26.6.10

Tentang Hidup

Bismillahirrahmanirrahim...


Aku seperti anak kecil yang menyusun balok - balok menjadi sebuah bangunan besar...


Aku sang arsitek perancang cita - citaku sendiri...


Aku membuat daftar panjang mengenai hidupku, dan menyerahkan daftar beserta penghapusnya pada Tuhan...


Tuhan mungkin menghapus beberapa bagian, tapi aku tahu, Dia Yang Maha akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik untukku...


Malaikat memberiku sebidang puzzle besar... "Ini misteri dalm hidupmu... Sungguh Tuhan telah menetapkannya"


Aku menemukan tiap - tiap bagian, satu persatu dan mencoba memaknainya dari kepingan - kepingan yang belum utuh...
Share:

24.6.10

Sisipan Pelajaran Bahasa Indonesia SMP

Bismillahirrahmanirahim...

Baiklah, bertahun - tahun aku telah ber-deal dengan logikaku sendiri tentang cinta. Baiklah ia berjudul cinta. Katakanlah cinta tidak ada. Katakanlah ia hanya sebuah kisah non fiksi hasil racikan manusia mengenai suatu rasa yang diagung - agungkan secara berlebihan. Katakanlah kalaupun dia ada, ia sejatinya untuk Satu Yang Maha. Hilangkan kosa kata cinta.

Aku hanya ingin bertanya. Satu perasaan aneh seperti ini disebut apa?
Ketika berhadapan dengan perasaan seperti ini, ego-mu kalah!
Kutukan? atau sebuah anugrah?
salah? atau benar ?
Tabu? atau sah?

Guru Bahasa Indonesia di SMP-ku pernah berpesan kepada anak laki - laki di kelasku. Saat yang (mungkin) tepat karna kami (mungkin) sedang puber - pubernya. Kurang lebih inti kalimatnya seperti ini, aku lupa tapi akan kubuat dengan kalimat yang muncul dikepalaku saat ini :

"Jangan merendahkan martabat cinta. Cinta adalah saat ketika Perasaan kasihmu tumpah, sehingga logika tentang materi, paras, dan kedudukannya tak mengubah apapun tentang perasaanmu, meski ia tak memiliki segalanya.
yang kau tau, kau hanya ingin membuatnya senang, tanpa harus 24 jam ada disisinya. Kau jaga kehormatannya karna kau mencintainya. Kau peduli padanya, seperti kau peduli pada dirimu sendiri"

"Semua kalimat saya tidak akan kalian mengerti, sampai suatu hari nanti..."
Share:

18.6.10

Metamorfosis

Bismillahirrahmanirrahim...

Bagiku, seorang wanita adalah sosok yang mengubah sejuta rasa khawatir menjadi satu rasa nyaman bagi sekitarnya. Entah itu melalui pelukannya terhadap anak - anak dan suaminya. Entah itu dalam bentuk genggaman tangan pada setiap orang yang membutuhkan kasihnya. Dalam bentuk apapun.

Seorang wanita adalah sosok yang berhati paling halus. Sosok yang tinggi rasa sosialnya. Sosok yang ingin selalu ada ditengah - tengah penderitaan mendera banyak orang untuk sekedar menggenggam tangan masing - masing mereka, memberi dorongan, dan semangat. Memeluk mereka - mereka yang menangis pilu.

Seorang wanita adalah seorang yang dengan ikhlas berbagi apa saja yang ia memiliki sekalipun itu adalah hal yang paling berharga baginya. Aku pernah mendengar cerita tentang Fathimah putri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Salam, tentang kalung miliknya yang paling berharga dari ibunda tercintanya. Khadijah R.A. Kalung dari Ibunda tercintanya itu Ia berikan begitu saja pada seorang tua yang lapar yang mengetuk pintu rumahnya. She's really a woman.

Seorang Wanita adalah sosok yang selalu berekspresi "Semuanya Baik - Baik Saja" tak peduli luka hatinya mendera. Memaksanya menangis. Mengadu, dan memaki - maki. Semuanya itu terhapus dibalik satu senyumnya. Hatinya ikhlas. Tak hendak membuat orang lain khawatir.

Sulit bagi saya menjadi seorang wanita. Sekarang saya berada diantaranya. Seorang gadis yang masih labil dan berharap dicintai, tapi tak mau belajar mencintai. Egoisme saya terhadap teman - teman saya juga masih terlalu tinggi. Saya masih sering kesal terhadap suatu keadaan yang tidak saya harapkan. Dan lebih buruknya lagi, saya masih sering menyalahkan orang lain.

Ketika ulang tahunku yang ke-19. Aku bilang pada diriku sendiri, "Ini tahun terakhir, Insya Allah aku akan semena - mena terhadap hidupku. Tahun terakhir bagiku menikmati sepatu kets dan celana Jeans. Tahun terakhir untuk tertawa keras - keras. Tahun terakhir untuk mengeluh. Tahun terakhir untuk bersikap kekanak - kanakan. Tahun terakhir untuk selalu mengadu. Tahun terakhir untuk bergosip. Tahun terakhir untuk tak peduli kesehatanku. Tahun terakhir untuk bercanda berlebhan. Tahun terakhir untuk 'tak berfikir panjang'. I do really waste my 19th.

Metamorfosis.
Ketika aku 20 tahun nanti, Insya Allah. Seperti yang sudah menjadi adat yang ditanamkan Enyak padaku. Menyusun sebuah resolusi yang sungguh tidak mudah. Waktuku tak sampai sebulan lagi kalau Allah mengizinkan. Aku ingin menjadi wanita. Tapi sebuah Metamorfoasis sungguh sulit. Sulit mengubah sebuah sifat. Sulit sekali. Seringkali aku kesal melihat diriku sendiri. Tapi perubahan adalah sebuah pilihan. Dan menjadi lebih baik adalah sebuah keharusan.

-Aku- Yang Masih 19 Tahun-
Share:

9.6.10

El Primer Dia Sin Ti



Ayer, en esta hora,
En esta misma mesa,
Tu sentado justo enfrente
Donde ahora se sienta tu ausencia
Me dijiste que te vas
Wooo

Dos docenas de mis años
Veinticuatro de tus horas
Atraviesan como balas
Una detrás de otra
Mi existencia
Me muero si no estás
Wooo

Y ahora que ha vuelto
el ansia del primer día sin ti
y el presagio es tan oscuro
que te juro que el futuro
se presenta como un muro
frente a mí

Sin tu compañía, tu calor,
Tu sonrisa, tu mirada traviesa
Tus palabras sencillas
Pronunciando te quiero
Regalándome un beso
Que inundaba de luz mis mejillas

Sin tu telepatía, tus enfados,
Tus risas, un poquito de todo
Lo mejor de esta vida
Se me escapa volando
En dirección al espacio
Que dejaste al marchar aquel día

Ayer al marcharte
Por aquella puerta
Te siguieron por la espalda
Futuras reservas de sonrisas
Y de felicidad

Hoy me sobran las palabras
Mis besos y mis miradas
Los minutos de mis horas
Cada gesto de mi cara
y de mi alma
eran por y para ti
wooo

Y ahora que ha vuelto
el ansia del primer día sin ti
y el presagio es tan oscuro
que te juro que el futuro
se presenta como un muro
frente a mí

Sin tu compañía, tu calor,
Tu sonrisa, tu mirada traviesa
Tus palabras sencillas
Pronunciando te quiero
Regalándome un beso
Que inundaba de luz mis mejillas

Sin tu telepatía, tus enfados,
Tus risas, un poquito de todo
Lo mejor de esta vida
Se me escapa volando
En dirección al espacio
Que dejaste al marchar aquel día

Sin tu compañía, tu calor,
Tu sonrisa, tu mirada traviesa
Tus palabras sencillas
Pronunciando te quiero
Regalándome un beso
Que inundaba de luz mis mejillas

Sin tu telepatía, tus enfados,
Tus risas, un poquito de todo
Lo mejor de esta vida
Se me escapa volando
En dirección al espacio
Que dejaste al marchar aquel día
Share:

8.6.10

χρόνος (Chronos)

Bismillahirrahmanirrahiim...


χρόνος (Chronos). Di dalam bahasa kita, manusia Indonesia menyebutnya waktu. Lain lagi manusia bagian barat yang menyebutnya dengan time. Aku sendiri, antara percaya atau tidak, sebagian meski tidak seluruhnya dari diri 'aku' aku sungguh takut dengan waktu. Mendengarnya saja kadang bergidik.

Tapi sebagian aku yang lain mengingkar. Aku tak takut. Itulah bagianku yang menyukai telat. Ngaret. Ulur - ulur. Me-"nanti sajalah!" dan berbagai permainan terhadap waktu.

Dalam imajinasiku. Aku menggambarkan waktu amat sangat berbeda dengan yang real ada menempel di tembok kamarku. Bagiku waktu tergambar sebagai sosok bersahaja dan beribawa bertubuh besar dan berekspresi penuh khawatir yang tersamar rapi dengan sedikit ekspresi tenang. Dibawahnya, bayangan hitam dengan ekspresi sangar, kasar, buruk, diam. Menyimpan sejuta rahasia kegelapan. Kengerian yang terbungkus rapi dengan senyum picik.

Di dalam bahasaku, aku menyebutnya "Monster Tik Tok". Di depan dosenku aku menyebutnya "Dead Line" (Garis Mati). Di dalam tidurku, aku menyebutnya "Lima Menit Lagi...".

Kemarin malam, aku dan Mr.X membahas masalah waktu ini. Dan dari hasil musyawarah yang sedikit otoriter namun sepertinya dapat mencapai mufakat dan dapat diterima, diperolehlah sebuah ketentuan
"900 Detik Putaran ke-II Jam Ke-IX dan Ke-X" ada yang mengerti? Kurasa tidak. Kecuali aku dan Mr.X. Bahkan aku yang ikut dalam perumusan tersebut masih sedikit linglung dengan kebijakan ini. Tapi demi pertimbangan yang juga aku pikir baik, akupun meratifikasi hasil musyawarah tersebut dengan polos.

"I feel so protected! while another girls called 'protected' by another things, i got the other definition. And I find myself dealing with it"
Share:

7 Random Things About Me

Bismillahirrahmanirrahiim...


  1. Books and Computer are my weakness - i cant say no to them! Maybe that's the reason why I can stay longer in my room 7 days a week
  2. i love love tea, ice and juice - Just if I don't manage to get any meals for breakfast, I do brewing tea.
  3. Cat and Clown Fish are my favorite animals
  4. sometimes i thought by having my own school and living in village just like Harvestmoon are the wonderful things ever! Ahahahaha~~ Let me ask my future hubby doing these for me!
  5. i feel pretty when i repair Notebook - haven't take a bath yet, no make up, messy hair, frown face, so naturally.
  6. Black and Pink are my colors
  7. Examinations and Joomla haunted me right now!
Share:

7.6.10

PERMEN Komunikasi dan Informatika No.8-ku yang Malang...

Bismillahirrahmanirrahim...

Diminggu tidak tenang ini, (Someone said "Minggu Belajar" tapi bagiku itu kebagusan), aku harus mengerjakan 2 tugas makalah sekaligus. Hari ini aku tengah menggarap makalah Regulasi Sektor Telekomunikasi. Temanya Interkoneksi. Dan makalah Entrepreneurship yang satu lagi, temanya menyangkut profile sebuah perusahaan nasional yang sukses secara nasional maupun internasional.blogger-emoticon.blogspot.com Weitts!! Ingaaatt... gak boleh maless...
Menurut Kateran Jadwal yang saya buat, hari ini saya harus udah menyelesaikan kedua makalah tersebut. Pasalanya, dihari - hari berikutnya, saya bakal fokus belajar. (Tuh, kan gara2 ngerjain Regtel, bahasaku udah kayak perancang Undang -Undang). Kalau aku gak selesai hari ini, bisa kacau jadwal kedepannya.blogger-emoticon.blogspot.combaiklah... aku akan berusahaaaa~~
Apalagi mengingat nilai UTS yang kacau balau... tampaknya sulit untuk meningkatkan IP, yah... tapi gak ada salahnya berusaha. Ya kan? Karena menurut pengalaman yang sudah - sudah, nilai itu akan muncul dengan begitu cemerlangnya ketika kita dengan sepenuh hati berusaha, walau di UTS hancur lebur. Tentu saja dengan doa sepenuh hati mengharap kekhilafan dan welas asih dosen! (Ahahahaha! jangan! jangan! ini doa yang jelek!)

Untuk Regulasi, berikut Kriteria makalahnya :
Dengan format makalah :
  • Kertas A4
  • Times New Roman 12
  • Spasi 2.0
  • Margin kiri 4, Atas 4, Bawah 3, kanan 3
  • Minimal 20 Lembar
Dengan Sistematika makalah :
  • Pendahuluan
  • Isi
  • Kesimpulan
  • Penutup
  • Daftar Pustaka
Berhubung pelajaran ini menyangkut hukum, aku berpatok dengan UU, PP, dan PERMEN. Luar biasa kenyang deh baca begituan ampe mau muntah... blogger-emoticon.blogspot.com
Aku bahkan mulai googling dengan kalimat "Makalah adalah..." saking niatnya bikin makalah yang murni. Dengan bahasa lebay yang mungkin orisinalitas terjamin. Sebagai calon penulis yang handal... cobaan memang slalu datang bertubi - tubi (Harvestmoon-red).

blogger-emoticon.blogspot.comTapikan supaya cepat lulus~~ aamiin...
Share:

6.6.10

ShellyDealogism

Bismillahirrahmanirrahim...

Pada dasarnya aku emang gak bisa nyenangin hati semua orang...
Jadi aku hanya memilih satu dua orang yang benar - benar dapat kubahagiakan...

Pada dasarnya kita emang gak pantas mengharapkan ungkapan terimakasih dari orang...
Karna terhadap Tuhannya saja, manusia jarang berterimakasih atas semuanya...
Jadi aku memang gak menunggu orang untuk bilang "makasih"...

Pada dasarnya tidak ada yang bisa mengenali diriku lebih dari diriku sendiri...
Jadi aku memang gak pernah bertanya pendapat orang tentang "yang terbaik bagiku"

Aku gak tau apa orang senang membicarakan keburukanku atau tidak...
Jadi sekalipun terkadang sering terdengar dan membuat sakit hati, aku memilih tak ambil pusing...

Aku gak tahu apa orang membenciku atau tidak,
tapi minimal aku berusaha tidak membenci mereka...
Share:

My "D" and "S" Territory

Bismillahirrahmanirrahim...

Tiba - tiba terlintas. Hanya tiba - tiba terlintas untuk nyari desain kamar. Kamar siapa? umm... kamar anak - anak. Anak siapa? Heeeeee... ntahlah... siapa tau juga ini jadi kamarku ntar! Wkwkwkwkw...

Kamar diatas ini kayaknya bagus buat anak kembar. Hmmm... berhubung aku ada turunan kembar dan di generasi mama gak ada yang kembar, jadi mungkin di generasiku ada. Antara aku ama Kevin. Ya~~ semoga saja. Aamiin...
Kalau misalnya kembar cewek ama cowok, kamar ini juga bagus. Aku suka karpet ama ukiran hiasan pohon ditembok dan langit - langitnya. Tapi sepertinya bakal repot juga pas si kembar udah umur 9 tahun (*Harus dipisah). Karena tempat tidurnya double gitu. Masa mau ditebang pake gergaji?

Nah! begini rencananya kalau udah terpisah. Tempat tidur yang bagian atas, dipertahankan untuk anak cewek. Bawahnya dijadikan meja belajarnya. (*Kayunya harus kuat! ntar roboh lagi!). Baguskan? aq suka disain, aksesoris ama spreinya. Warnanya juga enak dilihat.


Nah, ini desain kamar anak cowoknya. Kesan berantakan tapi masih enak dilihat. Ntah knapa aku pingin punya anak cowok yang suka baca, main gitar, ama bela diri. Hwahahaha~~ gak maksa sih...
Share:

5.6.10

Nimbus

Bismillahirrahmanirrahim...

Pernah tertawa keras - keras, tapi air matamu malah menetes? bahkan ketika tertawa lebih keras, air matamu menderas?
"Laughing so hard it hurts like hell"

Aku bahkan menertawakan diriku sendiri malam ini dengan segala kebodohan yang telah aku lakukan. Dulu. Dulu sekali aku pernah berkata pada diriku sendiri, tak akan pernah mencoba berubah menjadi seseorang yang orang lain senangi. Sekarang. Detik ini tanpa kusadari, aku benar - benar melakukannya. Berusaha menekan diri demi orang yang disuka demi menyenangkan hatinya. Atau mungkin mendapat simpatinya?

Aku merasa menjadi orang paling munafik sedunia. Membuang diriku sendiri yang menemaniku 19 tahun, dan menukarnya dengan topeng baru. Berusaha berubah lebih baik? memang. Tapi demi siapa? bukan demi diriku sendiri.

Aku bukan patung pahatan. Bukan gaun Pre order. Bukan lukisan hasil pesanan gambar. aku adalah figur yang telah terukir sediakalanya seperti itu oleh-Nya. Aku merasa seolah aku batang pohon, namun aku tak menerima takdir menjadi batang. Aku berharap terpahat menjadi boneka. Ah, entahlah dan itu bukan aku.

Aku. Sama seperti gadis lain yang memuja dongeng romantis tentang cinta. Kebahagiaan dan segala pernak - perniknya. Mengharapkan kesempurnaan manusia dari seluruh keterbatasannya.

Tapi lihat kali ini, bahkan aku malu melihat dunia. Aku bahkan malu pada diriku sendiri yang tak teguh. Cengeng.

Tapi satu hal yang kuakui. Meski teman - teman menggambariku dengan sosok yang tegar. Aku sunggu renta! Aku menangis. Aku mengeluh. Aku terlamun lama. Terkadang seringkali aku berharap ada bahu ayahku disini. Untuk sekedar bersandar, "Papa... shelly takut..." tapi aku tak berarah. Kebingungan bersandar pada kayu yang lapuk.

Hari ini, setelah 3 atau 4 bulan yang lalu. Tepat di tetesan air mata pertama. Papa menelfon. Syukurlah aku masih mengenali suaranya. Meski kudiamkan, jauh disudut hatiku aku merindukan papa. Dalam sekali sampai setiap malam kusadari, bagian yang hilang dari hari - hariku adalah papa. Tapi tak pernah mau kuakui. Hatiku malu.

Papalah satu - satunya orang yang mempercayai ceritaku tentang lelaki yang dengan sampai hati mengkhianatiku. Papalah satu - satunya yang menghinanya dengan kata "Brengsek!". Papalah satu - satunya yang membiarkanku memilih tanpa materi.

Iya, papa. Dibalik segala kekurangannya...
Papa yang menghabiskan malam sampai pagi berbagi cerita denganku...
Papa yang membangunkanku tengah malam untuk sekedar memintaku menemaninya makan...
Papa yang mengkhawatirkan siklus menstruasiku yang tidak lancar...
hahahaha... papa...
Share:

Sindrom UAS

"Dan aku mulai merasa... Buku ini "sok pintar" ngasih tau banyak hal yang tidak kumengerti... Dan kamar ini, terlalu berantakan untuk dijadikan lokasi panitia Sukses UAS yang anggotanya hanya aq dan Mardiah Kecil. Dan Mood-ku, masih terlalu labil untuk mulai membuka lembaran berikutnya buku Render yang ketebalannya cukup empuk dijadikan bantal"
blogger-emoticon.blogspot.comblogger-emoticon.blogspot.comblogger-emoticon.blogspot.com
Terbitkan Entri
Share: