan. Dalam jangka pendek, mungkin kita belum bisa menemukan dampak dari punahnya 'satu peran' dalam rantai makanan. Dalam jangka panjang, 'hilangnya satu aktor' itu bisa menjadi efek domino yang akan mem-punahkan 'aktor lainnya'. Dalam kasus ini, aktornya adalah satwa - satwa itu, atau bisa juga kita?

Tiap individu dari kita bisa melakukan sesuatu yang kecil, tapi bermakna. Tidak perlu langkah besar untuk melestarikan satwa - satwa itu.  Menanam pohon adalah langkah kecil berupa sebuah hadiah dalam bentuk pemberian habitat bagi mereka, para satwa.

Perlu berapa banyak satwa yang harus bernasib sama dengan Mentok Rimba? Harimau Sumatra? Maleo? Sempatkah anak cucu kita menikmati, atau untuk sekedar 'tahu' dan mengenal satwa - satwa itu?
Share:

12.2.11

Mie Keriting, Bercinta, dan Pudding Coklat

Bismillahirrahmanirrahim...

Bagiku, resep berumah tangga adalah "KEJUTAN"
Sebuah kejutan tanpa rencana di setiap harinya adalah resep paling manjur dalam sebuah rumah tangga. Ke-konstanan adalah membosankan, dan aku berusaha agar itu tidak terjadi dalam rumah tanggaku. Hari ini, aku masker-in suami, membuat sepiring mie keriting berdua, kemudian kami bercinta. Setelah itu kami lapar lagi dan makan pudding coklat yang kami buat berdua, lengkap dengan Fla-nya... :)

Indahnya nikah muda adalah 'kreatifitas muda'. Kami punya cara tersendiri untuk bahagia, tanpa ada rutinitas aku harus bangun pagi dan masak karna aku wanita, atau suamiku harus begini dan begitu. Kami melakukan semuanya tanpa rencana dan penuh kejutan. Meski semua mata memandang pesimis pada kami, meski mata mereka menatap sinis pada perutku, menduga - duga hal negatif tentang pernikahanku. Itu hak mereka. Dan hakku, adalah bahagia tanpa harus terusik dengan itu semua.

Sudah 2 bulan 1 minggu 2 hari kami menikah, dan alhamdulillah sampai saat ini, aku bahagia. 
Semoga selamanya...
Alhamdulillah... 
Terimakasih Tuhan...
Terimakasih telah menakdirkan Bang  Safru untukku, dan aku untuknya...

Judul diatas (*Insya Allah) akan masuk salah satu bab dalam bukuku "Diary Istri Cilik..."
Share:

Quiz Shelly #1 : Berhadiah Buku Habibie Ainun!

Bismillahirrahmanirrahim...

Seperti yang udah aku bilang kemaren - kemaren, aku punya 2 buku Habibie. Yang satu dibeliin suami tercinta, yang satu lagi Hadiah langsung dari Pak Habibie! Yay! Dapet alamatnya plus tanda tangan dan pesan singkat di dalam buku dari Pak Habibie yang saya idolakan sejak dahulu kala! Alhamdulillah...

Penampakan Paket
Dan... seperti yang sudah dijanjikan, aku bakal menghadiahkan salah satu buku Habibie Ainun (*tentu saja yang tidak dari Pak Habibie... ikikikikiki...). Tapi kondisi bukunya itu memang agak kurang baik (*bagian belakangnya copot, bisa di lem koq, nanti biar aku yang lem... dan masih layak baca, Insya Allah...).  



Nah, bagi yang tertarik, meski ini bukan buku baru... silahkan ikuti Quiz Shelly! Caranya mudah!
1. Ikuti/Follow Blog ShellyTheUNIX dan SoulinArtPhotography (*Nanti Insya Allah akan kami follow balik)
2. Sebutkan Satu buku Fiksi maupun Non Fiksi yang paling Anda suka, plus alasannya!
3. Apa yang menarik dari Pak Habibie dan Bu Ainun!

Ketentuan:
1. Lakukan langkah diatas, dan tuliskan jawaban Anda - Anda sekalian via comment blog ShellyTheUNIX di postingan Quiz Shelly #1 : Berhadiah Buku Habibie Ainun!
2. Dari peserta yang memenuhi kriteria, akan ditentukan 1 pemenang berdasarkan jawaban terbaik menurut Shelly dan Suami... :)
3. Hadiah Insya Allah akan dikirim via pos ke alamat pemenang.
4. Batas akhir quiz adalah 4 Maret 2011 (*Insya Allah, pada monthiversary Shelly dan Suami)
2. Quiz ini hanya berlaku jika pesertanya lebih dari 5 orang!

Goodluck!
Share:

8.2.11

The One I Love The Most

Bismillahirrahmanirrahim...

My Husband and I
Mendampingimu adalah hal terindah yang pernah diukir Tuhan dalam garis hidupku...
Menjadi Nyonya Safruddin adalah gelar terindah yang kumiliki di dunia ini...
Pernikahan memang bukan suatu hal yang mudah,
Tapi bagaimana cara kita menghadapi setiap kesukaran itu adalah cinta. Menangis bersamamu adalah cinta. Tertawa bersamamu adalah cinta. Berusaha saling membahagiakan adalah cinta. Kamu adalah cinta. Dan memilikimu begitu indah.

20 tahun usiaku ketika menikah denganmu, anggaplah Tuhan menakdirkan usiaku sampai 40 tahun, Insya Allah, Aku akan mengarungi setengah hidupku lagi bersamamu... Mendewasa bersamamu, dalam pelukanmu, dalam bimbinganmu...

Bersamamu aku bisa menjadi apa saja yang aku mau...
Aku ingin meminta pada Tuhan satu hal lagi...
Menjadi istrimu di syurga-Nya... aamiin...
Share:

6.2.11

1.2.11

My Project : Diary Istri Cilik

Bismillahirrahmanirrahim...

Seperti resolusi pasca nikah yang telah dibuat, langkah pertama yang akan dilakukan adalah membuat buku tentang pernikahan di usia 20 tahun. Alhamdulillah sekarang sudah dalam tahap pengerjaan. Dan yang lebih menyenangkan lagi buku itu akan diterbitkan Insya Allah dibawah naungan bendera ShellyTheUNIX. Jadi, alhamdulillah punya penerbit pribadi yang bakal mencetak buku - buku shelly selanjutnya Insya Allah.
  • Judul : "Diary Istri Cilik"
  • Cover di-desain oleh suami sendiri : Safruddin Alwi
  • Rencana terbit : Bulan Maret-April
  • Untuk sementara, buku Diary Istri Cilik hanya akan dijual secara online
Semoga bisa terbit dengan lancar. Aamiin... :)
    Share: