6.5.10

"A Cat In My Eyes" Formulasi "Fahd Djibran"

Bismillahirrahmanirrahim....

Aku seringkali terpikir untuk TIDAK bertanya tentang suatu hal yang fundamental, yang banyak orang memilih untuk "Tidak Dipertanyakan". Contohnya, tentang hidup. Ya sudah. Hidup ya hidup aja. Untuk apa dipertanyakan. Kalaupun sempat terpikir di kepalaku pertanyaan - pertanyaan serupa, "Hidup itu apa?", "Buat apa?" aku cenderung urung mencari jawaban. Atau tentang cinta, untuk sekedar menjawab, "Cinta seperti apa?" Atau yang kerap kali frontal. "Tuhan itu siapa?", "Ada dimana?"

"A Cat In My Eyes : Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa" adalah sebuah buku karangan Fahd Djibran mengajak kita untuk banyak bertanya tentang hal - hal yang kita anggap tak perlu kita pertanyakan. Tentang hal - hal fundamental seperti "Tuhan, Hidup, dan Cinta". Intinya bertanya tentang banyak hal. Ahiya, perlu diketahui kalau buku ini TIDAK MEMBERI JAWABAN. Hanya bertanya. Jadi buku ini bukan mengajak kita berkelahi pendapat tentang jawaban tiga pertanyaan diatas.

Cover "A Cat In My Eyes
 Racikan sastra dan kontemplasi yang lugu dan tidak menggurui. Aku suka dengan cara Fahd Djibran meracik satu kata dengan kata yang lain sampai tercipta satu menu yang 'spesial'. Bahasa yang biasa, tapi bernilai sastra tinggi.

Buku ini tidak terfokus pada satu tema. Ia berupa banyak judul tentang satu topik sepanjang satu atau dua halaman. Ia sejatinya hanya membahas kulit luarnya saja. Tapi dari sanalah rangsangan pertanyaan - pertanyaan mempengaruhi pembaca.

Kesimpulanku setelah membaca buku ini : "Setiap orang boleh punya definisi berbeda, tapi tiap orang tidak boleh tidak mempunyai definisi tentang tiga hal ini" Kenapa gak poleh punya definisi? soalnya definisi itu menentukan diri kita, menentukan cara pandang kita ke depan.

Kalau saya disuruh kasi bintang : * * * * *  (5 stars)
Share:

0 komentar: