20.5.10

"Mengenal Si Otak"

Bismillahirrahmanirrahim....

“I hear and I forget. I see and I remember. I do and I understand.”

Saya menemukan kalimat diatas dari sebuah blog langganan saya. Kalimat ini entah bagaimana jadinya benar - benar merefleksikan apa yang terjadi pada diri saya. Mendengarkan, lalu lupa. Melihat, lalu saya mengingat walau tidak lama. Melakukan, dan saya selalu ingat.

Otak kita, entah bagaimana kinerjanya memang selalu mengingat lebih jelas tentang hal - hal yang kita lakukan, dibanding hal - hal yang sekedar terdengar, atau terlihat.

Walau sebagian ada yang mengklaim. Bahwa mereka lebih mudah mengingat dengan hanya melihat atau mendengar. Bagi saya yang lemot ini, saya butuh ketiganya. Untuk sekedar menghafal, saya harus melakukan di depan cermin. Harus sudah mandi! dan harus terlihat rapi! lalu beberapa menit kemudian Saya sudah asyik sendiri ngobrol ama cermin, seolah - olah saya sedang berpidato atau berbicara pada pantulan 'saya' di cermin.
Lalu kalau sudah agak - agak bosan, saya mulai menyanyikan setiap definisi dengan suara pas - pasan. Lalu kadang - kadang saya sibuk membenahi ekspresi saya. Berlatih mimik. Semuanya sekedar untuk membuat saya INGAT.

Bahkan samapi geramnya dengan 'otak' saya mempelajari khusus bagian Neurosains Kognitif. Gak sia - sia, saya bisa melipatgandakan kemampuan otak saya dalam hal - hal tertentu.

Kinerja memori : Sel-sel otak (neuron), berkomunikasi satu sama lain melalui jalur electro-kimia. Sebuah impuls listrik perjalanan menuruni akson atau “cabang keluar”. Lalu “jari” pada akhir dirangsang untuk melepaskan bahan kimia yang disebut neurotransmitter (molekul kecil yang mengirimkan pesan tertentu). Dendrit atau “cabang masuk” neuron lain pick up tersebut. Ruang antara akson dan dendrit yang disebut sinaps. 

Karakteristik Otak kita
Indra --> Kita mengingat hal-hal yang melibatkan lima indra kita. Jadi, lebih mengaktifkan indra akan semakin mudah akan mengingat.

Intensitas --> Ketika ada sesuatu yang lebih intens lucu, seksual, absurd, dll cenderung menonjol dalam ingatan kami.

Hal posisi
--> Masalah yang membosankan dan tidak orisinal lebih sulit untuk diingat karena ada masalah kemampuan untuk membedakan mereka dari semua kenangan lainnya.

Emosional
–> amigdala, mirip kacang bulat di bagian tengah otak – bertindak sebagai penjaga pintu gerbang, jadi ketika sesuatu terjadi yang memiliki kandungan emosional tinggi – positif atau negatif – amygdale mengatakan, “Ini penting” dan kita cenderung lebih mudah mengingatnya.

Survival –> otak adalah jaringan untuk bertahan hidup. Ini berarti bahwa apa pun yang kita anggap penting untuk kelangsungan hidup kita akan diingat lebih mudah. Survival dapat mencakup, kelangsungan hidup emosional, psikologis dan kelangsungan hidup keuangan.

Kepentingan pribadi
–> kita mengingat hal-hal yang secara alami menarik minat kita dan yang berkaitan dengan kepentingan pribadi.

Pengulangan
–> semakin sering kita mengingat kembali informasi, semakin mudah diingat jika ada permintaan.

Pertama dan terakhir –> otak kita paling mudah mengingat hal-hal dari awal dan akhir dari setiap sesi atau kuliah.
(dikutip dari sini)

“I hear and I forget. I see and I remember. I do and I understand.”

Di kelas, catatan saya berbeda sendiri. Amburadul dan lebih penuh dengan diagram alir. Ya, otak saya senang dengan itu. Dan bukannya saya tidak bisa mencatat rapi. Saya tidak suka catatan saya terbaca orang lain. Bukannya pelit ilmu. Saya suka sesuatu yang butuh dipecahkan. Huahahahaha! jadi ya... catatan saya emang gak laris sih dikelas.

Share:

3 komentar:

saya gak bawel said...

jd membayangkan kamu yg seperti itu di depan cermin... =D
hmm..dari SMP sampe sekarang gak pernah punya catetan..

kelas G 2008 said...

:a:
si sely kayak apaan yaaa??

:k:
muka jutek begitu! cerminnya pasti lari!

Mershelly Syanel said...

:l:
apa sih...
ngerusuhin orang aja...