18.6.10

Metamorfosis

Bismillahirrahmanirrahim...

Bagiku, seorang wanita adalah sosok yang mengubah sejuta rasa khawatir menjadi satu rasa nyaman bagi sekitarnya. Entah itu melalui pelukannya terhadap anak - anak dan suaminya. Entah itu dalam bentuk genggaman tangan pada setiap orang yang membutuhkan kasihnya. Dalam bentuk apapun.

Seorang wanita adalah sosok yang berhati paling halus. Sosok yang tinggi rasa sosialnya. Sosok yang ingin selalu ada ditengah - tengah penderitaan mendera banyak orang untuk sekedar menggenggam tangan masing - masing mereka, memberi dorongan, dan semangat. Memeluk mereka - mereka yang menangis pilu.

Seorang wanita adalah seorang yang dengan ikhlas berbagi apa saja yang ia memiliki sekalipun itu adalah hal yang paling berharga baginya. Aku pernah mendengar cerita tentang Fathimah putri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Salam, tentang kalung miliknya yang paling berharga dari ibunda tercintanya. Khadijah R.A. Kalung dari Ibunda tercintanya itu Ia berikan begitu saja pada seorang tua yang lapar yang mengetuk pintu rumahnya. She's really a woman.

Seorang Wanita adalah sosok yang selalu berekspresi "Semuanya Baik - Baik Saja" tak peduli luka hatinya mendera. Memaksanya menangis. Mengadu, dan memaki - maki. Semuanya itu terhapus dibalik satu senyumnya. Hatinya ikhlas. Tak hendak membuat orang lain khawatir.

Sulit bagi saya menjadi seorang wanita. Sekarang saya berada diantaranya. Seorang gadis yang masih labil dan berharap dicintai, tapi tak mau belajar mencintai. Egoisme saya terhadap teman - teman saya juga masih terlalu tinggi. Saya masih sering kesal terhadap suatu keadaan yang tidak saya harapkan. Dan lebih buruknya lagi, saya masih sering menyalahkan orang lain.

Ketika ulang tahunku yang ke-19. Aku bilang pada diriku sendiri, "Ini tahun terakhir, Insya Allah aku akan semena - mena terhadap hidupku. Tahun terakhir bagiku menikmati sepatu kets dan celana Jeans. Tahun terakhir untuk tertawa keras - keras. Tahun terakhir untuk mengeluh. Tahun terakhir untuk bersikap kekanak - kanakan. Tahun terakhir untuk selalu mengadu. Tahun terakhir untuk bergosip. Tahun terakhir untuk tak peduli kesehatanku. Tahun terakhir untuk bercanda berlebhan. Tahun terakhir untuk 'tak berfikir panjang'. I do really waste my 19th.

Metamorfosis.
Ketika aku 20 tahun nanti, Insya Allah. Seperti yang sudah menjadi adat yang ditanamkan Enyak padaku. Menyusun sebuah resolusi yang sungguh tidak mudah. Waktuku tak sampai sebulan lagi kalau Allah mengizinkan. Aku ingin menjadi wanita. Tapi sebuah Metamorfoasis sungguh sulit. Sulit mengubah sebuah sifat. Sulit sekali. Seringkali aku kesal melihat diriku sendiri. Tapi perubahan adalah sebuah pilihan. Dan menjadi lebih baik adalah sebuah keharusan.

-Aku- Yang Masih 19 Tahun-
Share:

0 komentar: